{"id":16070,"date":"2026-03-14T08:10:50","date_gmt":"2026-03-14T08:10:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/14\/lebaran-2026-tanggal-berapa-cek-jadwal-idul-fitri-muhammadiyah-dan-pemerintah\/"},"modified":"2026-03-14T08:10:50","modified_gmt":"2026-03-14T08:10:50","slug":"lebaran-2026-tanggal-berapa-cek-jadwal-idul-fitri-muhammadiyah-dan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/14\/lebaran-2026-tanggal-berapa-cek-jadwal-idul-fitri-muhammadiyah-dan-pemerintah\/","title":{"rendered":"Lebaran 2026 Tanggal Berapa Cek Jadwal Idul Fitri Muhammadiyah dan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/14\/1773475484_da4533866360a554deef.jpg\" alt=\"Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idul Fitri Muhammadiyah dan Pemerintah\"\/><figcaption>Ilustrasi.(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan tanggal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal\u00a02026. Berdasarkan perhitungan matang menggunakan metode hisab, warga Muhammadiyah akan merayakan Lebaran lebih awal dibandingkan prediksi pemerintah.<\/p>\n<p>Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2\/MLM\/I.0\/E\/2025, <strong>1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026<\/strong>. Penetapan ini didasarkan pada kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal\u00a0(KHGT) yang merupakan hasil keputusan Munas Tarjih Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Dengan ketetapan ini, warga Muhammadiyah akan melaksanakan shalat Idul Fitri pada Jumat pagi, 20 Maret 2026. Kepastian ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mempersiapkan akomodasi mudik dan keperluan hari raya jauh-jauh hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/870372\/lebaran-2026-tanggal-berapa-ini-prediksi-1-syawal-2026-versi-pemerintah-dan-muhammadiyah\" title=\"Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi 1 Syawal 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah\" target=\"_blank\">Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi 1 Syawal 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Informasi Penting:<\/strong> Perbedaan penentuan tanggal Lebaran di Indonesia adalah hal yang lumrah karena perbedaan metode (Hisab Hakiki Wujudul Hilal vs Imkanur Rukyat MABIMS). Masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati.<\/p>\n<h2>Perbandingan Jadwal Idul Fitri 2026<\/h2>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">Pihak Penentu<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">Tanggal Idul Fitri 2026<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">Metode<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Muhammadiyah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Jumat, 20 Maret 2026<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Hisab KHGT<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Pemerintah (Prediksi)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Sabtu, 21 Maret 2026<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Rukyatul Hilal (MABIMS)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Mengapa Ada Potensi Perbedaan?<\/h2>\n<p>Potensi perbedaan ini muncul karena pada tanggal 19 Maret 2026 petang, posisi hilal di Indonesia diperkirakan masih di bawah 3 derajat. Bagi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan kriteria MABIMS, kondisi ini mengharuskan bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).<\/p>\n<p>Namun bagi Muhammadiyah, karena menggunakan kriteria global, keberadaan hilal di belahan bumi lain (seperti di kawasan Amerika) sudah cukup untuk menandai masuknya bulan baru secara serentak di seluruh dunia.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kapan Sidang Isbat 2026 digelar?<\/strong> Kemenag dijadwalkan menggelar Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah ada libur panjang?<\/strong> Ya, terdapat potensi libur hingga 10 hari jika menggabungkan libur akhir pekan, Hari Raya Nyepi, dan Idul Fitri.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Berapa hari sisa puasa?<\/strong> Tergantung mulai puasa Anda, sisa puasa per pertengahan Maret 2026 berkisar antara 5-6 hari lagi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>(H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/870437\/lebaran-2026-tanggal-berapa-cek-jadwal-idul-fitri-muhammadiyah-dan-pemerintah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(freepik) PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan tanggal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal\u00a02026. Berdasarkan perhitungan matang menggunakan metode hisab, warga Muhammadiyah akan merayakan Lebaran lebih awal dibandingkan prediksi pemerintah. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2\/MLM\/I.0\/E\/2025, 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada kriteria [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16071,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-16070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16070\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}