{"id":16040,"date":"2026-03-14T06:30:56","date_gmt":"2026-03-14T06:30:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/14\/spesifikasi-f-35c-jet-siluman-yang-lumpuhkan-pertahanan-udara-iran\/"},"modified":"2026-03-14T06:30:56","modified_gmt":"2026-03-14T06:30:56","slug":"spesifikasi-f-35c-jet-siluman-yang-lumpuhkan-pertahanan-udara-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/14\/spesifikasi-f-35c-jet-siluman-yang-lumpuhkan-pertahanan-udara-iran\/","title":{"rendered":"Spesifikasi F-35C Jet Siluman yang Lumpuhkan Pertahanan Udara Iran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/14\/1773469469_396d36d3fd241dcaef99.jpg\" alt=\"Spesifikasi F-35C: Jet Siluman yang Lumpuhkan Pertahanan Udara Iran\"\/><figcaption>Pesawat F-35S.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MEMASUKI minggu kedua Maret 2026, wilayah udara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> menjadi panggung pembuktian bagi jet tempur generasi kelima Amerika Serikat, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/f-35c\" title=\"F-35C\">F-35C<\/a> Lightning II<\/strong>. Dalam eskalasi militer terbesar sejak dekade terakhir, jet tempur yang beroperasi dari dek kapal induk <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/uss-abraham-lincoln\" title=\"USS Abraham Lincoln\">USS Abraham Lincoln<\/a><\/em> ini dilaporkan telah menghantam lebih dari 1.700 target strategis, mulai dari pusat komando IRGC hingga fasilitas nuklir di Isfahan dan Tabriz.<\/p>\n<h2>Spesifikasi Teknis F-35C: Monster Siluman Lautan<\/h2>\n<p>F-35C adalah varian <em>Carrier Variant<\/em> (CV) yang dirancang khusus untuk beroperasi dari kapal induk dengan sayap yang lebih lebar dan struktur yang lebih kokoh dibandingkan varian A atau B. Berikut spesifikasi tempur utamanya:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Spesifikasi (Update 2026)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Kecepatan Maksimal<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mach 1.6 (~1.960 km\/jam)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Radius Tempur<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">&gt; 600 Nautical Miles (1.100 km) dengan bahan bakar internal<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Kapasitas Senjata<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">18.000 lbs (Kombinasi internal &amp; eksternal)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Mesin<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pratt &amp; Whitney F135-PW-100 (40.000 lbs Thrust)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Teknologi Radar<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">AN\/APG-81 AESA &amp; Distributed Aperture System (DAS)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Keunggulan di Medan Perang Iran<\/h2>\n<p>Dalam konflik Maret 2026, F-35C menunjukkan mengapa ia disebut sebagai <em>Information Node<\/em>. Pesawat ini tidak hanya menyerang, tetapi juga berbagi data radar secara <em>real-time<\/em> dengan kapal perusak seperti <em>USS Spruance<\/em> dan jet F\/A-18 Super Hornet.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/870393\/mengapa-uss-gerald-r-ford-lebih-mematikan-daripada-uss-abraham-lincoln\" title=\"Mengapa USS Gerald R Ford Lebih Mematikan daripada USS Abraham Lincoln?\" target=\"_blank\">Mengapa USS Gerald R Ford Lebih Mematikan daripada USS Abraham Lincoln?<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>1. Menembus Sistem S-300 dan Bavar-373<\/h3>\n<p>Meskipun Iran mengandalkan sistem pertahanan udara berlapis seperti S-300 buatan Rusia dan Bavar-373 domestik, profil siluman (stealth) F-35C terbukti sangat sulit dikunci oleh radar pengendali tembakan lawan. Hal ini memungkinkan jet AS masuk jauh ke wilayah udara Teheran hampir tanpa peringatan dini.<\/p>\n<h3>2. Sensor Fusion dan Situational Awareness<\/h3>\n<p>Melalui sistem helm canggih, pilot F-35C dapat melihat menembus\u00a0lantai pesawat, memberikan pandangan 360 derajat terhadap ancaman rudal darat-ke-udara (SAM). Dalam serangan langsung awal Maret, teknologi ini krusial untuk mendeteksi baterai rudal bergerak Iran yang sering berpindah posisi.<\/p>\n<p><strong>Catatan Operasional:<\/strong> Per 14 Maret 2026, CENTCOM mengonfirmasi bahwa F-35C kini mulai menggunakan bom berpemandu JDAM untuk serangan presisi tinggi setelah fase awal penghancuran radar lawan menggunakan rudal JASSM selesai dilakukan.<\/p>\n<h2>Momen Bersejarah: Air-to-Air Kill Pertama<\/h2>\n<p>Pada 4 Maret 2026, tercatat sejarah baru saat\u00a0varian F-35 (khususnya F-35I Adir milik Israel yang beroperasi bersama AS) berhasil menembak jatuh jet tempur berawak Iran, Yakovlev Yak-130, di atas langit Teheran. Ini pertama kalinya jet siluman F-35 menghancurkan pesawat musuh berawak dalam pertempuran udara nyata.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/870397\/dua-perisai-lincoln-uss-spruance-dan-uss-michael-murphy-di-laut-arab\" title=\"Dua Perisai Lincoln: USS Spruance dan USS Michael Murphy di Laut Arab\" target=\"_blank\">Dua Perisai Lincoln: USS Spruance dan USS Michael Murphy di Laut Arab<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>People Also Ask (FAQ)<\/h3>\n<p><strong>1. Apakah F-35C bisa membawa senjata nuklir?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nF-35 secara teknis dirancang untuk mampu membawa bom nuklir taktis B61-12.\u00a0Namun dalam konflik Maret 2026, penggunaan senjata nuklir tetap menjadi opsi terakhir yang dihindari oleh Gedung Putih.<\/p>\n<p><strong>2. Apa perbedaan F-35C dengan F-35A yang digunakan Angkatan Udara?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nVarian C memiliki sayap lebih lebar yang bisa dilipat, struktur pendaratan yang diperkuat untuk dek kapal induk, dan kapasitas bahan bakar internal yang lebih besar untuk jangkauan misi laut yang lebih jauh.<\/p>\n<p><strong>3. Berapa jumlah F-35C yang dikerahkan di dekat Iran sekarang?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSetidaknya terdapat dua skuatron penuh (sekitar 24-30 pesawat) yang berada di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R\u00a0Ford yang saat ini bersiaga di kawasan tersebut. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/870401\/spesifikasi-f-35c-jet-siluman-yang-lumpuhkan-pertahanan-udara-iran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawat F-35S.(Al Jazeera) MEMASUKI minggu kedua Maret 2026, wilayah udara Iran menjadi panggung pembuktian bagi jet tempur generasi kelima Amerika Serikat, F-35C Lightning II. Dalam eskalasi militer terbesar sejak dekade terakhir, jet tempur yang beroperasi dari dek kapal induk USS Abraham Lincoln ini dilaporkan telah menghantam lebih dari 1.700 target strategis, mulai dari pusat komando [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-16040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}