{"id":15637,"date":"2026-03-13T07:45:26","date_gmt":"2026-03-13T07:45:26","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/13\/fakta-gempa-bandung-hari-ini-13-maret-2026-dan-kaitan-dengan-pusat-gempa-sukabumi\/"},"modified":"2026-03-13T07:45:26","modified_gmt":"2026-03-13T07:45:26","slug":"fakta-gempa-bandung-hari-ini-13-maret-2026-dan-kaitan-dengan-pusat-gempa-sukabumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/13\/fakta-gempa-bandung-hari-ini-13-maret-2026-dan-kaitan-dengan-pusat-gempa-sukabumi\/","title":{"rendered":"Fakta Gempa Bandung Hari Ini 13 Maret 2026 dan Kaitan dengan Pusat Gempa Sukabumi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/13\/1773387511_ae8b74d28612116f08e5.jpg\" alt=\"Fakta Gempa Bandung Hari Ini 13 Maret 2026 dan Kaitan dengan Pusat Gempa Sukabumi\"\/><figcaption>Gempa Bandung(Dok.earthquakeusgs.gov)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa-bandung-hari-ini\" title=\"gempa bandung hari ini\">GEMPA Bandung hari ini<\/a> 13 Maret 2026 dilaporkan tidak memiliki\u00a0pusat gempa (episenter) yang\u00a0berada langsung di bawah Kota Kembang. Melainkan ada hubungannya dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pusat-gempa-sukabumi\" title=\"Pusat gempa sukabumi\">pusat gempa Sukabumi<\/a>.\u00a0Berikut fakta-fakta mengenai gempa bumi hari ini karakteristik ancaman gempa di wilayah Bandung.<\/p>\n<h2>1. Pusat Gempa: Subduksi Lempeng di Selatan Sukabumi<\/h2>\n<p>Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>), gempa yang dirasakan di Bandung pada 13 Maret 2026 pukul 02.18 WIB memiliki kekuatan Magnitudo 5,3 (pemutakhiran dari data awal M 5,4). Pusat gempa berada di laut, koordinat 8,04 LS dan 106,86 BT, atau sekitar 121 km tenggara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 53 km.<\/p>\n<p>Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser (<em>strike-slip<\/em>).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/855280\/gempa-magnitudo-27-guncang-kota-bandung-tak-berpotensi-merusak\" target=\"_blank\" title=\"Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Kota Bandung, tak Berpotensi Merusak\">Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Kota Bandung, tak Berpotensi Merusak<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>2. Intensitas Guncangan di Bandung (Skala MMI)<\/h2>\n<p>Meskipun pusat gempa berada di Sukabumi, rambatan gelombangnya terasa luas hingga ke Bandung, Garut, dan Jakarta. Berikut rincian intensitasnya:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 15px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Wilayah<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Skala MMI<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Deskripsi Getaran<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Cidolog, Ciracap<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">IV MMI<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dirasakan banyak orang di dalam rumah.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Bandung, Bayah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">III MMI<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Nyata di dalam rumah, seperti truk melintas.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Garut, Tasikmalaya<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">III-IV MMI<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Guncangan cukup kuat, benda tergantung bergoyang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>3. People Also Ask: Kaitan dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sesar-lembang\" title=\"Sesar Lembang\">Sesar Lembang<\/a><\/h2>\n<p>Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah apakah gempa hari ini berkaitan dengan Sesar Lembang. Secara geologis, gempa 13 Maret 2026 bersumber dari zona subduksi di laut, sedangkan Sesar Lembang adalah patahan darat aktif yang membentang 29 km dari Padalarang hingga Jatinangor.<\/p>\n<p>Meski berbeda sumber, aktivitas gempa di selatan Jawa Barat tetap menjadi alarm bagi warga Bandung untuk tetap waspada terhadap potensi sesar lokal yang bisa terpicu oleh ketidakstabilan tektonik regional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/832837\/cimahi-diguncang-gempa-bmkg-bukan-dari-sesar-lembang\" target=\"_blank\" title=\"Cimahi Diguncang Gempa, BMKG: Bukan dari Sesar Lembang\">Cimahi Diguncang Gempa, BMKG: Bukan dari Sesar Lembang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>4. Mengapa Bandung Sangat Rentan?<\/h2>\n<p>Secara topografi, Bandung berada di atas tanah sedimen lunak bekas danau purba. Kondisi tanah seperti ini memiliki karakteristik mengamplifikasi atau memperkuat gelombang gempa. Inilah alasan mengapa gempa yang berpusat jauh di laut selatan seringkali dirasakan cukup kuat di wilayah perkotaan Bandung dibandingkan wilayah dengan struktur tanah keras.<\/p>\n<div style=\"background-color: #fff3cd; padding: 15px; border-left: 5px solid #ffecb5; margin: 20px 0;\">\n<h3>Tips Mitigasi Gempa Bumi<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tetap Tenang:<\/strong> Jangan berlari keluar saat guncangan hebat jika berada di gedung bertingkat; berlindunglah di bawah meja yang kuat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Hindari Lift:<\/strong> Gunakan tangga darurat untuk evakuasi setelah guncangan berhenti.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Cek Bangunan:<\/strong> Pastikan tidak ada keretakan struktur pada rumah Anda setelah gempa terjadi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pantau Informasi Resmi:<\/strong> Gunakan kanal resmi BMKG atau BPBD untuk menghindari informasi hoaks.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>Gempa Bandung hari ini 13 Maret 2026 merupakan pengingat akan posisi geografis Jawa Barat yang berada di zona aktif tektonik. Meskipun gempa M 5,3 ini tidak berpotensi tsunami dan tidak menyebabkan kerusakan masif di Bandung, kesiapsiagaan mandiri tetap menjadi kunci utama keselamatan.<\/p>\n<hr\/>\n<h3>FAQ (Frequently Asked Questions)<\/h3>\n<p><strong>Apakah gempa Bandung hari ini berpotensi tsunami?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nTidak. BMKG menegaskan gempa M 5,3 di selatan Sukabumi ini tidak berpotensi tsunami.<\/p>\n<p><strong>Di mana pusat gempa Bandung hari ini?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nPusat gempa berada di laut, 121 km tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.<\/p>\n<p><strong>Berapa kedalaman gempa tersebut?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nGempa terjadi pada kedalaman 53 kilometer di bawah permukaan laut.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/870052\/fakta-gempa-bandung-hari-ini-13-maret-2026-dan-kaitan-dengan-pusat-gempa-sukabumi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa Bandung(Dok.earthquakeusgs.gov) GEMPA Bandung hari ini 13 Maret 2026 dilaporkan tidak memiliki\u00a0pusat gempa (episenter) yang\u00a0berada langsung di bawah Kota Kembang. Melainkan ada hubungannya dengan pusat gempa Sukabumi.\u00a0Berikut fakta-fakta mengenai gempa bumi hari ini karakteristik ancaman gempa di wilayah Bandung. 1. Pusat Gempa: Subduksi Lempeng di Selatan Sukabumi Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-15637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}