{"id":15338,"date":"2026-03-12T00:20:14","date_gmt":"2026-03-12T00:20:14","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/12\/waspadai-gangguan-pencernaan-dan-lonjakan-gula-darah-pascalebaran\/"},"modified":"2026-03-12T00:20:14","modified_gmt":"2026-03-12T00:20:14","slug":"waspadai-gangguan-pencernaan-dan-lonjakan-gula-darah-pascalebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/12\/waspadai-gangguan-pencernaan-dan-lonjakan-gula-darah-pascalebaran\/","title":{"rendered":"Waspadai Gangguan Pencernaan dan Lonjakan Gula Darah Pascalebaran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/12\/1773274294_c7a053a1e56a9d691d8a.jpg\" alt=\"Waspadai Gangguan Pencernaan dan Lonjakan Gula Darah Pascalebaran\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>EUFORIA perayaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/idul-fitri\" title=\"idul fitri\">Idul Fitri<\/a> sering kali dibarengi dengan perubahan pola makan yang drastis. Menanggapi fenomena ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam mitra Halodoc, dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kontrol konsumsi makanan guna mencegah sembelit, diare, hingga lonjakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gula-darah\" title=\"gula darah\">gula darah<\/a> yang tidak terkendali.<\/p>\n<p>Menurut Waluyo, gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ramadan\" title=\"ramadan\">Ramadan<\/a> ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lebaran\" title=\"lebaran\">Lebaran<\/a>, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.<\/p>\n<p>\u201cUntuk menghindari sembelit harus diimbangi dengan sayuran dan buah. Serat penting supaya tidak terjadi gangguan buang air besar,\u201d ujar Waluyo, dikutip Kamis (12\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/869177\/pekan-ketiga-ramadan-keluhan-kesehatan-mental-melonjak-27-persen\" title=\"Pekan Ketiga Ramadan, Keluhan Kesehatan Mental Melonjak 27 Persen\" target=\"_blank\">Pekan Ketiga Ramadan, Keluhan Kesehatan Mental Melonjak 27 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Bahaya Kalori Tersembunyi<\/strong><\/h2>\n<p>Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini menekankan pentingnya menjaga komposisi makanan yang seimbang di meja makan.\u00a0<\/p>\n<p>Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah pengendalian porsi pada makanan pelengkap yang sering dianggap sepele, seperti kerupuk.<\/p>\n<p>Meski terlihat ringan, kerupuk mengandung karbohidrat yang perlu diperhitungkan, terutama bagi penderita diabetes.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/857487\/satgas-saber-kawal-harga-pangan-jelang-imlek-ramadan-dan-idul-fitri-2026\" title=\"Satgas Saber Kawal Harga Pangan Jelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026\" target=\"_blank\">Satgas Saber Kawal Harga Pangan Jelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSudah makan nasi, lalu tambah kerupuk. Itu tetap tambahan karbohidrat. Kalau tidak dihitung kalorinya, gula darah pasti naik,\u201d jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak harus menghindari makanan tertentu sepenuhnya, melainkan harus tetap terukur.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKalau mau makan satu tidak apa-apa. Tapi jangan sampai dua atau tiga, itu berlebihan,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<h2><strong>Prinsip Kapasitas Lambung<\/strong><\/h2>\n<p>Dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, Waluyo mengingatkan masyarakat mengenai batasan kapasitas lambung.\u00a0<\/p>\n<p>Secara medis, lambung idealnya hanya diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk cairan, dan sepertiga sisanya sebagai ruang udara.\u00a0<\/p>\n<p>Jika lambung dipaksakan terisi penuh oleh makanan, risiko munculnya rasa begah hingga kenaikan gula darah akan meningkat pesat.<\/p>\n<h2><strong>Puasa Syawal sebagai Detoks Alami<\/strong><\/h2>\n<p>Selain menjaga porsi, Waluyo menyarankan pemanfaatan puasa Syawal sebagai sarana pemulihan metabolik.\u00a0<\/p>\n<p>Saat tubuh berpuasa selama 8 hingga 12 jam, terjadi proses detoksifikasi alami terhadap sisa-sisa metabolit dalam tubuh.<\/p>\n<p>\u201cSetelah 12 jam, tubuh seperti mengalami proses penyegaran kembali. Puasa Syawal bisa membantu mendetoks kembali apa yang kita makan saat Lebaran,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, ia menekankan bahwa kunci utama kesehatan pasca-Lebaran adalah kesadaran diri dan keberanian untuk membatasi asupan saat bersilaturahmi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJangan karena ditawari tambah lalu tidak enak menolak. Cukup secukupnya. Itu yang penting,\u201d pungkas Waluyo. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/869485\/waspadai-gangguan-pencernaan-dan-lonjakan-gula-darah-pascalebaran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) EUFORIA perayaan Idul Fitri sering kali dibarengi dengan perubahan pola makan yang drastis. Menanggapi fenomena ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam mitra Halodoc, dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kontrol konsumsi makanan guna mencegah sembelit, diare, hingga lonjakan gula darah yang tidak terkendali. Menurut Waluyo, gangguan pencernaan kerap muncul akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-15338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}