{"id":1526,"date":"2024-05-31T07:42:42","date_gmt":"2024-05-31T07:42:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/05\/31\/korupsi-beras-bulog-rp107-m-kepala-cabang-bulog-waingapu-ntt-ditahan-jaksa\/"},"modified":"2024-05-31T07:42:42","modified_gmt":"2024-05-31T07:42:42","slug":"korupsi-beras-bulog-rp107-m-kepala-cabang-bulog-waingapu-ntt-ditahan-jaksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/05\/31\/korupsi-beras-bulog-rp107-m-kepala-cabang-bulog-waingapu-ntt-ditahan-jaksa\/","title":{"rendered":"Korupsi Beras Bulog Rp10,7 M, Kepala Cabang Bulog Waingapu NTT Ditahan Jaksa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/480x320\/news\/2024\/05\/a57af5bf5ca7b62918dc9cd76b6bd497.jpg\" alt=\"Korupsi Beras Bulog Rp10,7 M, Kepala Cabang Bulog Waingapu NTT Ditahan Jaksa\"\/><figcaption>Gedung Kejaksaan Tinggi NTT.(Dok. Metro TV)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MANTAN Kepala Cabang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulog\" title=\"Bulog\" rel=\"dofollow\">Bulog<\/a> di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, berinisial Z ditahan penyidik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kejaksaan-tinggi\" title=\"Kejaksaan Tinggi\" rel=\"dofollow\">Kejaksaan Tinggi<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ntt\" title=\"NTT\" rel=\"dofollow\">NTT<\/a>, karena diduga terlibat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korupsi\" title=\"korupsi\" rel=\"dofollow\">korupsi<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beras\" title=\"beras\" rel=\"dofollow\">beras<\/a> Bulog, yang merugikan negara Rp10,7 miliar. Tersangka saat ini, ditahan di Rutan Kelas Dua B Kupang.<\/p>\n<p>Dia diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah, pada Perum Bulog di Kantor Cabang Waingapu tahun anggaran 2023\u20132024.\n<\/p>\n<p>Tersangka diduga telah melakukan korupsi, dengan modus hasil penjualan beras SPHP tidak disetor ke rekening Bulog. Namun, disimpan di brankas, laci meja, dan di ruang kerja salah salah asisten. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/634878\/kunker-ke-labuan-bajo-jokowi-cek-ketersediaan-beras-bulog\" title=\"Kunker Ke Labuan Bajo, Jokowi Cek Ketersediaan Beras Bulog\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Kunker Ke Labuan Bajo, Jokowi Cek Ketersediaan Beras Bulog<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Saat diperiksa, penyidik menemukan adanya selisih penjualan beras sebanyak lebih dari seribu ton, sehingga menyebabkan kerugian negara, lebih dari Rp10,7 miliar.\n<\/p>\n<p>Terkait kasus ini, penyidik Kejati NTT pun telah memeriksa 20 orang saksi. Diantaranya, 12 orang dari perum bulog, dan 8 orang dari mitra RPK Bulog.\n<\/p>\n<p>Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Raka Putra Dharmana, mengatakan, penetapan tersangka ini, setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan menemukan dua bukti permulaan yang cukup.\n<\/p>\n<p>Penyidikan kasus ini, menindaklanjuti Laporan Hasil Audit Khusus, Tim Satuan Pengawasan Intern Perum Bulog, yang menemukan permasalahan selisih kurang persediaan beras di Gudang kantor cabang bulog-Waingapu. Tersangka kemudian digiring untuk ditahan di Rutan Kelas Dua B Kupang.\n<\/p>\n<p>(Z-9)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/674801\/korupsi-beras-bulog-rp107-m-kepala-cabang-bulog-waingapu-ntt-ditahan-jaksa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gedung Kejaksaan Tinggi NTT.(Dok. Metro TV) MANTAN Kepala Cabang Bulog di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, berinisial Z ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi NTT, karena diduga terlibat korupsi beras Bulog, yang merugikan negara Rp10,7 miliar. Tersangka saat ini, ditahan di Rutan Kelas Dua B Kupang. Dia diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}