{"id":15041,"date":"2026-03-11T03:00:43","date_gmt":"2026-03-11T03:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/11\/transformasi-digital-dan-layanan-jemput-bola-bpr-bank-temanggung-perkuat-peran-bumd-bagi-umkm\/"},"modified":"2026-03-11T03:00:43","modified_gmt":"2026-03-11T03:00:43","slug":"transformasi-digital-dan-layanan-jemput-bola-bpr-bank-temanggung-perkuat-peran-bumd-bagi-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/11\/transformasi-digital-dan-layanan-jemput-bola-bpr-bank-temanggung-perkuat-peran-bumd-bagi-umkm\/","title":{"rendered":"Transformasi Digital dan Layanan Jemput Bola, BPR Bank Temanggung Perkuat Peran BUMD bagi UMKM"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>Jakarta, FaktaBerita \u2013 <\/strong>Di tengah tuntutan transformasi sektor keuangan daerah, PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.<\/p>\n<p>Melalui inovasi layanan, digitalisasi, serta strategi jemput bola ke pelaku usaha kecil, bank milik Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini berupaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT BPR Bank Temanggung (Perseroda), Retno Nendra Wiarty, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberadaan bank daerah tidak hanya berorientasi pada profit semata, tetapi juga membawa misi pembangunan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>\u201cBank Temanggung hadir untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui layanan perbankan yang dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,\u201d ujar Retno saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awadrs 2026 yang digelar Majalah FaktaBerita secara daring, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n<p>Bank Temanggung selama ini memang dikenal sebagai lembaga keuangan yang fokus melayani sektor riil di tingkat lokal. Sejak berdiri pada 1983, bank ini menempatkan pasar tradisional dan pelaku UMKM sebagai segmen utama layanan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia menegaskan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Temanggung memiliki mandat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.<\/p>\n<p>Saat ini Bank Temanggung mengoperasikan 1 kantor pusat, 1 kantor cabang, serta 12 kantor kas yang sebagian besar berada di pasar tradisional. Selain itu, bank juga mengoperasikan mobil kas keliling untuk menjangkau nasabah di berbagai wilayah.<\/p>\n<p>Menurut Retno, kehadiran kantor layanan di pasar-pasar tradisional merupakan strategi penting untuk mendekatkan layanan perbankan kepada pelaku usaha kecil.<\/p>\n<p>\u201cSejak awal kami hadir di pasar-pasar tradisional agar pedagang lebih mudah mengakses layanan perbankan tanpa harus meninggalkan aktivitas usahanya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan inklusi keuangan di Kabupaten Temanggung. Banyak pedagang pasar yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan kini dapat menabung maupun memperoleh pembiayaan usaha.<\/p>\n<p><strong>Layanan Jemput Bola<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu inovasi yang dikembangkan Bank Temanggung adalah layanan jemput bola kepada nasabah, khususnya pedagang pasar.<\/p>\n<p>Petugas bank mendatangi langsung lapak pedagang untuk melayani transaksi tabungan. Layanan ini diperkuat dengan penggunaan teknologi digital melalui aplikasi perbankan berbasis smartphone.<\/p>\n<p>Dengan sistem tersebut, transaksi dapat dilakukan secara real time tanpa harus datang ke kantor bank.<\/p>\n<p>Bagi para pedagang pasar yang memiliki keterbatasan waktu, model layanan ini dinilai sangat membantu.<\/p>\n<p>Retno mengatakan, strategi jemput bola tersebut merupakan bagian dari komitmen bank dalam memperluas akses layanan keuangan.<\/p>\n<p>\u201cDengan layanan jemput bola, pedagang tetap bisa melakukan transaksi perbankan tanpa meninggalkan aktivitas berdagang,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Digitalisasi Layanan Keuangan Desa<\/strong><\/p>\n<p>Selain melayani UMKM, Bank Temanggung juga memperluas perannya dalam pengelolaan keuangan desa melalui implementasi sistem digital.<\/p>\n<p>Bank Temanggung mengembangkan layanan cash management system (CMS) atau aplikasi transaksi digital yang terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) milik pemerintah.<\/p>\n<p>Melalui sistem ini, bank melayani 135 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Temanggung.<\/p>\n<p>Digitalisasi tersebut mempermudah pemerintah desa dalam melakukan transaksi keuangan secara lebih cepat, transparan, dan akuntabel.<\/p>\n<p>Retno menyebutkan bahwa inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis bank dalam mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih modern.<\/p>\n<p>\u201cBank Temanggung menjadi BPR pertama di wilayah Temanggung yang mengimplementasikan sistem transaksi digital untuk pengelolaan dana desa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Kinerja Keuangan Sehat<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah ekspansi layanan dan transformasi digital, kinerja keuangan Bank Temanggung tetap menunjukkan kondisi yang sehat.<\/p>\n<p>Beberapa indikator utama kesehatan bank bahkan berada di atas standar yang ditetapkan regulator.<\/p>\n<p>Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat mencapai 24,54 persen, jauh di atas ketentuan minimal 12 persen.<\/p>\n<p>Sementara itu rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih terkendali berada di level 2,27 persen, masih berada di bawah batas maksimal 5 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) bank tercatat 2,48 persen, sementara rasio efisiensi Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di level 77,59 persen.<\/p>\n<p>Capaian tersebut menunjukkan bahwa operasional bank berjalan efisien sekaligus menghasilkan kinerja yang sehat.<\/p>\n<p>Pada tahun buku 2025, Bank Temanggung membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp13,58 miliar dan laba setelah pajak Rp10,44 miliar.<\/p>\n<p>Sebagian besar laba tersebut disetorkan kepada pemerintah daerah sebagai dividen.<\/p>\n<p>\u201cSebagai BUMD, kami juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),\u201d kata Retno.<\/p>\n<p>Adapun jumlah PAD PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) sebesar Rp 75,92 miliar. Dengan modal disetor sebesar Rp23,66 miliar. \u201cUntuk setoran dividen 2026 dari hasil jasa tahun 2025 ini sebesar Rp 5.746.975.505. Dengan tren terus meningkat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk peran intermediasi, tiga kredit terbesar dikucurkan ke kredit pegawai sebesar Rp208,24 miliar, lalu kredit pasar Rp76,62 miliar, dan kredit PPPK di angka Rp43,77 miliar. Atau total kredit yang dikucurkan mencapai Rp352,07 miliar.<\/p>\n<p>Dengan dana pihak ketiga (DPK) yakni sebesar Rp292,90 miliar dari Tabungan dan Rp199,77 miliar dari deposito. Atau total DPK mencapai Rp492,68 miliar.<\/p>\n<p>\u201cDengan total nilai asset PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) sebesar Rp587.758.086.128,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Perkuat Literasi<\/strong><\/p>\n<p>Selain menjalankan fungsi bisnis, Bank Temanggung juga aktif melakukan program literasi keuangan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Program edukasi dilakukan kepada berbagai kelompok, mulai dari pelajar, aparatur desa, hingga pelaku UMKM.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan sehingga mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Retno menilai literasi keuangan menjadi faktor penting dalam memperluas inklusi keuangan di daerah.<\/p>\n<p>\u201cMelalui edukasi keuangan, kami ingin masyarakat lebih memahami manfaat lembaga keuangan dan memanfaatkannya secara optimal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Penguatan SDM dan Tata Kelola<\/strong><\/p>\n<p>Selain itu secara internal, transformasi yang dilakukan Bank Temanggung juga didukung oleh penguatan sumber daya manusia (SDM).<\/p>\n<p>Komposisi karyawan bank saat ini didominasi generasi muda, dengan 52 persen merupakan generasi milenial dan 28 persen generasi Gen Z.<\/p>\n<p>Bank juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, perusahaan terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Dalam penilaian tata kelola, Bank Temanggung memperoleh peringkat 2 atau kategori baik.<\/p>\n<p>Bagi Retno, tata kelola yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis bank.<\/p>\n<p>\u201cKami terus berupaya menjalankan operasional perusahaan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara terkait dengan program berkelanjutan, BPR Bank Temanggung telah mengimplementasikan program \u201cGreen Office\u201d yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan energi serta limbah kertas.<\/p>\n<p>Program berdampak positif seperti adanya penghematan energi serta pengurangan penggunaan kertas mampu menekan biaya operasional serta meningkatkan efisiensi keuangan<\/p>\n<p>Lalu, pengurangan penggunaan kertas mampu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan serta membantu mengatasi masalah lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cDan tentu saja dengan adanya program-program lingkungan dan energi berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan energi berkelanjutan,\u201d pungkas Retno.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/125050\/transformasi-digital-dan-layanan-jemput-bola-bpr-bank-temanggung-perkuat-peran-bumd-bagi-umkm.html\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, FaktaBerita \u2013 Di tengah tuntutan transformasi sektor keuangan daerah, PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui inovasi layanan, digitalisasi, serta strategi jemput bola ke pelaku usaha kecil, bank milik Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini berupaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Direktur Utama PT BPR Bank Temanggung (Perseroda), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5],"tags":[],"class_list":["post-15041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}