{"id":14536,"date":"2026-03-09T08:30:38","date_gmt":"2026-03-09T08:30:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/09\/harga-minyak-dunia-tembus-us100-pemerintah-fokus-jaga-daya-beli\/"},"modified":"2026-03-09T08:30:38","modified_gmt":"2026-03-09T08:30:38","slug":"harga-minyak-dunia-tembus-us100-pemerintah-fokus-jaga-daya-beli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/09\/harga-minyak-dunia-tembus-us100-pemerintah-fokus-jaga-daya-beli\/","title":{"rendered":"Harga Minyak Dunia Tembus US100, Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/09\/1773044827_21311f185de78434e2a0.jpg\" alt=\"Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli\"\/><figcaption>Harga minyak dunia tembus US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>JURU Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menanggapi lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini menembus di atas US$100 per barel. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan tersebut secara <em>real-time.<\/em><\/p>\n<p>&#8220;Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya gangguan distribusi melalui Selat Hormuz. Seluruh negara pengimpor minyak menghadapi tekanan yang sama,&#8221; ujar Haryo kepada <em>Media Indonesia<\/em>, Senin (9\/3).<\/p>\n<p>Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stabilitas-ekonomi\" title=\"stabilitas ekonomi\">stabilitas ekonomi<\/a> nasional sekaligus melindungi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daya-beli-masyarakat\" title=\"daya beli masyarakat\">daya beli masyarakat<\/a> di tengah kenaikan harga energi global.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/867619\/konflik-timur-tengah-tak-kunjung-reda-harga-minyak-dunia-terus-meroket\" title=\"Konflik Timur Tengah tak Kunjung Reda, Harga Minyak Dunia terus Meroket\" target=\"_blank\">Konflik Timur Tengah tak Kunjung Reda, Harga Minyak Dunia terus Meroket<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk meredam dampak kenaikan tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan dari sektor komoditas lain, seperti batu bara dan kelapa sawit, sebagai bantalan fiskal.<\/p>\n<p>&#8220;Penguatan skema bantuan sosial bagi kelompok rentan tetap menjadi opsi prioritas pemerintah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Haryo juga menekankan pentingnya koordinasi kebijakan antara fiskal dan moneter. Sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.<\/p>\n<p>Sementara itu, lonjakan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan laporan Sputnik, harga minyak mentah <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/brent-crude-oil\" title=\"Brent Crude Oil\">Brent Crude Oil<\/a> <\/em>sempat menembus US$118 per barel, level tertinggi sejak 17 Juni 2022.<\/p>\n<p>Kenaikan harga dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Ketegangan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/868269\/harga-minyak-dunia-tembus-us100-pemerintah-fokus-jaga-daya-beli\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga minyak dunia tembus US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah.(Antara) JURU Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menanggapi lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini menembus di atas US$100 per barel. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan tersebut secara real-time. &#8220;Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14537,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-14536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14536\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}