{"id":12860,"date":"2026-03-02T08:58:19","date_gmt":"2026-03-02T08:58:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/02\/masalah-pendengaran-anak-masih-tinggi-kemenkes-18-persen-warga-alami-gangguan\/"},"modified":"2026-03-02T08:58:19","modified_gmt":"2026-03-02T08:58:19","slug":"masalah-pendengaran-anak-masih-tinggi-kemenkes-18-persen-warga-alami-gangguan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/02\/masalah-pendengaran-anak-masih-tinggi-kemenkes-18-persen-warga-alami-gangguan\/","title":{"rendered":"Masalah Pendengaran Anak Masih Tinggi, Kemenkes 1,8 Persen Warga Alami Gangguan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/02\/1772441458_65dca1efc070911c2c0b.png\" alt=\"Masalah Pendengaran Anak Masih Tinggi, Kemenkes: 1,8 Persen Warga Alami Gangguan\"\/><figcaption>Masalah Pendengaran Anak Masih Tinggi.(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MASALAH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gangguan-pendengaran\" title=\"Gangguan pendengaran\">gangguan pendengaran<\/a> di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat sejak 2013 hingga saat ini. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a>) menunjukkan bahwa deteksi dini melalui <em>skrining<\/em> tetap menjadi kunci utama untuk mencegah dampak jangka panjang, terutama pada anak-anak.<\/p>\n<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kesadaran masyarakat dalam mengenali <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/permasalahan-telinga\" title=\"permasalahan telinga\">permasalahan telinga<\/a>, baik yang disebabkan oleh kerusakan organ maupun sekadar penumpukan kotoran telinga.<\/p>\n<h2>Jutaan Orang Alami Gangguan Telinga<\/h2>\n<p>Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 18,6 juta orang berusia di atas 7 tahun telah menjalani skrining. Dari jumlah tersebut, 1,8 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan telinga.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/864232\/gangguan-pendengaran-picu-demensia-berikut-studi-terbaru--cara-cegah\" title=\"Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru &amp; Cara Cegah!\" target=\"_blank\">Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru &amp; Cara Cegah!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dari hasil program CKG saja pada 2025 lalu ada 18,6 juta orang yang dilakukan skrining dan 1,8 persen di antaranya ada gangguan telinga. Paling banyak adalah masalah kotoran telinga,&#8221; ujar Nadia dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (2\/3).<\/p>\n<p>Tren ini berlanjut hingga awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, sebanyak 4,1 juta orang telah melakukan pemeriksaan CKG, di mana 51 ribu orang atau sekitar 1,24% teridentifikasi mengalami gangguan pendengaran.<\/p>\n<p>Nadia menekankan bahwa sejak tahun 2013, gangguan pendengaran konsisten menjadi kendala kesehatan yang signifikan. Hal ini menjadi perhatian serius karena permasalahan pendengaran memberikan dampak domino yang besar bagi masa depan generasi muda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/794901\/dokter-tht-imbau-terapkan-aturan-60-60-demi-lindungi-kesehatan-telinga\" title=\"Dokter THT Imbau Terapkan Aturan 60-60 Demi Lindungi Kesehatan Telinga\" target=\"_blank\">Dokter THT Imbau Terapkan Aturan 60-60 Demi Lindungi Kesehatan Telinga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menyambut peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh pada 3 Maret 2026, pemerintah memfokuskan perhatian pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perlindungan-pendengaran-anak\" title=\"perlindungan pendengaran anak\">perlindungan pendengaran anak<\/a>-anak. Tema yang diusung tahun ini adalah <i>&#8220;From Communities to Classroom, Hearing Care for Every Child&#8221;<\/i>.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pentingnya-pendengaran-bagi\" title=\"Pentingnya Pendengaran bagi\">Pentingnya Pendengaran bagi<\/a> Tumbuh Kembang Anak<\/h3>\n<p>Pendengaran bukan sekadar fungsi indra, melainkan fondasi utama dalam tumbuh kembang seorang anak. Gangguan yang tidak tertangani dapat menghambat berbagai aspek kehidupan, antara lain:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Prestasi belajar di sekolah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kualitas interaksi sosial dengan teman sebaya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Produktivitas individu saat memasuki usia dewasa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Melalui peringatan tahun ini, Kemenkes mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-telinga\" title=\"kesehatan telinga\">kesehatan telinga<\/a> sejak dini, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia, guna menciptakan generasi yang lebih produktif dan berkualitas.<\/p>\n<p>Lakukan pemeriksaan telinga secara rutin minimal 6 bulan sekali di fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah penumpukan serumen (kotoran telinga) yang dapat mengganggu pendengaran. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/865830\/masalah-pendengaran-anak-masih-tinggi-kemenkes-18-persen-warga-alami-gangguan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masalah Pendengaran Anak Masih Tinggi.(Freepik) MASALAH gangguan pendengaran di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat sejak 2013 hingga saat ini. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa deteksi dini melalui skrining tetap menjadi kunci utama untuk mencegah dampak jangka panjang, terutama pada anak-anak. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12861,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-12860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}