{"id":12810,"date":"2026-03-02T03:58:53","date_gmt":"2026-03-02T03:58:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/02\/3-554-warga-di-sumut-masih-mengungsi-akibat-banjir-november-2025\/"},"modified":"2026-03-02T03:58:53","modified_gmt":"2026-03-02T03:58:53","slug":"3-554-warga-di-sumut-masih-mengungsi-akibat-banjir-november-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/02\/3-554-warga-di-sumut-masih-mengungsi-akibat-banjir-november-2025\/","title":{"rendered":"3.554 Warga di Sumut masih Mengungsi Akibat Banjir November 2025"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/02\/1772423306_8ea6893d43782a3d839c.jpg\" alt=\"3.554 Warga di Sumut masih Mengungsi Akibat Banjir November 2025\"\/><figcaption>Penyintas bencana hidrometeorologi Aceh Tamiang mengangkut barang saat pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di halaman sekretariat DPRK Aceh Tamiang, Aceh, Senin (16\/2\/2026).(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PUSAT\u00a0Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara mencatat sebanyak 3.554 orang masih berada di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi itu pada 27 November 2025.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Minggu (1\/3),\u00a0jumlah pengungsi tersebut berasal dari 921 kepala keluarga dan tersebar di dua dari 20 kabupaten\/kota terdampak.<\/p>\n<p>Pusdalops PB Sumut mencatat sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Tengah sebanyak 2.564 jiwa, sementara Kabupaten Tapanuli Selatan menampung 990 jiwa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/845788\/di-tengah-padatnya-pelintas-pengungsi-di-garoga-tapanuli-selatan-masih-bergulat-dengan-duka\" title=\"Di Tengah Padatnya Pelintas, Pengungsi di Garoga Tapanuli Selatan masih Bergulat dengan Duka\" target=\"_blank\">Di Tengah Padatnya Pelintas, Pengungsi di Garoga Tapanuli Selatan masih Bergulat dengan Duka<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, menekankan bahwa laporan ini merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.<\/p>\n<p>&#8220;Data merupakan update per 1 Maret 2026 pukul 17.00 WIB,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan di masing-masing wilayah, dengan koordinasi dari pemangku kebijakan terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya,&#8221; ujar Sri Wahyuni Pancasilawati.<\/p>\n<p>Data Pusdalops PB Sumut mencatat total 20 kabupaten\/kota terdampak bencana alam, meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat. (Ant\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/865706\/3554-warga-di-sumut-masih-mengungsi-akibat-banjir-november-2025\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyintas bencana hidrometeorologi Aceh Tamiang mengangkut barang saat pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di halaman sekretariat DPRK Aceh Tamiang, Aceh, Senin (16\/2\/2026).(Antara) PUSAT\u00a0Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara mencatat sebanyak 3.554 orang masih berada di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi itu pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-12810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12810\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}