{"id":123918,"date":"2026-10-24T14:08:57","date_gmt":"2026-10-24T07:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/wabah-ebola-di-rd-kongo-meluas-ke-8-provinsi-35-juta-orang-terancam-kelaparan\/"},"modified":"2026-10-24T14:08:57","modified_gmt":"2026-10-24T07:08:57","slug":"wabah-ebola-di-rd-kongo-meluas-ke-8-provinsi-35-juta-orang-terancam-kelaparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/wabah-ebola-di-rd-kongo-meluas-ke-8-provinsi-35-juta-orang-terancam-kelaparan\/","title":{"rendered":"Wabah Ebola di RD Kongo Meluas ke 8 Provinsi, 3,5 Juta Orang Terancam Kelaparan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/24\/1792825599_3bc4ee2ba7149648aa09.jpg\" alt=\"Wabah Ebola di RD Kongo Meluas ke 8 Provinsi, 3,5 Juta Orang Terancam Kelaparan\"\/><figcaption>Virus Ebola menyebar ke delapan provinsi di RD Kongo.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>VIRUS Ebola dilaporkan telah menyebar ke delapan dari 26 provinsi di Republik Demokratik (RD) Kongo, memicu krisis kemanusiaan ganda. Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan bahwa hampir 3,5 juta orang di wilayah terdampak kini menghadapi kelaparan akut pada tingkat krisis atau lebih buruk (IPC Fase 3 ke atas).<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang diterima pada Jumat (24\/10), WFP mengungkapkan bahwa 97 persen dari mereka yang terdampak langsung oleh wabah masih sangat membutuhkan bantuan pangan. Epidemi ini telah melumpuhkan sendi-sendi ekonomi lokal dengan mengganggu operasi pasar dan menghilangkan sumber pendapatan masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pembatasan pergerakan yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus semakin menyulitkan akses warga terhadap bahan pangan. Situasi di lapangan kian memprihatinkan akibat kombinasi konflik bersenjata yang terus berlangsung, gelombang pengungsian paksa, serta infrastruktur jalan yang buruk.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893470\/wabah-ebola-di-rd-kongo-ketakutan-dan-penyangkalan-di-tengah-konflik\" title=\"Wabah Ebola di RD Kongo: Ketakutan dan Penyangkalan di Tengah Konflik\" target=\"_blank\">Wabah Ebola di RD Kongo: Ketakutan dan Penyangkalan di Tengah Konflik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengatasi krisis ini, badan PBB tersebut membutuhkan dana darurat sebesar 214 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun (kurs saat ini) untuk enam bulan ke depan. Dana tersebut akan difokuskan bagi penduduk paling rentan di wilayah timur RD Kongo.<\/p>\n<p>Dari total kebutuhan dana tersebut, sebesar 78,6 juta dolar AS dialokasikan khusus untuk pengadaan makanan siap saji dan jatah makanan kering. Bantuan ini ditargetkan bagi pasien yang terdampak langsung epidemi serta keluarga mereka yang kehilangan akses nafkah.<\/p>\n<p>Wabah Ebola di RD Kongo kali ini mulai merebak sejak April 2026. Tantangan medis menjadi sangat berat karena jenis virus yang menyebar adalah Ebola Bundibugyo, yang hingga saat ini vaksin maupun pengobatannya belum memiliki izin resmi secara internasional. (<em>Ant\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/948154\/wabah-ebola-di-rd-kongo-meluas-ke-8-provinsi-35-juta-orang-terancam-kelaparan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Virus Ebola menyebar ke delapan provinsi di RD Kongo.(Dok. Antara) VIRUS Ebola dilaporkan telah menyebar ke delapan dari 26 provinsi di Republik Demokratik (RD) Kongo, memicu krisis kemanusiaan ganda. Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan bahwa hampir 3,5 juta orang di wilayah terdampak kini menghadapi kelaparan akut pada tingkat krisis atau lebih buruk (IPC Fase [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123919,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123918"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123918\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}