{"id":123876,"date":"2026-10-24T12:15:54","date_gmt":"2026-10-24T05:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/waspada-dokter-ungkap-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-tanda-bayi-alami-penyakit-jantung-bawaan\/"},"modified":"2026-10-24T12:15:54","modified_gmt":"2026-10-24T05:15:54","slug":"waspada-dokter-ungkap-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-tanda-bayi-alami-penyakit-jantung-bawaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/waspada-dokter-ungkap-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-tanda-bayi-alami-penyakit-jantung-bawaan\/","title":{"rendered":"Waspada Dokter Ungkap Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Tanda Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/24\/1792815039_5e978fd55b7878936e08.png\" alt=\"Waspada! Dokter Ungkap Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Tanda Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KONSULTAN jantung anak, Dr. Anisa Rahmadhany, mengingatkan para orangtua untuk mewaspadai berbagai tanda klinis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung-bawaan\" title=\"Penyakit Jantung Bawaan\">penyakit jantung bawaan<\/a> (PJB) pada bayi. Sejumlah gejala awal kerap tidak disadari dan baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah lahir, salah satunya adalah bayi yang menjadi lebih cepat lelah ketika menyusu.<\/p>\n<p>Dikutip dari <em>Antara, <\/em>Sabtu (24\/10), Dr. Anisa menjelaskan bahwa PJB merupakan kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk sejak masa perkembangan janin. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 50.000 bayi lahir dengan PJB setiap tahunnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Gejala dan Tanda-Tanda penyakit jantung bawaan pada Bayi yang Perlu Diwaspadai<\/h2>\n<p>Karena bentuk dan tingkat keparahan kelainan bervariasi, mulai dari lubang sekat jantung, gangguan katup, hingga kelainan pembuluh darah, gejala yang muncul pada setiap anak tidak selalu sama. Tubuh bayi pada awalnya mungkin masih mampu beradaptasi, namun seiring meningkatnya kebutuhan oksigen, gejala mulai tampak.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887804\/kenali-tanda-penyakit-jantung-bawaan-pada-anak-dan-cara-deteksinya\" title=\"Kenali Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Cara Deteksinya\" target=\"_blank\">Kenali Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Cara Deteksinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Orangtua diimbau untuk segera memeriksakan buah hati ke tenaga medis jika menemukan tanda-tanda berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Lelah saat menyusu: Bayi sering berhenti di tengah aktivitas menyusu karena kehabisan tenaga atau bernapas lebih cepat dari biasanya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Keringat berlebihan: Bayi kerap berkeringat secara tidak wajar saat sedang menyusu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kenaikan berat badan tidak optimal: Pertumbuhan berat badan anak tertinggal atau tidak sesuai dengan kurva usianya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kesulitan bernapas &amp; Perubahan warna kulit: Napas tampak cepat secara menetap, serta munculnya warna kebiruan pada bibir atau lidah.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Dr. Anisa juga meluruskan anggapan bahwa bayi yang lahir dengan kondisi tampak bugar, menangis kuat, dan memiliki skor Apgar normal pasti terbebas dari kelainan jantung. Skor Apgar merupakan penilaian awal beberapa menit pertama kehidupan dan bukan alat untuk mendeteksi kelainan struktur organ dalam.<\/p>\n<h2>Pentingnya Skrining Dini dan Pemeriksaan Lanjutan<\/h2>\n<p>Sebagai langkah pencegahan, orangtua disarankan melengkapi pemeriksaan bayi baru lahir dengan skrining yang tepat. Salah satu metode sederhana dan non-invasif adalah pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oximeter pada tangan kanan dan salah satu kaki bayi guna mendeteksi PJB kritis.<\/p>\n<p>Jika hasil skrining menunjukkan ketidaknormalan atau ditemukan kecurigaan klinis, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan berupa ekokardiografi (USG jantung). Dengan deteksi dan penanganan sejak dini, sebagian besar anak dengan PJB kini memiliki kesempatan besar untuk tumbuh dan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/948113\/waspada-dokter-ungkap-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-tanda-bayi-alami-penyakit-jantung-bawaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) KONSULTAN jantung anak, Dr. Anisa Rahmadhany, mengingatkan para orangtua untuk mewaspadai berbagai tanda klinis penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi. Sejumlah gejala awal kerap tidak disadari dan baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah lahir, salah satunya adalah bayi yang menjadi lebih cepat lelah ketika menyusu. Dikutip dari Antara, Sabtu (24\/10), Dr. Anisa menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}