{"id":123799,"date":"2026-10-24T09:09:54","date_gmt":"2026-10-24T02:09:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/capaian-atlet-muda-di-nagoya-jadi-modal-indonesia-menuju-paralimpiade-2028\/"},"modified":"2026-10-24T09:09:54","modified_gmt":"2026-10-24T02:09:54","slug":"capaian-atlet-muda-di-nagoya-jadi-modal-indonesia-menuju-paralimpiade-2028","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/capaian-atlet-muda-di-nagoya-jadi-modal-indonesia-menuju-paralimpiade-2028\/","title":{"rendered":"Capaian Atlet Muda di Nagoya Jadi Modal Indonesia Menuju Paralimpiade 2028"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/24\/1792802122_7e1f0b58fabfcec732d5.jpg\" alt=\"Capaian Atlet Muda di Nagoya Jadi Modal Indonesia Menuju Paralimpiade 2028\"\/><figcaption>Atlet lempar cakram Indonesia I Kadek Dwi Purwana Yasa berfoto sambil membawa bendera Merah Putih usai keluar sebagai juara pada final atletik lempar cakram putra F57 Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Selasa (20\/10\/2026(ANTARA FOTO\/Mohammad Ayudha)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MUNCULNYA deretan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/atlet-muda\" title=\"atlet muda\">atlet muda<\/a> peraih medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam menatap regenerasi atlet menuju <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paralimpiade\" title=\"Paralimpiade\">Paralimpiade<\/a> Los Angeles 2028.<\/p>\n<p>Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, menilai para atlet muda yang sukses mengukir prestasi gemilang di Nagoya perlu segera mendapatkan pembinaan jangka panjang melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkesinambungan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cMakanya, itu menjadi salah satu cara agar si atlet-atlet ini bisa tetap konsisten,\u201d kata Reda dikutip dari <em>Antara, <\/em>Sabtu (24\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/946725\/pecahkan-rekor-dunia-lempar-lembing-di-asian-para-games-2026-kadek-yasa-masih-di-bawah-hasil-latihan\" target=\"_blank\" title=\"Pecahkan Rekor Dunia Lempar Lembing di Asian Para Games 2026, Kadek Yasa: Masih di Bawah Hasil Latihan\">Pecahkan Rekor Dunia Lempar Lembing di Asian Para Games 2026, Kadek Yasa: Masih di Bawah Hasil Latihan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu talenta muda yang menyedot perhatian publik adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/i-kadek-dwi-purwana-yasa\" title=\"I Kadek Dwi Purwana Yasa\">I Kadek Dwi Purwana Yasa<\/a>, atlet pelempar cakram asal Bali. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Kadek sukses merengkuh medali emas pada nomor F57 putra sekaligus memecahkan rekor dunia.<\/p>\n<p>Pada pertandingan yang berlangsung Selasa (20\/10), Kadek membukukan lemparan sejauh 49,75 meter, melampaui rekor dunia sebelumnya sejauh 48,68 meter yang juga tercipta atas namanya sendiri.<\/p>\n<p>Langkah impresif serupa ditunjukkan oleh perenang muda berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman. Tampil pada nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 pada Kamis (22\/10\/2026), Abdil berhasil menyabet medali emas setelah membukukan rekor waktu 1 menit 20,26 detik. Pencapaian ini terasa makin istimewa mengingat ajang di Nagoya merupakan penampilan debutnya di tingkat Asian Para Games.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/946479\/kadek-dwi-pecahkan-rekor-dunia-lempar-cakram-di-asian-para-games-2026\" target=\"_blank\" title=\"Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia Lempar Cakram di Asian Para Games 2026\">Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia Lempar Cakram di Asian Para Games 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain kedua sosok tersebut, sejumlah atlet muda dan debutan Merah Putih lainnya turut memberikan kontribusi nyata dengan menyumbang medali perak serta perunggu dari berbagai cabang olahraga.<\/p>\n<p>Reda menegaskan bahwa capaian manis di Nagoya harus segera ditindaklanjuti melalui program pembinaan sistematis guna menjaga kebugaran fisik sekaligus mengasah kemampuan teknis atlet menghadapi iklim kompetisi yang lebih tinggi. Terlebih lagi, sebelum bertarung di Paralimpiade Los Angeles 2028, kontingen Indonesia dijadwalkan bakal lebih dulu berlaga pada ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.<\/p>\n<p>Hingga Jumat malam, kontingen Indonesia telah mengumpulkan total 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Raihan ini melampaui jauh dari target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.<br \/>&#13;<br \/>\n(Ant\/P-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/948083\/capaian-atlet-muda-di-nagoya-jadi-modal-indonesia-menuju-paralimpiade-2028\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Atlet lempar cakram Indonesia I Kadek Dwi Purwana Yasa berfoto sambil membawa bendera Merah Putih usai keluar sebagai juara pada final atletik lempar cakram putra F57 Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Selasa (20\/10\/2026(ANTARA FOTO\/Mohammad Ayudha) MUNCULNYA deretan atlet muda peraih medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}