{"id":123797,"date":"2026-10-24T09:05:02","date_gmt":"2026-10-24T02:05:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/kekurangan-vitamin-d-bikin-usus-dan-lambung-rentan-kena-infeksi-bakteri\/"},"modified":"2026-10-24T09:05:02","modified_gmt":"2026-10-24T02:05:02","slug":"kekurangan-vitamin-d-bikin-usus-dan-lambung-rentan-kena-infeksi-bakteri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/kekurangan-vitamin-d-bikin-usus-dan-lambung-rentan-kena-infeksi-bakteri\/","title":{"rendered":"Kekurangan Vitamin D Bikin Usus dan Lambung Rentan Kena Infeksi Bakteri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/23\/1792762999_52f110d1359958094234.png\" alt=\"Kekurangan Vitamin D Bikin Usus dan Lambung Rentan Kena Infeksi Bakteri\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vitamin-d\" title=\"vitamin D\">VITAMIN D<\/a> selama ini dikenal luas berkhasiat menjaga kesehatan tulang serta meningkatkan suasana hati (<em>mood<\/em>). Namun, riset kesehatan terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa\u00a0kekurangan\u00a0vitamin D dapat melemahkan sistem pertahanan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/usus\" title=\"usus\">usus<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lambung\" title=\"lambung\">lambung<\/a>, sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi bakteri.<\/p>\n<p>Sebuah studi ilmiah terbaru yang melibatkan 502 responden menemukan hubungan erat antara kadar vitamin D yang rendah dan tingginya risiko terinfeksi <em>Helicobacter pylori<\/em> (<em>H. pylori<\/em>), bakteri penyebab radang lambung dan tukak lambung yang menginfeksi hampir separuh populasi dunia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Korelasi Vitamin D dan Infeksi Lambung<\/h2>\n<p>Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang mencukupi (sufficient) memiliki peluang hingga 98 persen lebih rendah untuk teruji positif infeksi H. pylori dibandingkan dengan kelompok yang mengalami defisiensi parah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/946115\/waspada-osteoporosis-di-usia-muda-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya\" title=\"Waspada Osteoporosis di Usia Muda, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya\" target=\"_blank\">Waspada Osteoporosis di Usia Muda, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui uji metabolomik seluler, peneliti mendapati bahwa rendahnya kadar vitamin D memicu perubahan pada jalur metabolisme lemak tubuh (<em>lipid pathways<\/em>), khususnya sfingolipid dan gliserofosfolipid. Komponen lemak ini berfungsi vital sebagai penyusun membran sel imun dan pengatur respons peradangan. Ketika vitamin D berada di tingkat rendah, komunikasi sel kekebalan dalam melawan patogen asing di dinding pencernaan menjadi terganggu.<\/p>\n<h2>Peran Vital Vitamin D bagi Sistem Imun Pencernaan<\/h2>\n<p>Dalam sistem pencernaan, vitamin D berperan penting untuk:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Menjaga Lapisan Mukosa Usus: Mencegah bakteri berbahaya seperti H. pylori menembus dinding lambung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Meregulasi Protein Anti-Patogen: Membantu sel kekebalan mengenali dan merespons ancaman mikroba asing secara efektif.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengontrol Peradangan: Mencegah reaksi inflamasi berlebih yang dapat merusak jaringan organ pencernaan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa studi ini bersifat asosiatif (<em>cross-sectional<\/em>) dan suplementasi vitamin D bukanlah pengganti obat medis. Infeksi H. pylori aktif tetap memerlukan penanganan medis standar menggunakan kombinasi antibiotik dan obat penekan asam lambung.<\/p>\n<h2>Tips Menjaga Kadar Vitamin D Optimal<\/h2>\n<p>Guna memastikan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan tetap prima, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa kadar 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D] dalam darah secara berkala. Pemenuhan kebutuhan vitamin D dapat dilakukan melalui:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Berjemur Sinar Matahari: Paparan sinar UVB selama 10\u201330 menit di siang hari beberapa kali seminggu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Asupan Nutrisi: Mengonsumsi ikan berlemak (salmon, sarden), kuning telur, serta produk pangan terfortifikasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Suplementasi Vitamin D3: Konsumsi suplemen vitamin D3 sesuai panduan dan dosis rekomendasi dokter.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>(MindBodyGreen\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/947995\/kekurangan-vitamin-d-bikin-usus-dan-lambung-rentan-kena-infeksi-bakteri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) VITAMIN D selama ini dikenal luas berkhasiat menjaga kesehatan tulang serta meningkatkan suasana hati (mood). Namun, riset kesehatan terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa\u00a0kekurangan\u00a0vitamin D dapat melemahkan sistem pertahanan usus dan lambung, sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi bakteri. Sebuah studi ilmiah terbaru yang melibatkan 502 responden menemukan hubungan erat antara kadar vitamin D yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}