{"id":123719,"date":"2026-10-24T03:36:53","date_gmt":"2026-10-23T20:36:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-dinilai-perkuat-agenda-kesejahteraan\/"},"modified":"2026-10-24T03:36:53","modified_gmt":"2026-10-23T20:36:53","slug":"dua-tahun-pemerintahan-prabowo-dinilai-perkuat-agenda-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-dinilai-perkuat-agenda-kesejahteraan\/","title":{"rendered":"Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Dinilai Perkuat Agenda Kesejahteraan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div id=\"\"><!--\/it--><!--it-->&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Penilaian tersebut dituangkan dalam buku <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if--><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dua-tahun-pemerintahan-prabowo\" title=\"Dua Tahun Pemerintahan Prabowo\">Dua Tahun Pemerintahan Prabowo<\/a>: Transformasi Menuju Kesejahteraan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if-->, yang mengulas delapan capaian pemerintahan Prabowo, terdiri atas empat capaian ekonomi dan empat capaian politik. Buku ini melanjutkan evaluasi tahunan GREAT Institute setelah penerbitan kajian tahun pertama bertajuk <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Paradigm Shifting: Membawa Optimisme dan Catatan Kritis<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if-->. Jika tahun pertama menandai pergeseran orientasi kebijakan, tahun kedua memperlihatkan bagaimana keberpihakan tersebut diterjemahkan ke dalam prioritas anggaran, pelayanan masyarakat, dan penggunaan kewenangan negara.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><br \/>\n&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Direktur Eksekutif GREAT Institute, Dr. Sudarto, menilai transformasi tersebut memiliki dimensi ekonomi sekaligus politik. Menurutnya, negara mengambil tanggung jawab lebih besar untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi pada kelompok terbatas serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar dan sumber daya ekonomi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/931010\/kepuasan-publik-turun-jelang-2-tahun-pemerintahan-prabowo-pakar-desak-evaluasi-menteri\" title=\"Kepuasan Publik Turun Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Pakar Desak Evaluasi Menteri\" target=\"_blank\">Kepuasan Publik Turun Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Pakar Desak Evaluasi Menteri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cYang kami apresiasi dari Presiden Prabowo adalah keberanian politiknya menggunakan kewenangan negara untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi dan memperluas kesejahteraan rakyat. Keberpihakan itu diterjemahkan ke dalam prioritas anggaran, perlindungan pekerja, dan penertiban penguasaan sumber daya. Inilah transformasi yang dilakukan setelah pergeseran paradigma. Negara mengambil tanggung jawab lebih besar atas arah dan pembagian hasil pembangunan,\u201d ujar Sudarto, dalam keterangannya, Jumat (22\/10).\u00a0<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Memperluas Pelayanan Dasar dan Negara Kesejahteraan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Capaian pertama adalah perluasan jangkauan negara kesejahteraan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Sekolah Rakyat. Ketiga program ini memperluas pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan keluarga, sekaligus menempatkan pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, dan kesempatan memperoleh pendidikan sebagai bagian penting dari tanggung jawab negara.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Kementerian Keuangan mencatat MBG telah menjangkau hampir 57 juta penerima per 31 Agustus 2026. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa CKG menjangkau 73,8 juta penduduk per 31 Juli 2026. Sementara itu, menurut Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat menampung 43.346 siswa pada tahun ajaran 2026\/2027.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/912005\/sensus-ekonomi-2026-great-institute-tekankan-pentingnya-partisipasi-masyarakat-dan-dunia-usaha\" title=\"Sensus Ekonomi 2026, GREAT Institute Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha\" target=\"_blank\">Sensus Ekonomi 2026, GREAT Institute Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya jangkauan pelayanan yang dibangun dalam dua tahun pertama pemerintahan. CKG memperluas akses terhadap pemeriksaan dan deteksi dini masalah kesehatan, sedangkan Sekolah Rakyat melalui pendidikan berasrama membuka kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cBagi keluarga, arti pembangunan terasa ketika anak memperoleh makanan bergizi, kesehatan dapat diperiksa, dan kesempatan sekolah terbuka. Negara telah menambah jalur pelayanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Skala jangkauan yang terbentuk merupakan capaian besar yang layak mendapat pengakuan,\u201d kata Sudarto.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Capaian ekonomi berikutnya adalah penguatan pertumbuhan. Setelah tumbuh 5,11% sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada triwulan I 2026. Berdasarkan perbandingan seri Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut merupakan pertumbuhan triwulan I tertinggi sejak 2012. Secara kumulatif, ekonomi tumbuh 5,45% pada semester I 2026, lebih tinggi daripada pertumbuhan 4,99% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penyumbang terbesar, disertai kontribusi investasi dan belanja pemerintah.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Sejalan dengan perkembangan tersebut, persentase penduduk miskin turun dari 8,57% pada September 2024 menjadi 8,07% pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 1,13 juta orang, dari 24,06 juta menjadi 22,93 juta. GREAT Institute menilai penguatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan jumlah penduduk miskin memberikan landasan yang semakin nyata bagi agenda peningkatan kesejahteraan, meskipun keberlanjutan perbaikan tersebut tetap perlu dijaga.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Transisi Energi dan Penguatan Pasokan Domestik<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Transisi energi menjadi capaian ekonomi lainnya. Penerapan mandatori biodiesel B40 sejak Januari 2025 memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati dalam pasokan energi domestik. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) mencatat pemanfaatan biodiesel mencapai 14,94 juta kiloliter sepanjang 2025.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pada tahun yang sama, kapasitas terpasang pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) bertambah sekitar 1,3 gigawatt, sehingga mencapai sekitar 15,6 gigawatt. Perkembangan ini mendukung diversifikasi pasokan energi dan pemanfaatan sumber daya domestik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta kegiatan usaha.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Bagi GREAT Institute, transisi energi merupakan bagian dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/agenda-kesejahteraan\" title=\"Agenda Kesejahteraan\">agenda kesejahteraan<\/a> karena berkaitan dengan ketahanan pasokan, pemanfaatan sumber daya dalam negeri, dan keberlanjutan kegiatan ekonomi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Perlindungan Pekerja dan Perluasan Akses Ekonomi<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Di bidang politik, salah satu capaian yang disoroti adalah penguatan perlindungan pekerja dan perluasan akses terhadap sumber daya ekonomi. Manfaat tunai Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) diperkuat menjadi 60% dari upah yang menjadi dasar perhitungan, selama paling lama enam bulan, dengan batas upah Rp5 juta per bulan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Perluasan akses ekonomi juga tercermin dalam redistribusi tanah. Menurut Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), sebanyak 195.734 bidang tanah didistribusikan kepada 39.556 keluarga sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Selain itu, pembentukan koperasi desa dan kelurahan diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat serta memperluas kesempatan berusaha di tingkat lokal.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->GREAT Institute memandang perlindungan pekerja dan perluasan akses terhadap aset produktif sebagai instrumen penting untuk memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi risiko ekonomi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan produktif.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pemberantasan Korupsi dan Pemulihan Aset Publik<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Capaian berikutnya berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan pemulihan sumber daya publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan pemulihan aset senilai Rp1,531 triliun sepanjang 2025, lebih dari dua kali nilai yang dicatat pada 2024.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pemulihan aset tersebut menunjukkan hasil konkret upaya penegakan hukum dalam mengembalikan nilai ekonomi kepada negara. Bagi GREAT Institute, penguatan upaya antikorupsi dan pemulihan aset penting untuk menjaga sumber daya publik agar dapat mendukung kepentingan masyarakat secara lebih luas.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Penguatan Penguasaan Negara atas Sumber Daya<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Penguatan penguasaan negara atas kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat menjadi capaian politik lainnya. Kejaksaan melaporkan bahwa hingga 6 Oktober 2026, luas kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali secara kumulatif mencapai sekitar 6,21 juta hektare di sektor perkebunan dan 14.634 hektare di sektor pertambangan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Langkah tersebut memperkuat peran negara dalam menertibkan pemanfaatan kawasan dan mengawasi pengelolaan sumber daya. Menurut GREAT Institute, penertiban ini perlu diikuti tata kelola yang akuntabel agar pemanfaatan kekayaan alam dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cNegara yang melayani masyarakat juga harus mampu menjaga kekayaan bersama. Pemulihan aset dan penertiban kawasan memperlihatkan bahwa agenda kesejahteraan menjangkau pelayanan sosial sekaligus penguasaan sumber daya ekonomi. Kekayaan publik harus diarahkan untuk memperluas manfaat pembangunan bagi rakyat,\u201d ujar Sudarto.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Demokrasi, Kelembagaan HAM, dan Pemenuhan Hak Warga<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pembahasan capaian politik juga mencakup penguatan kelembagaan demokrasi dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM). Pembentukan Kementerian HAM dan Kementerian Kebudayaan memberikan mandat kelembagaan tersendiri bagi kedua bidang tersebut di tingkat kementerian.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Selain itu, Presiden Prabowo memberikan amnesti kepada 1.178 terpidana melalui Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2025. GREAT Institute menempatkan penguatan kelembagaan dan penggunaan kewenangan konstitusional tersebut sebagai bagian dari agenda kesejahteraan yang tidak hanya mencakup aspek material, tetapi juga martabat, hak, dan kehidupan warga negara.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut GREAT Institute, capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa agenda kesejahteraan memiliki cakupan luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan ekonomi hingga penguatan kelembagaan yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menjaga Keberlanjutan Agenda Kesejahteraan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menutup evaluasi dua tahun pemerintahan, Sudarto menegaskan bahwa keberpihakan terhadap kesejahteraan perlu diterjemahkan secara konsisten ke dalam pelaksanaan kebijakan dan hasil yang dirasakan masyarakat.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cPresiden Prabowo layak mendapat apresiasi atas keberanian menetapkan prioritas kesejahteraan dan menggerakkan pemerintahan untuk menjalankannya pada skala yang luas. Delapan capaian yang kami soroti memberi dasar kuat untuk menilai bahwa agenda kesejahteraan Prabowo telah bergerak dari pilihan politik menjadi upaya nyata pemerintahan. Tugas bersama kita adalah meneruskan kemajuan tersebut agar semakin banyak keluarga dapat membangun kehidupan yang aman dan sejahtera,\u201d pungkas Sudarto.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Bagi GREAT Institute, dua tahun pemerintahan Prabowo memperlihatkan upaya menerjemahkan orientasi kesejahteraan ke dalam program pelayanan, perlindungan ekonomi, transisi energi, penegakan hukum, dan pengelolaan sumber daya. Tantangan selanjutnya adalah memastikan berbagai capaian tersebut berkelanjutan, terlaksana secara efektif, dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat. (Cah\/P-3)<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><!--\/comp--><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/947963\/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-dinilai-perkuat-agenda-kesejahteraan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#13; Penilaian tersebut dituangkan dalam buku Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Transformasi Menuju Kesejahteraan, yang mengulas delapan capaian pemerintahan Prabowo, terdiri atas empat capaian ekonomi dan empat capaian politik. Buku ini melanjutkan evaluasi tahunan GREAT Institute setelah penerbitan kajian tahun pertama bertajuk Paradigm Shifting: Membawa Optimisme dan Catatan Kritis. Jika tahun pertama menandai pergeseran orientasi kebijakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123719\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}