{"id":123637,"date":"2026-10-24T00:04:36","date_gmt":"2026-10-23T17:04:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/bnpb-kejadian-karhutla-bertambah-di-16-wilayah-indonesia\/"},"modified":"2026-10-24T00:04:36","modified_gmt":"2026-10-23T17:04:36","slug":"bnpb-kejadian-karhutla-bertambah-di-16-wilayah-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/24\/bnpb-kejadian-karhutla-bertambah-di-16-wilayah-indonesia\/","title":{"rendered":"BNPB Kejadian Karhutla Bertambah di 16 Wilayah Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/23\/1792770255_b5874ac1684c470ce7e5.jpeg\" alt=\"BNPB: Kejadian Karhutla Bertambah di 16 Wilayah Indonesia\"\/><figcaption>Karhutla di Kalbar.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bnpb\" title=\"BNPB\">BNPB<\/a>) melaporkan adanya penambahan kejadian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-hutan-dan-lahan\" title=\"kebakaran hutan dan lahan\">kebakaran hutan dan lahan<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>) di 16 wilayah di Indonesia per Jumat (23\/10\/2026). Penambahan ini tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Sumatra.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, merinci wilayah-wilayah tersebut mencakup Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten di Pulau Jawa. Sementara di Sulawesi, titik api terpantau di Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Parigi Moutong.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Sedangkan di Maluku Utara ada di Kepulauan Tidore, sementara Sumatra ada di Bangka Tengah,&#8221; ujar Berton dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat malam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945882\/kepala-bnpb-kristomei-pimpin-penanganan-karhutla-di-sumatera-selatan\" title=\"Kepala BNPB Kristomei Pimpin Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan\" target=\"_blank\">Kepala BNPB Kristomei Pimpin Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Data Bencana Nasional 2026<\/h3>\n<p>Berdasarkan catatan BNPB, sepanjang periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, telah terjadi sebanyak 2.204 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Mayoritas dari total kejadian tersebut masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>Untuk menangani karhutla yang meluas, BNPB telah mengerahkan puluhan ribu personel gabungan serta armada udara ke titik-titik krusial di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.<\/p>\n<h3>Penanganan di Sumatra dan Kalimantan<\/h3>\n<p>Di wilayah Sumatra, operasi pemadaman mencakup lahan seluas 2.431 hektare. Sumatra Selatan menjadi wilayah terdampak paling luas dengan 2.050 hektare. Sebanyak 33.106 personel satgas darat dan udara disiagakan di wilayah ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/930786\/update-karhutla-2026-72009-hektare-lahan-gambut-di-6-provinsi-telah-hangus-terbakar\" title=\"Update Karhutla 2026: 72.009 Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Telah Hangus Terbakar\" target=\"_blank\">Update Karhutla 2026: 72.009 Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Telah Hangus Terbakar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dukungan udara di Sumatra melibatkan 19 armada, yang terdiri dari:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>12 armada untuk operasi pengeboman air (<em>water bombing<\/em>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>7 armada untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Khusus di Sumatra Selatan, BNPB telah melaksanakan sembilan sorti OMC dengan menebarkan 5.800 kilogram <em>dry ice<\/em> dan 1.800 kilogram garam di wilayah Palembang dan sekitarnya guna memicu hujan buatan.<\/p>\n<p>Sementara itu, situasi di Kalimantan menunjukkan skala kebakaran yang lebih besar. Luas karhutla yang sedang ditangani mencapai 18.973 hektare, dengan rincian:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kalimantan Tengah: 16.097 hektare.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kalimantan Selatan: 1.506 hektare.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kalimantan Barat: 1.370 hektare.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Sebanyak 38.772 personel dikerahkan untuk memadamkan api di Kalimantan. Berton juga menambahkan bahwa pihaknya melakukan pergeseran kekuatan dengan menambah satu helikopter <em>water bombing<\/em> dari Kalimantan dan Sumatra untuk memperkuat pemadaman karhutla di wilayah Jawa Timur. (Ant\/h-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/948048\/bnpb-kejadian-karhutla-bertambah-di-16-wilayah-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla di Kalbar.(Dok. Antara) BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 wilayah di Indonesia per Jumat (23\/10\/2026). Penambahan ini tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Sumatra. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, merinci wilayah-wilayah tersebut mencakup Malang, Magetan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}