{"id":123570,"date":"2026-10-23T21:06:51","date_gmt":"2026-10-23T14:06:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/seluruh-jalur-pendakian-gunung-di-jawa-tengah-ditutup-akibat-karhutla\/"},"modified":"2026-10-23T21:06:51","modified_gmt":"2026-10-23T14:06:51","slug":"seluruh-jalur-pendakian-gunung-di-jawa-tengah-ditutup-akibat-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/seluruh-jalur-pendakian-gunung-di-jawa-tengah-ditutup-akibat-karhutla\/","title":{"rendered":"Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jawa Tengah Ditutup Akibat Karhutla"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/23\/1792762908_2deb41193816f5a331df.jpg\" alt=\"Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jawa Tengah Ditutup Akibat Karhutla\"\/><figcaption>Gunung Sumbing di Perbatasan Wonosobo dan Magelang masih terlihat membara Kamis (22\/10) malam akibat kebakaran yang belum padam.(MI\/AKHMAD SAFUAN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEBAKARAN hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>) di sejumlah gunung di Jawa Tengah terus meluas. Mengantisipasi dampak yang lebih besar mengingat musim kemarau diperkirakan masih panjang, otoritas terkait meminta seluruh jalur pendakian di wilayah tersebut ditutup sementara.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan pada Jumat (23\/10\/2026), karhutla di beberapa gunung seperti Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Proses pemadaman terus berlangsung intensif, baik melalui jalur darat maupun operasi udara.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah telah mengeluarkan surat resmi tertanggal 21 Oktober 2026 dengan Nomor S\/500.4\/891\/2026 perihal Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar. Surat ini menginstruksikan seluruh pengelola pos pendakian di Jawa Tengah untuk menghentikan aktivitas pendakian sementara waktu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905717\/bnpb-tak-ada-korban-jiwa-dalam-karhutla-di-aceh-jabar-dan-jateng\" title=\"BNPB: tak Ada Korban Jiwa dalam Karhutla di Aceh, Jabar, dan Jateng\u00a0\" target=\"_blank\">BNPB: tak Ada Korban Jiwa dalam Karhutla di Aceh, Jabar, dan Jateng\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kita minta seluruh jalur pendakian seperti Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu ditutup,&#8221; tegas Kepala DLHK Jawa Tengah, Heru Djatmika.<\/p>\n<p>Selain penutupan jalur, Heru menambahkan bahwa surat tersebut juga menekankan upaya penyiapan lahan tanpa bakar. Langkah ini diambil untuk mencegah kebakaran akibat aktivitas manusia di kawasan gunung dan lahan sekitarnya, mengingat banyaknya tanaman kering yang sangat mudah terbakar di tengah kemarau panjang.<\/p>\n<p>Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas masukan dari Polda Jawa Tengah, Balai Taman Nasional, dan pengelola kawasan hutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/883397\/warga-pekanbaru-diimbau-waspada-potensi-karhutla-akibat-el-nino-ekstrem\" title=\"Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem\" target=\"_blank\">Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena <i>human error<\/i> akibat aktivitas di gunung, baik itu petani maupun pendaki. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan api di area atas,&#8221; ujar Bergas.<\/p>\n<p>Saat ini, penanganan kebakaran di Gunung Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja masih terus diupayakan. Di Gunung Lawu, api dilaporkan telah meluas hingga mencakup area lebih dari 420 hektare dan mulai mendekati pemukiman warga dengan jarak sekitar lima kilometer.<\/p>\n<p>Untuk mempercepat pemadaman di Gunung Sumbing, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan permohonan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memindahkan satu unit helikopter <i>water bombing<\/i> dari Gunung Lawu guna mendukung operasi pemadaman udara di wilayah tersebut.<\/p>\n<div style=\"padding: 15px; border: 1px solid #ccc; background-color: #f9f9f9; border-radius: 5px;\"><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penutupan-jalur-pendakian\" title=\"penutupan jalur pendakian\">Penutupan jalur pendakian<\/a> ini berlaku hingga kondisi kembali kondusif dan ancaman kebakaran hutan serta lahan dinyatakan mereda oleh pihak berwenang.<\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947994\/seluruh-jalur-pendakian-gunung-di-jawa-tengah-ditutup-akibat-karhutla\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Sumbing di Perbatasan Wonosobo dan Magelang masih terlihat membara Kamis (22\/10) malam akibat kebakaran yang belum padam.(MI\/AKHMAD SAFUAN) KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah gunung di Jawa Tengah terus meluas. Mengantisipasi dampak yang lebih besar mengingat musim kemarau diperkirakan masih panjang, otoritas terkait meminta seluruh jalur pendakian di wilayah tersebut ditutup sementara. Berdasarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}