{"id":123487,"date":"2026-10-23T17:38:54","date_gmt":"2026-10-23T10:38:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/cegah-kebakaran-hutan-aktivitas-pendakian-tangkupan-perahu-masih-ditutup\/"},"modified":"2026-10-23T17:38:54","modified_gmt":"2026-10-23T10:38:54","slug":"cegah-kebakaran-hutan-aktivitas-pendakian-tangkupan-perahu-masih-ditutup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/cegah-kebakaran-hutan-aktivitas-pendakian-tangkupan-perahu-masih-ditutup\/","title":{"rendered":"Cegah Kebakaran Hutan Aktivitas Pendakian Tangkupan Perahu Masih Ditutup"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/23\/1792750921_79f23400a37d997f2c80.jpg\" alt=\"Cegah Kebakaran Hutan Aktivitas Pendakian Tangkupan Perahu Masih Ditutup\"\/><figcaption>Petugas melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan pinus Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perum-perhutani\" title=\"Perum Perhutani\">PERUM Perhutani<\/a> masih melarang pendakian di sejumlah lokasi untuk mencegah Kebakaran hutan di kawasan kaki Gunung Tangkuban Perahu, Kabupaten Bandung Barat, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-barat\" title=\"Jawa Barat\">Jawa Barat<\/a>\u00a0sepanjang musim kemarau.<\/p>\n<p>Dari hasil identifikasi awal di lapangan, rata-rata kejadian kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Komandan Regu (Danru) Polisi Hutan (Polhut) Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Budi Hartono menjelaskan, kemarau panjang kali ini membuat vegetasi dan serasah mengering hingga mudah tersulut api dan cepat merambat. Ia menyebut tercatat sudah tiga kali kejadian kebakaran di kawasan hutan Gunung Tangkuban Perahu.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947894\/pemadaman-kebakaran-hutan-di-gunung-ciremai-gunakan-water-bombing-dilakukan-hari-ini\" title=\"Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Gunakan Water Bombing Dilakukan Hari Ini\" target=\"_blank\">Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Gunakan Water Bombing Dilakukan Hari Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kondisi sekarang memang kering. Karena kemarau itu sudah menginjak lima bulan,&#8221; kata Budi, Jumat (23\/10).<\/p>\n<p>Budi menyebut, kebakaran hutan biasanya terjadi pada siang hari, sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, ketika cuaca panas terik. Kondisi vegetasi di bawah tegakan hutan yang mengering turut meningkatkan risiko api menjalar.<\/p>\n<p>&#8220;Dari tiga kejadian tersebut, luas lahan hutan yang terbakar di kawasan Lembang diperkirakan mencapai sekitar 2,1 hektar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/947876\/bulog-jawa-barat-lampaui-target-pengadaan-beras-2026-perkuat-dukungan-bagi-petani\" title=\"Bulog Jawa Barat Lampaui Target Pengadaan Beras 2026, Perkuat Dukungan bagi Petani\" target=\"_blank\">Bulog Jawa Barat Lampaui Target Pengadaan Beras 2026, Perkuat Dukungan bagi Petani<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Budi menuturkan, pada kejadian pertama, luas area terdampak kebakaran di kawasan Tangkupan Perauhsekitar 100 meter persegi karena petugas segera bergerak melakukan pemadaman. Sementara itu, kebakaran kedua menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Kebakaran berikutnya juga dilaporkan membakar area sekitar satu hektare.<\/p>\n<p>&#8220;Rumput dan serasah kering di permukaan tanah menjadi material yang mudah terbakar ketika terkena sumber api,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, lokasi kebakaran berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani yang biasa dilintasi masyarakat, termasuk pencari rumput dan pendaki. Jarak antarlokasi bervariasi, mulai sekitar 100 meter hingga satu kilometer.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk mencegah kebakaran terulang, kami tempatkan empat hingga lima personel di lokasi rawan. Mereka melakukan patroli sekaligus bersiaga dengan membawa peralatan penanganan kebakaran hutan,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Meski aktivitas pendakian ditutup, ia mengaku, masyarakat sekitar yang mencari pakan ternak masih diperbolehkan dengan catatan tidak menyalakan api yang bisa menyebabkan kebakaran.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini aktivitas pendakian Gunung Tangkuban Perahu masih ditutup. Namun masyarakat yang mencari rumput masih dibolehkan masuk untuk pakan ternak,&#8221; jelasnya. (H-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947914\/cegah-kebakaran-hutan-aktivitas-pendakian-tangkupan-perahu-masih-ditutup\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan pinus Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.(Dok.Istimewa) PERUM Perhutani masih melarang pendakian di sejumlah lokasi untuk mencegah Kebakaran hutan di kawasan kaki Gunung Tangkuban Perahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat\u00a0sepanjang musim kemarau. Dari hasil identifikasi awal di lapangan, rata-rata kejadian kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Meski demikian, penyebab pasti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123487"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123487\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}