{"id":123203,"date":"2026-10-23T04:43:57","date_gmt":"2026-10-22T21:43:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/dokter-anestesi-rscm-ungkap-tantangan-dalam-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-asal-bogor\/"},"modified":"2026-10-23T04:43:57","modified_gmt":"2026-10-22T21:43:57","slug":"dokter-anestesi-rscm-ungkap-tantangan-dalam-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-asal-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/dokter-anestesi-rscm-ungkap-tantangan-dalam-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-asal-bogor\/","title":{"rendered":"Dokter Anestesi RSCM Ungkap Tantangan dalam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam asal Bogor"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792678432_25e36cee8553dff55be2.jpg\" alt=\"Dokter Anestesi RSCM Ungkap Tantangan dalam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam asal Bogor\"\/><figcaption>Dokter anestesi anak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Andi Ade Wijaya.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TIM dokter spesialis anestesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rscm\" title=\"RSCM\">RSCM<\/a>) mengungkapkan berbagai tantangan berat dalam proses operasi pemisahan bayi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kembar-siam\" title=\"kembar siam\">kembar siam<\/a> laki-laki berinisial NA 1 dan NA 2. Operasi kompleks yang berlangsung pada 15-16 September 2026 tersebut melibatkan enam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokter-anestesi\" title=\"dokter anestesi\">dokter anestesi<\/a> yang bekerja secara maraton selama puluhan jam.<\/p>\n<p>Dokter spesialis anestesi konsultan anestesi anak RSCM, Andi Ade Wijaya, menjelaskan bahwa tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni Tim Merah dan Tim Biru, yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pemantauan kondisi kedua bayi tetap terjaga secara berkelanjutan selama tindakan medis berlangsung.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Andi, tantangan utama dalam operasi ini meliputi risiko perdarahan hebat, kehilangan cairan, serta kesulitan dalam mengubah posisi pasien. Kondisi bayi yang menyatu pada bagian perut dan tulang panggul (<em>ischiopagus<\/em>) membuat proses pengaturan posisi menjadi sangat krusial sekaligus berisiko, terutama saat pasien dalam pengaruh bius total dengan berbagai peralatan medis yang terpasang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947032\/guru-besar-ui-tegaskan-anak-di-bawah-usia-7-tahun-perlu-pengawasan-ketat\" title=\"Guru Besar UI Tegaskan Anak di Bawah Usia 7 Tahun Perlu Pengawasan Ketat\" target=\"_blank\">Guru Besar UI Tegaskan Anak di Bawah Usia 7 Tahun Perlu Pengawasan Ketat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Yang paling berat adalah menjaga supaya bayi ini tetap bertahan hidup selama tindakan dikerjakan,&#8221; ujar Andi dalam konferensi pers di RSCM Kiara, Jakarta.<\/p>\n<p>Durasi operasi juga menjadi faktor kesulitan tersendiri. Jika operasi anak pada umumnya memakan waktu empat hingga enam jam, pemisahan bayi NA 1 dan NA 2 ini berlangsung lebih dari 24 jam. Bahkan, prosedur pada salah satu bayi tercatat mencapai 29 jam.<\/p>\n<p>Selama operasi, tim anestesi melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital dan keluaran urine untuk memastikan stabilitas hemodinamik pasien. Bayi NA 1 dan NA 2 diketahui berbagi sejumlah organ dan jaringan penting, termasuk sebagian jaringan hati, pembuluh <em>vena porta<\/em>, usus besar, saluran kencing, hingga tulang panggul.<\/p>\n<p>Selain tim anestesi, operasi ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin yang mencakup dokter spesialis bedah anak, bedah plastik, ortopedi, dan urologi. Tim gabungan tersebut bekerja sama untuk memisahkan organ yang menyatu sekaligus melakukan rekonstruksi pascapemisahan.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu bulan di ruang <em>Pediatric Intensive Care Unit<\/em> (PICU), kondisi kedua bayi dinyatakan stabil. Per 19 Oktober 2026, NA 1 dan NA 2 telah dipindahkan dari ruang intensif ke ruang perawatan biasa untuk melanjutkan proses pemulihan. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/947649\/dokter-anestesi-rscm-ungkap-tantangan-dalam-operasi-pemisahan-bayi-kembar-siam-asal-bogor\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dokter anestesi anak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Andi Ade Wijaya.(Dok. Antara) TIM dokter spesialis anestesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan berbagai tantangan berat dalam proses operasi pemisahan bayi kembar siam laki-laki berinisial NA 1 dan NA 2. Operasi kompleks yang berlangsung pada 15-16 September 2026 tersebut melibatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123204,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}