{"id":123195,"date":"2026-10-23T04:23:53","date_gmt":"2026-10-22T21:23:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/kebakaran-kmp-batumandi-mampu-ditangani-cepat-asdp\/"},"modified":"2026-10-23T04:23:53","modified_gmt":"2026-10-22T21:23:53","slug":"kebakaran-kmp-batumandi-mampu-ditangani-cepat-asdp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/kebakaran-kmp-batumandi-mampu-ditangani-cepat-asdp\/","title":{"rendered":"Kebakaran KMP Batumandi Mampu Ditangani Cepat ASDP"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792678329_6ec6782f6af8e0c25a08.png\" alt=\"Kebakaran KMP Batumandi Mampu Ditangani Cepat ASDP\"\/><figcaption>Warga memotret Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20\/10\/2026).(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->KOORDINATOR\u00a0Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN), Maruly Hendra Utama, mengapresiasi respons PT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asdp\" title=\"ASDP\">ASDP<\/a> Indonesia Ferry (Persero) dalam menangani insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi. Menurutnya, penanganan insiden pelayaran tidak dapat dinilai hanya dari kondisi akhir kapal, tetapi harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keselamatan jiwa, keamanan pelayaran, mitigasi pencemaran lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan investigasi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly, yang pernah mengikuti pelatihan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (HSE\/K3), menilai bahwa penanganan keadaan darurat membutuhkan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai risiko secara bersamaan. Dalam situasi kebakaran kapal, keputusan harus memperhitungkan kondisi kapal, keselamatan penumpang dan awak, serta dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/946962\/kmp-batumandi-terbakar-di-merak-asdp-pastikan-layanan-express-1-kembali-normal\" title=\"KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal\" target=\"_blank\">KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal<\/a><\/strong><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cDalam situasi darurat seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-kmp-batumandi\" title=\"Kebakaran KMP Batumandi\">kebakaran KMP Batumandi<\/a>, ukuran paling mendasar adalah bagaimana keselamatan jiwa diprioritaskan dan risiko lanjutan dikendalikan. Penanganan tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus memperhitungkan keamanan alur pelayaran, potensi pencemaran laut, kondisi kapal, dan kebutuhan investigasi. Dari perspektif itu, langkah-langkah tanggap darurat ASDP patut diapresiasi,\u201d ujar Maruly.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946852\/cerita-penumpang-kmp-batumandi-panik-dan-histeris-sebelum-nekat-lompat-ke-kapal-penyelamat\" title=\"Cerita Penumpang KMP Batumandi: Panik dan Histeris sebelum Nekat Lompat ke Kapal Penyelamat\" target=\"_blank\">Cerita Penumpang KMP Batumandi: Panik dan Histeris sebelum Nekat Lompat ke Kapal Penyelamat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Prioritas Evakuasi<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Maruly, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap insiden pelayaran. Keberhasilan evakuasi bergantung pada kesiapan peralatan keselamatan, kompetensi awak kapal dalam menjalankan prosedur darurat, efektivitas komunikasi, serta koordinasi dengan petugas penyelamat dan pihak berwenang.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Berdasarkan informasi yang dihimpun KPK-PN, seluruh penumpang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kmp-batumandi\" title=\"KMP Batumandi\">KMP Batumandi<\/a> dilaporkan berhasil dievakuasi, meskipun tiga orang disebut mengalami cedera dan mendapat penanganan medis. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi sebelum dijadikan dasar penilaian akhir terhadap keberhasilan penanganan darurat.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cPenyelamatan jiwa merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar. Ketika penumpang berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan medis, hal tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan respons darurat. Kita harus memberikan apresiasi kepada awak kapal dan seluruh unsur yang terlibat, sekaligus memastikan evaluasi dilakukan agar kesiapsiagaan semakin kuat,\u201d katanya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia menambahkan, keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari kesiapan operasional perusahaan. Latihan keselamatan, pemahaman awak kapal terhadap prosedur darurat, dan kesiapan peralatan penyelamatan merupakan unsur penting dalam menghadapi kebakaran di kapal.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2>Pertimbangkan Risiko<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly menjelaskan bahwa penanganan kapal yang terbakar membutuhkan pertimbangan lokasi yang cermat. Kapal yang terbakar di dermaga atau kolam pelabuhan berpotensi menimbulkan risiko tambahan terhadap fasilitas pelabuhan, kapal lain, petugas, serta kelancaran arus pelayaran.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Dalam kondisi tertentu, penanganan di perairan yang aman dan tidak mengganggu alur pelayaran dapat menjadi pilihan, sepanjang didukung penilaian risiko dan keputusan teknis dari pihak yang berwenang. Lokasi tersebut juga harus memungkinkan akses bagi kapal bantuan, petugas pemadam kebakaran, tim medis, dan unsur penyelamat lainnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cKeputusan mengenai lokasi penanganan kapal terbakar bukan perkara sederhana. Ada aspek keselamatan manusia, potensi rambatan kebakaran, stabilitas kapal, kondisi angin dan arus, serta kelancaran operasional pelabuhan. Karena itu, lokasi harus ditentukan berdasarkan kondisi aktual dan penilaian teknis, bukan semata-mata pertimbangan kemudahan,\u201d jelasnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Maruly, penanganan di perairan yang relatif aman berpotensi mengurangi risiko terhadap aktivitas pelabuhan apabila lokasi dan kondisi operasionalnya mendukung. Kedekatan dengan daratan juga dapat mempermudah akses bantuan, sepanjang tidak menimbulkan bahaya tambahan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia menegaskan bahwa keputusan operasional harus dinilai berdasarkan informasi dan kondisi lapangan pada saat kejadian. Evaluasi setelah insiden perlu mempertimbangkan risiko serta keterbatasan yang dihadapi petugas ketika mengambil keputusan dalam situasi darurat.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Butuh Investigasi<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly menjelaskan bahwa kapal dapat terbalik atau tenggelam ketika daya apung dan stabilitasnya tidak lagi mampu mempertahankan kondisi kapal.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u00a0Dalam insiden kebakaran, sejumlah faktor teknis perlu diperiksa. Kebakaran berkepanjangan dapat merusak lambung dan sekat kedap air sehingga air laut masuk ke dalam kapal. Air pemadam yang terkumpul di bagian tertentu juga berpotensi menambah beban dan mengganggu keseimbangan kapal.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Faktor eksternal, seperti angin dan arus, dapat memperburuk kondisi kapal yang mengalami gangguan stabilitas. Sementara itu, gangguan permesinan atau <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->engine blackout<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> dan kerusakan sistem kemudi dapat membatasi kemampuan kapal mempertahankan posisi maupun melakukan manuver.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cApabila sebuah kapal akhirnya tenggelam setelah mengalami kebakaran, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa seluruh penanganan daruratnya gagal. Harus dibedakan antara upaya menyelamatkan manusia, upaya mengendalikan kebakaran, dan kemampuan mempertahankan kondisi fisik kapal. Ketiganya berkaitan, tetapi memiliki indikator penilaian yang berbeda,\u201d tegas Maruly.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia menekankan bahwa penjelasan tersebut bukan kesimpulan mengenai penyebab tenggelamnya KMP Batumandi. Penyebab pasti harus ditentukan melalui pemeriksaan teknis dan investigasi oleh pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai kewenangannya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pemeriksaan perlu mempertimbangkan kronologi kejadian, kondisi kapal, kerusakan struktur, stabilitas, serta faktor lain yang relevan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Maruly, penilaian terhadap kinerja ASDP harus dilakukan secara objektif dan tidak didasarkan pada asumsi yang belum terbukti. Evaluasi tetap diperlukan, tetapi kesimpulan mengenai ada atau tidaknya kesalahan operasional harus bertumpu pada bukti dan hasil pemeriksaan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Mitigasi Pencemaran<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Selain evakuasi dan pemadaman, Maruly menyoroti pentingnya pencegahan pencemaran laut. Kapal yang terbakar berpotensi mengalami kebocoran bahan bakar, minyak pelumas, atau cairan lain yang dapat mencemari perairan apabila tidak segera diantisipasi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Berdasarkan bahan keterangan yang diterima, ASDP disebut mendapat dukungan dari pihak terkait, termasuk Pertamina di sekitar Pelabuhan Merak, untuk memasang <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->oil boom<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> dan menyiapkan <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->oil skimmer<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> di sekitar kapal. Informasi mengenai pelaksanaan dan kondisi penggunaan peralatan tersebut perlu dipastikan melalui konfirmasi kepada pihak terkait.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Oil boom<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> berfungsi membatasi penyebaran minyak di permukaan air, sedangkan <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->oil skimmer<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> digunakan untuk mengumpulkan minyak yang mengapung. Efektivitas keduanya bergantung pada kondisi cuaca, arus, karakteristik tumpahan, serta kecepatan penanganan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cLangkah antisipasi pencemaran harus diapresiasi karena risiko insiden kapal tidak berhenti pada kebakaran. Ada kemungkinan kebocoran minyak dan dampak terhadap lingkungan laut. Kesiapan <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->oil boom<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> dan <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->oil skimmer<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> merupakan bagian dari mitigasi yang penting, sepanjang ditempatkan dan dioperasikan sesuai kondisi di lapangan,\u201d ujarnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly juga menilai persiapan untuk melibatkan perusahaan penyelamatan kapal atau <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->salvage company<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> penting dalam mengantisipasi penanganan lanjutan. Tim <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->salvage<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> dapat berperan dalam menilai kondisi kapal, merancang langkah pengamanan, menangani potensi kebocoran, serta mempersiapkan penyelamatan atau pengangkatan kapal apabila diperlukan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurutnya, respons darurat perlu dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, mulai dari penyelamatan manusia, pengendalian kebakaran, mitigasi pencemaran, hingga penanganan kondisi kapal setelah insiden.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cPenanganan yang baik bukan hanya merespons bahaya yang sedang terjadi, tetapi juga mengantisipasi risiko berikutnya. Evakuasi, pengendalian kebakaran, perlindungan lingkungan, dan persiapan <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->salvage<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> merupakan rangkaian yang harus dikelola secara terkoordinasi,\u201d katanya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2>Objektif dan Transparan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly menegaskan bahwa penanganan pascakebakaran harus memperhatikan aspek hukum dan kebutuhan investigasi. Kapal yang mengalami insiden dapat menyimpan bukti penting untuk mengungkap sumber api, pola penyebaran kebakaran, kondisi sistem keselamatan, serta kemungkinan faktor penyebab lainnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Karena itu, pemindahan kapal ke dermaga atau galangan perlu didasarkan pada penilaian keselamatan dan koordinasi dengan pihak berwenang. Keputusan tersebut harus mempertimbangkan kondisi kapal, kebutuhan pemeriksaan, serta potensi risiko selama pemindahan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Tindakan segera mungkin diperlukan apabila terdapat ancaman nyata terhadap keselamatan manusia atau keadaan darurat lain. Dalam kondisi tersebut, langkah yang diambil harus sesuai kewenangan, didasarkan pada penilaian risiko, dan didokumentasikan secara memadai.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cJangan sampai keinginan untuk segera memindahkan kapal justru mengabaikan keselamatan atau mengganggu proses investigasi. Namun, jika kapal menimbulkan ancaman serius terhadap jiwa manusia, tindakan darurat harus dipertimbangkan oleh pihak yang berwenang. Yang terpenting, setiap keputusan mempunyai dasar teknis dan pertimbangan keselamatan yang jelas,\u201d tegasnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia berharap hasil pemeriksaan dapat menjelaskan penyebab insiden secara transparan sekaligus menjadi dasar perbaikan bagi ASDP dan industri penyeberangan nasional. Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pencarian kesalahan, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret untuk mencegah kejadian serupa.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2>Konektivitas Nasional<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly mengingatkan bahwa KMP Batumandi merupakan bagian dari armada yang mendukung konektivitas antara Pulau Jawa dan Sumatra melalui Selat Sunda. Kapal jenis <!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->roll-on\/roll-off<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if--> (Ro-Ro) digunakan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan pada lintasan Merak\u2013Bakauheni dan sebaliknya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Berdasarkan data dalam bahan keterangan, KMP Batumandi dibangun melalui proyek yang didanai anggaran negara dengan nilai investasi sekitar Rp161 miliar, bersama kapal sejenis KMP Legundi dan KMP Sebuku. Kapal tersebut disebut mulai dibangun sekitar 2013 dan mulai beroperasi pada 2015.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->KMP Batumandi disebut memiliki panjang sekitar 109,4 meter dan lebar 19,6 meter, dengan kapasitas 626 penumpang dan sekitar 130 kendaraan. Seluruh data mengenai nilai investasi, tahun pembangunan dan pengoperasian, dimensi, serta kapasitas kapal perlu diverifikasi melalui dokumen resmi sebelum dipublikasikan.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Maruly, keberadaan kapal yang dibangun oleh galangan nasional merupakan bagian dari perkembangan industri maritim Indonesia. Aset tersebut perlu didukung pengoperasian, pemeliharaan, dan penerapan standar keselamatan yang konsisten.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cKMP Batumandi merupakan bagian dari infrastruktur konektivitas nasional. Kita tentu berharap setiap aset transportasi yang dibangun dengan dukungan negara dapat beroperasi secara aman dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ketika insiden terjadi, keselamatan manusia harus didahulukan, penanganan harus profesional, dan penyebabnya harus diungkap berdasarkan fakta,\u201d ujarnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia menambahkan, insiden kebakaran tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kelemahan desain atau kualitas pembangunan kapal. Penilaian terhadap aspek teknis tersebut harus menunggu hasil pemeriksaan oleh pihak yang kompeten.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<h2><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Evaluasi Keselamatan<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/h2>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Maruly menegaskan bahwa apresiasi terhadap respons ASDP tidak berarti menutup ruang evaluasi. Apresiasi terhadap langkah penyelamatan dan mitigasi harus diikuti pemeriksaan menyeluruh agar setiap kekurangan yang ditemukan dapat diperbaiki.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Ia mendorong seluruh operator penyeberangan memperkuat latihan keadaan darurat, memastikan kesiapan peralatan keselamatan, meningkatkan kompetensi awak kapal, serta menyempurnakan prosedur penanganan kebakaran dan pencemaran laut.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u201cASDP patut mendapatkan apresiasi atas langkah-langkah tanggap darurat yang telah dilakukan sebagaimana informasi yang tersedia. Namun, apresiasi dan evaluasi harus berjalan beriringan. Kita perlu menghargai upaya penyelamatan, mendukung investigasi yang objektif, dan memastikan setiap rekomendasi keselamatan benar-benar diterapkan,\u201d tutup Maruly.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Bagi KPK-PN, insiden KMP Batumandi menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan operator kapal, awak kapal, regulator, otoritas pelabuhan, tim penyelamat, dan seluruh pemangku kepentingan. Penanganan yang terukur, transparan, dan berorientasi pada keselamatan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional. (P-3)<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/947646\/kebakaran-kmp-batumandi-mampu-ditangani-cepat-asdp\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga memotret Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20\/10\/2026).(Antara) KOORDINATOR\u00a0Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN), Maruly Hendra Utama, mengapresiasi respons PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menangani insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi. Menurutnya, penanganan insiden pelayaran tidak dapat dinilai hanya dari kondisi akhir kapal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123195\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}