{"id":123165,"date":"2026-10-23T03:07:58","date_gmt":"2026-10-22T20:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/hari-santri-nasional-di-tasikmalaya-ulama-dan-santri-tegas-tolak-perundungan\/"},"modified":"2026-10-23T03:07:58","modified_gmt":"2026-10-22T20:07:58","slug":"hari-santri-nasional-di-tasikmalaya-ulama-dan-santri-tegas-tolak-perundungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/hari-santri-nasional-di-tasikmalaya-ulama-dan-santri-tegas-tolak-perundungan\/","title":{"rendered":"Hari Santri Nasional di Tasikmalaya Ulama dan Santri Tegas Tolak Perundungan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792679205_150f0e29eb559cadb591.jpg\" alt=\"Hari Santri Nasional di Tasikmalaya: Ulama dan Santri Tegas Tolak Perundungan\"\/><figcaption>Puluhan ribu santri dari pondok pesantren di 10 Kecamatan, Kota Tasikmalaya, mengikuti apel besar dan kirab peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Stadion Wira Dadaha, Kecamatan Cihideung hingga mereka melakukan aksi long march menyanyikan lagu bertemaka(MI\/KRISTIADI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PULUHAN ribu santri dari 270 pondok pesantren yang tersebar di 10 kecamatan di Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tasikmalaya\" title=\"tasikmalaya\">Tasikmalaya<\/a> memadati Stadion Wira Dadaha, Kecamatan Cihideung, untuk mengikuti apel besar peringatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hari-santri-nasional\" title=\"Hari Santri Nasional\">Hari Santri Nasional<\/a> (HSN), Kamis (22\/10\/2026). Momentum ini menjadi panggung bagi para ulama dan santri untuk menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan agama.<\/p>\n<p>Selain apel gabungan, massa santri juga melakukan aksi <em>long march<\/em> sembari menyanyikan lagu-lagu bernuansa islami menuju Masjid Agung Tasikmalaya. Peserta yang hadir mencakup berbagai elemen, mulai dari pelajar PAUD hingga mahasiswa, tokoh ulama, ASN, serta jajaran TNI dan Polri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Komitmen Anti-Kekerasan di Pesantren<\/h3>\n<p>Peringatan HSN tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah dan kebangkitan ekonomi, tetapi juga fokus pada isu keamanan di dunia pendidikan. Para pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat secara terbuka menolak keras kekerasan fisik maupun seksual yang kerap menjadi sorotan di lembaga pendidikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947657\/hari-santri-nasional-bupati-sukabumi-ajak-santri-berkontribusi-bangun-daerah\" title=\"Hari Santri Nasional: Bupati Sukabumi Ajak Santri Berkontribusi Bangun Daerah\" target=\"_blank\">Hari Santri Nasional: Bupati Sukabumi Ajak Santri Berkontribusi Bangun Daerah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menegaskan bahwa perundungan (bullying) adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia menyebut Al-Qur&#8217;an secara jelas melarang penghinaan terhadap sesama makhluk Allah.<\/p>\n<p>&#8220;Perundungan hukumnya haram dan tidak boleh. Apalagi jika mengarah pada hal-hal berat, itu harus dianalisa secara hukum. Pengasuh pesantren harus lebih ketat menerapkan aturan karena regulasinya sudah ada,&#8221; ujar KH Aminudin Bustomi.<\/p>\n<h3>Pengawasan Gadget dan Peran Pemerintah<\/h3>\n<p>KH Aminudin juga menyoroti penggunaan teknologi sebagai salah satu faktor pemicu. Ia menyarankan agar pengasuh pondok pesantren melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan ponsel atau <em>gadget<\/em> oleh santri. Menurutnya, meski teknologi dibutuhkan untuk tugas belajar, razia rutin tetap diperlukan guna mencegah santri terpapar konten kekerasan atau aksi saling hina di media sosial.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947523\/hari-santri-2026-kemenag-luncurkan-5-program-strategis-dan-satgas-safesantri\" title=\"Hari Santri 2026: Kemenag Luncurkan 5 Program Strategis dan Satgas SAFESANTRI\" target=\"_blank\">Hari Santri 2026: Kemenag Luncurkan 5 Program Strategis dan Satgas SAFESANTRI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap lembaga agama dan pendidikan terus melakukan edukasi. Pemerintah, khususnya Kementerian Agama, juga tidak boleh tinggal diam dan harus masif melakukan sosialisasi berkaitan dengan pencegahan perundungan dan kekerasan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3>Suara Santri: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral<\/h3>\n<p>Siti Fatimah, salah seorang santri dari Pondok Pesantren Sabilul Huda, menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-kekerasan ini. Menurutnya, syariat Islam mewajibkan setiap santri memiliki <em>akhlakul karimah<\/em> (akhlak terpuji) dan menjadi teladan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendidik di pesantren jelas melanggar syariat. Mereka harus dihukum sesuai perbuatannya karena di Indonesia tidak ada yang kebal hukum,&#8221; tegas Siti.<\/p>\n<p>Melalui peringatan HSN ini, para santri dan ulama di Kota Tasikmalaya berharap pondok pesantren tetap menjadi benteng moral yang aman bagi anak bangsa, mencontoh Rasulullah SAW yang tidak pernah melakukan kekerasan fisik dalam mendidik umatnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947660\/hari-santri-nasional-di-tasikmalaya-ulama-dan-santri-tegas-tolak-perundungan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puluhan ribu santri dari pondok pesantren di 10 Kecamatan, Kota Tasikmalaya, mengikuti apel besar dan kirab peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Stadion Wira Dadaha, Kecamatan Cihideung hingga mereka melakukan aksi long march menyanyikan lagu bertemaka(MI\/KRISTIADI) PULUHAN ribu santri dari 270 pondok pesantren yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya memadati Stadion Wira Dadaha, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}