{"id":123122,"date":"2026-10-23T01:16:54","date_gmt":"2026-10-22T18:16:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/strategi-pengembangan-rantai-pasok-telur-bebas-sangkar-di-indonesia\/"},"modified":"2026-10-23T01:16:54","modified_gmt":"2026-10-22T18:16:54","slug":"strategi-pengembangan-rantai-pasok-telur-bebas-sangkar-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/strategi-pengembangan-rantai-pasok-telur-bebas-sangkar-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Strategi Pengembangan Rantai Pasok Telur Bebas Sangkar di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792684550_6ac9014ee1091d2889ae.jpg\" alt=\"Strategi Pengembangan Rantai Pasok Telur Bebas Sangkar di Indonesia\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENGEMBANGAN sistem peternakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ayam\" title=\"ayam\">ayam<\/a> petelur bebas sangkar (<em>cage-free<\/em>) di Indonesia kini memasuki babak baru yang memerlukan sinergi kuat antara produsen, pelaku industri, dan pemerintah.<\/p>\n<p>Selain mengedepankan aspek <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesejahteraan-hewan\" title=\"Kesejahteraan hewan\">kesejahteraan hewan<\/a>, transisi ini menuntut kesiapan matang pada rantai pasok, mulai dari ketersediaan stok, stabilitas harga, hingga kualitas produk yang memenuhi standar operasional perusahaan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Isu strategis tersebut menjadi inti pembahasan dalam <strong>Corporate Roundtable Discussion 2026<\/strong> bertema <em>&#8220;Beyond Commitment: Corporate Insights and Collaboration for Responsible Sourcing&#8221;<\/em>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/930212\/pemerintah-dorong-transisi-peternakan-ayam-petelur-cage-free-secara-bertahap\" title=\"Pemerintah Dorong Transisi Peternakan Ayam Petelur Cage-Free Secara Bertahap\" target=\"_blank\">Pemerintah Dorong Transisi Peternakan Ayam Petelur Cage-Free Secara Bertahap<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Forum yang diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja (AFJ) di Yogyakarta pada Kamis (22\/10) ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memetakan peluang serta tantangan di lapangan.<\/p>\n<h3>Dukungan Pemerintah dan Kesiapan Industri<\/h3>\n<p>Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan dukungannya terhadap transisi sistem peternakan ini. Boethdy Angkasa, Ketua Kelompok Substansi Penerapan, Pengawasan, dan Sertifikasi Mutu Hasil Peternakan Ditjen PKH, menilai sistem <em>cage-free<\/em> dapat menjadi pembeda (diferensiasi) produk yang bernilai tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Sistem ini berpotensi dipromosikan melalui tren gaya hidup sehat yang kian berkembang di masyarakat,&#8221; ujar Boethdy.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/928018\/pelaku-usaha-makanan-keluhkan-kenaikan-harga-telur-dan-ayam\" title=\"Pelaku Usaha Makanan Keluhkan Kenaikan Harga Telur dan Ayam\" target=\"_blank\">Pelaku Usaha Makanan Keluhkan Kenaikan Harga Telur dan Ayam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, dari sisi pelaku industri, Syamim Shihab dari PT Mega Berlian Utama menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan skala industri harus memperhatikan parameter teknis yang ketat.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Utama Pemenuhan Industri<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Pertimbangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Produksi &amp; Pasokan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, dan distribusi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kualitas &amp; Keamanan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Standardisasi kualitas, ketertelusuran (traceability), dan verifikasi produk.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Ekonomi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Harga yang kompetitif dan efisiensi operasional.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Berbagi Pengalaman Implementasi<\/h3>\n<p>Sejumlah perusahaan yang telah mengadopsi sistem ini berbagi praktik terbaik mereka. Garrya Bianti Yogyakarta, misalnya, menjalin kemitraan dengan kelompok peternak lokal dan komunitas perempuan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dough Lab menerapkan strategi transisi melalui verifikasi ketat terhadap pemasok untuk menjaga konsistensi distribusi.<\/p>\n<p>Tri Widiantoro dari Chocolate Monggo menegaskan bahwa pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab harus dipandang sebagai investasi strategis.<\/p>\n<p>&#8220;Ini perlu menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar beban tambahan bagi perusahaan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<h3>Mengatasi Tantangan Melalui Kolaborasi<\/h3>\n<p>Dalam sesi <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD), peserta mengidentifikasi tiga kendala utama: keterbatasan informasi peternakan <em>cage-free<\/em>, rendahnya kesadaran konsumen, dan selisih harga yang lebih tinggi dibanding <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/telur\" title=\"telur\">telur<\/a> kandang baterai.<\/p>\n<p>Untuk mengatasinya, muncul beberapa rekomendasi solusi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Diversifikasi Pemasok:<\/strong> Bekerja sama dengan lebih dari satu peternak untuk menjamin stabilitas stok.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Transisi Bertahap:<\/strong> Menerapkan komitmen penggunaan 100% telur bebas sangkar secara perlahan untuk menyesuaikan struktur biaya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Edukasi Konsumen:<\/strong> Menyebarluaskan informasi relevan mengenai manfaat kesejahteraan hewan dan kualitas produk.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Komitmen yang Terukur<\/h3>\n<p>Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan AFJ, Elly Mangunsong, mengingatkan bahwa komitmen saja tidak cukup. Menurutnya, diperlukan langkah implementasi yang jelas, transparan, dan dapat dipantau perkembangannya.<\/p>\n<p>&#8220;Diperlukan keterbukaan dan kolaborasi konkret agar perubahan dalam rantai pasok ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan ayam petelur, di mana mereka bisa bergerak leluasa dan mengekspresikan perilaku alaminya,&#8221; tutup Elly.<\/p>\n<p>Acara yang dimoderatori oleh Dhiani Probhosiwi dari Across Species Project Indonesia (ASPI) ini berlangsung secara hibrida dengan total 40 peserta dari berbagai sektor industri makanan dan perhotelan. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947709\/strategi-pengembangan-rantai-pasok-telur-bebas-sangkar-di-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) PENGEMBANGAN sistem peternakan ayam petelur bebas sangkar (cage-free) di Indonesia kini memasuki babak baru yang memerlukan sinergi kuat antara produsen, pelaku industri, dan pemerintah. Selain mengedepankan aspek kesejahteraan hewan, transisi ini menuntut kesiapan matang pada rantai pasok, mulai dari ketersediaan stok, stabilitas harga, hingga kualitas produk yang memenuhi standar operasional perusahaan. Isu strategis tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123123,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}