{"id":123114,"date":"2026-10-23T00:56:58","date_gmt":"2026-10-22T17:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-penguatan-layanan-paud\/"},"modified":"2026-10-23T00:56:58","modified_gmt":"2026-10-22T17:56:58","slug":"kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-penguatan-layanan-paud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/23\/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-penguatan-layanan-paud\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Lintas Sektor jadi Kunci Penguatan Layanan PAUD"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792684913_b92c38e99b059c81feac.jpeg\" alt=\"Kolaborasi Lintas Sektor jadi Kunci Penguatan Layanan PAUD\"\/><figcaption>Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) 2026.(Dok. ECD)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENGUATAN layanan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pendidikan-anak-usia-dini\" title=\"pendidikan anak usia dini\">pendidikan anak usia dini<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paud\" title=\"PAUD\">PAUD<\/a>) membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjamin keberlanjutan pendanaan. Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan mitra pembangunan dinilai penting agar layanan PAUD dapat menjangkau lebih banyak anak.<\/p>\n<p>Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (22\/10). Forum ini diselenggarakan oleh ARNEC, Tanoto Foundation, SEAMEO CECCEP, Koalisi PAUDHI Nasional, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemendikdasmen\" title=\"kemendikdasmen\">Kemendikdasmen<\/a>).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Andriani mengatakan bahwa forum tersebut menyoroti dua persoalan utama dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, yakni respons terhadap perubahan iklim dan kepastian pendanaan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946721\/2026-asia-pasific-regional-learning-forum-dorong-aksi-kolektif-pengembangan-anak-usia-dini\" title=\"2026 Asia-Pasific Regional Learning Forum Dorong Aksi Kolektif Pengembangan Anak Usia Dini\u00a0\" target=\"_blank\">2026 Asia-Pasific Regional Learning Forum Dorong Aksi Kolektif Pengembangan Anak Usia Dini\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, PAUD memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan suatu negara, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Pada intinya forum ini menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bukan hanya untuk ekonomi sebuah negara, tapi juga yang tidak kalah pentingnya memastikan kondisi sosial,&#8221; kata Vina.<\/p>\n<p>Sementara itu, Head of Policy &amp; Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, menekankan bahwa pengembangan PAUD membutuhkan kemitraan yang kuat melalui pendekatan pentahelix dan kerja sama pemerintah dengan sektor swasta atau private-public partnership.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921097\/wamen-fajar-paud-bukan-lagi-suplemen-tapi-fondasi-pendidikan-nasional\" title=\"Wamen Fajar: PAUD bukan lagi Suplemen, tapi Fondasi Pendidikan Nasional\" target=\"_blank\">Wamen Fajar: PAUD bukan lagi Suplemen, tapi Fondasi Pendidikan Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Eddy juga menilai Indonesia memiliki berbagai praktik baik dalam penyelenggaraan PAUD yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Di sisi lain, Indonesia juga dapat mengadopsi pengalaman negara tetangga untuk memperbaiki layanan pendidikan anak usia dini.<\/p>\n<p>&#8220;Di saat bersamaan kita bisa belajar praktik-praktik apa yang telah berhasil dari negara-negara tetangga, untuk kita juga bisa pelajari untuk membantu kita nanti memberikan layanan terbaik, baik itu meningkatkan akses maupun kualitas dari layanan kepada anak-anak usia dini,&#8221; ujar Eddy.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa pembiayaan PAUD memerlukan partisipasi berbagai elemen. Meski kewenangan penyelenggaraan PAUD berada di tingkat kabupaten\/kota, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan melalui anggaran dan program afirmasi.<\/p>\n<p>Dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun, pemerintah menjalankan tiga skema utama, yakni perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kualifikasi pendidik, serta pemberian bantuan finansial bagi anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n<p>Pada aspek infrastruktur, pemerintah merehabilitasi sekitar 16.000 lembaga PAUD atau taman kanak-kanak (TK) dan membangun 50 lembaga PAUD baru pada tahun ini.<\/p>\n<p>Adapun untuk meningkatkan kualifikasi pendidik, pemerintah menyediakan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi 120.000 guru PAUD yang belum memiliki ijazah sarjana melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).<\/p>\n<p>Pemerintah juga memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 888.000 anak TK berusia 5\u20136 tahun yang belum memasuki jenjang sekolah dasar (SD). Langkah ini ditujukan untuk membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n<p>Selain dukungan pembiayaan dan infrastruktur, Gogot menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak untuk belajar. Karena itu, penguatan layanan PAUD perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pendidikan dan perkembangan anak.<\/p>\n<p>&#8220;Upaya bersama ini tidak lepas dari cara kita menyiapkan keluarga. Bagaimana kita menyiapkan keluarga sebagai tempat anak belajar. Anak kan belajar di rumah dan di satuan pendidikan anak usia dini,&#8221; kata Gogot.<\/p>\n<p>Pemerintah juga mendorong pengenalan isu perubahan iklim melalui alat permainan edukatif dan pelatihan guru. Di samping itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAUD perlu disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan anak.<br \/>&#13;<br \/>\n(H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947714\/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-penguatan-layanan-paud\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) 2026.(Dok. ECD) PENGUATAN layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjamin keberlanjutan pendanaan. Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan mitra pembangunan dinilai penting agar layanan PAUD dapat menjangkau lebih banyak anak. Isu tersebut menjadi salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}