{"id":123076,"date":"2026-10-22T23:19:00","date_gmt":"2026-10-22T16:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/peneliti-kembangkan-robot-seukuran-telapak-tangan-yang-bisa-melompat-dan-berenang\/"},"modified":"2026-10-22T23:19:00","modified_gmt":"2026-10-22T16:19:00","slug":"peneliti-kembangkan-robot-seukuran-telapak-tangan-yang-bisa-melompat-dan-berenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/peneliti-kembangkan-robot-seukuran-telapak-tangan-yang-bisa-melompat-dan-berenang\/","title":{"rendered":"Peneliti Kembangkan Robot Seukuran Telapak Tangan yang Bisa Melompat dan Berenang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792685096_8ba222d491e88b99c853.jpg\" alt=\"Peneliti Kembangkan Robot Seukuran Telapak Tangan yang Bisa Melompat dan Berenang\"\/><figcaption>Robot seukuran telapak tangan(Doc YouTube @StructuresComp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Peneliti University of Michigan dan UCLA mengembangkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/robot-seukuran-telapak-tangan\" title=\"robot seukuran telapak tangan\">robot seukuran telapak tangan<\/a> yang bisa melompat di berbagai medan dan berenang berkat batang elastis yang dapat mengatapel <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/robot\" title=\"robot\">robot<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>Para perancang robot kerap mencari inspirasi dari gerakan hewan, tak terkecuali tim peneliti dari University of Michigan (U-M) dan University of California, Los Angeles (UCLA). Mereka membuat robot yang sesuai dengan cara katak bergerak, dan merakit robot tersebut sehingga mampu melompat di rumput, pasir, hingga tangga mini, lalu berenang setelah dipasangi dayung.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science Advances dan didanai National Science Foundation dan dipimpin oleh Khalid Jawed, associate professor teknik mesin dan dirgantara UCLA, serta Xiaonan (Sean) Huang, assistant professor robotika U-M.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/938017\/kanker-usus-besar-bisa-dioperasi-dengan-robotik-ini-pertimbangan-dokter\" title=\"Kanker Usus Besar Bisa Dioperasi dengan Robotik, ini Pertimbangan Dokter\" target=\"_blank\">Kanker Usus Besar Bisa Dioperasi dengan Robotik, ini Pertimbangan Dokter<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Tantangan: Tenaga Besar dari Motor Kecil<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu persoalan klasik dalam robotika adalah bagaimana menghasilkan gerakan bertenaga dari motor berdaya rendah. Motor konvensional umumnya menghasilkan gerakan yang stabil, seperti roda yang berputar dengan kecepatan tetap. Padahal, robot kadang membutuhkan ledakan tenaga sesaat, misalnya untuk melompati rintangan atau keluar dari lumpur.<\/p>\n<p>Menurut Jawed, motor kecil bisa menghasilkan hentakan yang jauh lebih bertenaga daripada kemampuan langsungnya. Saat batang menjepret, daya mekanis yang dihasilkan melampaui daya yang disuplai motor pada saat itu. Motor tersebut diaplikasikan pada robot kecil yang mereka rancang.<\/p>\n<h3><strong>Cara Kerja Mesin<\/strong><\/h3>\n<p>Motor kecil memutar ujung dua batang melengkung di bagian belakang robot. Ketika batang dilengkungkan dan dipelintir perlahan, energi elastis menumpuk. Begitu mencapai titik kritis, batang menjepret, menghantam permukaan, dan melontarkan robot ke depan. Motor kemudian berbalik arah untuk mengembalikan posisi batang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935151\/mengenal-bedah-robotik-presisi-medis-di-tangan-dokter\" title=\"Mengenal Bedah Robotik, Presisi Medis di Tangan Dokter\" target=\"_blank\">Mengenal Bedah Robotik, Presisi Medis di Tangan Dokter<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Setelah kami bisa memprediksi kapan batang akan menjepret, kami memanfaatkan pelepasan energi mendadak itu untuk mengubah gerakan motor sederhana menjadi dorongan kuat,&#8221; kata Dezhong Tong, peneliti pascadoktoral U-M yang menjadi salah satu penulis utama studi.<\/p>\n<p>Prototipe berbentuk katak ini membawa baterai dan perangkat kendali sendiri. Robot mampu terus melompat di atas kayu, kain, akrilik, kulit, rumput, dan pasir. Kecepatan puncaknya mencapai 3,21 panjang tubuh per detik, setara dengan anak penyu yang sedang menuju laut.<\/p>\n<p>Kemampuan lain robot tersebut cukup beragam, seperti berbelok dengan mengatur kecepatan dua batang secara berbeda, melakukan salto belakang berulang, serta naik dan turun tangga mini. Lewat kendali jarak jauh, ia melintasi kotak pasir berisi bebatuan. Dalam demonstrasi otonom sederhana, sensor cahaya di badannya membuat robot bergerak menuju sumber cahaya.<\/p>\n<p>Transformasi paling mencuri perhatian terjadi ketika peneliti membuat platform ini tahan air dan memasang dayung pada anggota gerak berbentuk lingkaran. Robot pun bisa masuk ke air dan berenang dengan kecepatan sekitar setengah panjang tubuh per detik. Menurut Jawed, robot juga diuji di kolam luar ruangan yang memiliki rintangan bawah air dan angin. Meski begitu, sistem renangnya belum dioptimalkan secara khusus.<\/p>\n<h3><strong>Prototipe yang Menjanjikan<\/strong><\/h3>\n<p>Jawed menegaskan bahwa mesin ini masih berstatus prototipe riset. Namun, temuan ini membuka peluang besar bagi robot berukuran sangat kecil.\u00a0<\/p>\n<p>Mesin mungil nyaris tidak punya ruang untuk motor besar dan transmisi rumit, tetapi tetap perlu tenaga untuk melewati rintangan atau keluar dari medan lunak. Karena yang menentukan apakah batang menjepret tajam atau berubah bentuk perlahan adalah bentuknya, bukan ukurannya, kaidah rancangan yang sama dapat dipakai di berbagai skala. Tim meyakini jalur ini bahkan bisa mengarah pada robot selebar beberapa milimeter.<\/p>\n<p>&#8220;Peluang lebih luasnya adalah membiarkan mekanika robot mengerjakan sebagian tugas yang biasanya butuh motor lebih besar atau kendali lebih rumit,&#8221; ujar Huang. Ke depan, prinsip ini dinilai berguna bagi robot yang harus menembus medan berantakan, melewati rintangan, berputar cepat, atau beroperasi di darat dan air.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Michigan Engineering News, ScienceAlert<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/947717\/peneliti-kembangkan-robot-seukuran-telapak-tangan-yang-bisa-melompat-dan-berenang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Robot seukuran telapak tangan(Doc YouTube @StructuresComp) Peneliti University of Michigan dan UCLA mengembangkan robot seukuran telapak tangan yang bisa melompat di berbagai medan dan berenang berkat batang elastis yang dapat mengatapel robot.\u00a0 Para perancang robot kerap mencari inspirasi dari gerakan hewan, tak terkecuali tim peneliti dari University of Michigan (U-M) dan University of California, Los [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123077,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123076\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}