{"id":123038,"date":"2026-10-22T21:35:53","date_gmt":"2026-10-22T14:35:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/titik-api-kebakaran-di-gunung-lawu-turun-hewan-liar-dilaporkan-masuk-pemukiman\/"},"modified":"2026-10-22T21:35:53","modified_gmt":"2026-10-22T14:35:53","slug":"titik-api-kebakaran-di-gunung-lawu-turun-hewan-liar-dilaporkan-masuk-pemukiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/titik-api-kebakaran-di-gunung-lawu-turun-hewan-liar-dilaporkan-masuk-pemukiman\/","title":{"rendered":"Titik Api Kebakaran di Gunung Lawu Turun, Hewan Liar Dilaporkan Masuk Pemukiman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792679270_b2880cd64e64705782c3.jpg\" alt=\"Titik Api Kebakaran di Gunung Lawu Turun, Hewan Liar Dilaporkan Masuk Pemukiman\"\/><figcaption>Asap masih mengepul di sejumlah titik kebakaran kawasan hutan di Gunung Lawu, Jawa Tengah.(Dok. BPBD Karanganyar )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBARAN titik api <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran\" title=\"Kebakaran\">kebakaran<\/a> hutan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-lawu\" title=\"Gunung Lawu\">Gunung Lawu<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-tengah\" title=\"Jawa Tengah\">Jawa Tengah<\/a>,\u00a0mulai berkurang, Kamis (22\/10) setelah tim gabungan darat dan udara selama 8 hari terakhir berjibaku memadamkan api. Namun di tengah hasil penyusutan titik api, dampak karhutla Lawu itu kini mengancam kehidupan sosial-ekonomi warga lereng gunung.<\/p>\n<p>Kepala Desa Tengklik, Paidin menduga, akibat habitatnya yang terhangus api dan suhu lereng yang kian panas, hewan buas mulai turun pemukiman dan memangsa sejumlah ternak milik warga Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pada saat sama, Dandim 0727\/Karanganyar, Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan menegaskan, upaya pemadaman tidak kenal lelah menampakkan hasil.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/618914\/kabut-tutupi-titik-api-di-gunung-lawu-water-bombing-batal\" title=\"Kabut Tutupi Titik Api di Gunung Lawu, Water Bombing Batal\" target=\"_blank\">Kabut Tutupi Titik Api di Gunung Lawu, Water Bombing Batal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Sebaran titik api berangsur menyusut dari sembilan titik menjadi tiga titik, seiring cuaca dan angin yang mulai kondusif di wilayah Tawangmangu dan Ngargoyoso,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<h3>Serangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hewan-liar\" title=\"hewan liar\">Hewan Liar<\/a><\/h3>\n<p>Kades Paidin menyebutkan sebanyak empat ekor kambing milik dua peternak mati akibat luka di bagian leher. Diduga kuat akibat serangan macan tutul yang turun gunung.<\/p>\n<p>&#8221; Insiden itu dipergoki langsung oleh warga sekitar pukul 01.00 WIB saat pemangsa masuk ke dalam kandang. Dari empat ekor kambing yang diserang, satu ekor mati di tempat,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/944806\/api-muncul-di-lereng-gunung-lawu-ancam-ekosistem-penting\" title=\"Api Muncul Di Lereng Gunung Lawu, Ancam Ekosistem Penting\" target=\"_blank\">Api Muncul Di Lereng Gunung Lawu, Ancam Ekosistem Penting<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Turunnya satwa liar ke pemukiman warga merupakan implikasi langsung dari kebakaran hebat yang melahap ratusan hektare kawasan hutan yang merupakan habitat hewan di Gunung Lawu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" height=\"700\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2026\/10\/22\/1792679183_f6364ee4c5785532d5db.jpg\" width=\"1200\"\/><\/p>\n<h5>Hewan ternak kambing milik warga Dusun Plalar, Desa Tengklik mati, diduga diterkam binatang buas yang turun dari Lawu yang sedang berkobar. ( Dok Pemdes (Tengklik )<\/h5>\n<p>Pemdes Tengklik \u00a0telah melayangkan laporan resmi ke Polsek Tawangmangu serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk melakukan verifikasi lapangan dan penanganan mitigasi konflik satwa dengan manusia.<\/p>\n<p>Sementara itu Dandim 0727\/Karanganyar,Letkol Dhanang Prasetyo menyebut total luashutan dan lahan yang terbakar di Gunung Lawu sekitar 500 hektare. \u00a0(H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947661\/titik-api-kebakaran-di-gunung-lawu-turun-hewan-liar-dilaporkan-masuk-pemukiman\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asap masih mengepul di sejumlah titik kebakaran kawasan hutan di Gunung Lawu, Jawa Tengah.(Dok. BPBD Karanganyar ) SEBARAN titik api kebakaran hutan di Gunung Lawu, Jawa Tengah,\u00a0mulai berkurang, Kamis (22\/10) setelah tim gabungan darat dan udara selama 8 hari terakhir berjibaku memadamkan api. Namun di tengah hasil penyusutan titik api, dampak karhutla Lawu itu kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123039,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123038","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123038","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123038"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123038\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123038"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123038"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123038"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}