{"id":123010,"date":"2026-10-22T20:22:53","date_gmt":"2026-10-22T13:22:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/hunters-moon-oktober-2026-jadwal-dan-cara-melihatnya-di-indonesia\/"},"modified":"2026-10-22T20:22:53","modified_gmt":"2026-10-22T13:22:53","slug":"hunters-moon-oktober-2026-jadwal-dan-cara-melihatnya-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/hunters-moon-oktober-2026-jadwal-dan-cara-melihatnya-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Hunters Moon Oktober 2026 Jadwal dan Cara Melihatnya di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792675097_4eeece7942e798f5e19c.jpeg\" alt=\"Hunter\u2019s Moon Oktober 2026: Jadwal dan Cara Melihatnya di Indonesia\"\/><figcaption>Hunter\u2019s Moon 2026 mencapai puncak pada 26 Oktober pukul 11.11 WIB.(Dok. Time and Date)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>FENOMENA astronomi Hunter\u2019s Moon atau Bulan Pemburu akan menghiasi langit pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, fase puncak purnama ini dijadwalkan terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 11.11 WIB.<\/p>\n<p>Meskipun puncak fase purnama terjadi pada siang hari di wilayah Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmati keindahan Bulan pada malam harinya. Hunter\u2019s Moon merupakan sebutan tradisional bagi bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon, biasanya jatuh pada bulan Oktober atau November.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Asal-usul Nama Hunter\u2019s Moon<\/h2>\n<p>Nama Hunter\u2019s Moon berakar dari tradisi masyarakat di belahan Bumi utara. Sebutan ini merujuk pada kebiasaan berburu hewan sebagai persediaan makanan menjelang musim dingin. Cahaya Bulan yang terang membantu para pemburu melihat mangsa di ladang yang telah dipanen.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/920704\/gerhana-matahari-total-12-agustus-2026-berikut-jadwal-dan-wilayah-yang-dilintasi\" title=\"Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Berikut Jadwal dan Wilayah yang Dilintasi\" target=\"_blank\">Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Berikut Jadwal dan Wilayah yang Dilintasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain Hunter\u2019s Moon, fenomena ini juga dikenal dengan berbagai nama lain oleh masyarakat adat Amerika Utara, seperti <i>Drying Rice Moon<\/i>, <i>Falling Leaves Moon<\/i>, dan <i>Freezing Moon<\/i>, yang semuanya merujuk pada perubahan musim.<\/p>\n<h3>Jadwal Pengamatan di Indonesia<\/h3>\n<p>Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai terbit pada Senin (26\/10) sekitar pukul 17.53 WIB. Perlu dicatat bahwa waktu terbit Bulan dapat bervariasi di setiap daerah tergantung pada letak geografisnya.<\/p>\n<p>Bulan akan tampak hampir bulat sempurna sejak malam sebelum hingga malam sesudah puncak purnama. Oleh karena itu, pengamat tidak perlu terpaku pada waktu puncak pukul 11.11 WIB untuk menyaksikan keindahannya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/919159\/fenomena-astronomi-agustus-2026-gerhana-matahari-total-dan-hujan-meteor-perseid\" title=\"Fenomena Astronomi Agustus 2026: Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid\" target=\"_blank\">Fenomena Astronomi Agustus 2026: Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Tips Melihat Hunter\u2019s Moon 2026<\/h3>\n<p>Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan terbaik, berikut adalah beberapa panduan yang bisa diikuti:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Waktu Terbaik:<\/strong> Lakukan pengamatan pada Senin petang saat Bulan baru saja terbit di ufuk timur.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lokasi:<\/strong> Pilih tempat dengan pandangan terbuka ke arah timur tanpa penghalang gedung tinggi atau pepohonan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kondisi Cuaca:<\/strong> Pastikan langit dalam kondisi cerah, karena awan tebal atau hujan dapat menutupi penampakan Bulan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tanpa Alat Bantu:<\/strong> Hunter\u2019s Moon dapat dilihat dengan mata telanjang. Penggunaan teleskop hanya bersifat opsional untuk melihat detail kawah Bulan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Catatan Ilusi Bulan:<\/strong> Saat berada di dekat cakrawala, Bulan seringkali terlihat jauh lebih besar. Hal ini merupakan ilusi visual yang dikenal sebagai &#8220;ilusi bulan&#8221;, bukan karena perubahan ukuran fisik Bulan yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat disarankan untuk memeriksa jadwal terbit Bulan spesifik di kota masing-masing melalui layanan penyedia data astronomi seperti Time and Date untuk memastikan waktu pengamatan yang akurat. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/947603\/hunters-moon-oktober-2026-jadwal-dan-cara-melihatnya-di-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hunter\u2019s Moon 2026 mencapai puncak pada 26 Oktober pukul 11.11 WIB.(Dok. Time and Date) FENOMENA astronomi Hunter\u2019s Moon atau Bulan Pemburu akan menghiasi langit pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, fase puncak purnama ini dijadwalkan terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 11.11 WIB. Meskipun puncak fase purnama terjadi pada siang hari di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":123011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-123010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}