{"id":122994,"date":"2026-10-22T19:41:51","date_gmt":"2026-10-22T12:41:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/menkes-budi-gunadi-estimasi-kasus-tuberkulosis-di-indonesia-mulai-menurun\/"},"modified":"2026-10-22T19:41:51","modified_gmt":"2026-10-22T12:41:51","slug":"menkes-budi-gunadi-estimasi-kasus-tuberkulosis-di-indonesia-mulai-menurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/menkes-budi-gunadi-estimasi-kasus-tuberkulosis-di-indonesia-mulai-menurun\/","title":{"rendered":"Menkes Budi Gunadi Estimasi Kasus Tuberkulosis di Indonesia Mulai Menurun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792672553_92be587a49dc2cdd91af.jpeg\" alt=\"Menkes Budi Gunadi: Estimasi Kasus Tuberkulosis di Indonesia Mulai Menurun\"\/><figcaption>Menteri Kesehatan Budi Gunadi.(Dok. MetroTv)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Kesehatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/budi-gunadi-sadikin\" title=\"Budi Gunadi Sadikin\">Budi Gunadi Sadikin<\/a> menyatakan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/who\" title=\"WHO\">WHO<\/a>) terkait kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tuberkulosis\" title=\"Tuberkulosis\">tuberkulosis<\/a> (TB) di Indonesia mulai menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir. Tren ini memutus siklus kenaikan estimasi insiden yang terus terjadi sepanjang periode 2020 hingga 2024.<\/p>\n<p>Budi menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak dari fokus Kementerian Kesehatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a>) pada penanganan TB pascapandemi Covid-19. Menurutnya, masalah utama TB di Indonesia selama ini terletak pada rendahnya angka deteksi atau skrining terhadap penyakit menular tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;WHO melihat Indonesia terjadi penurunan karena sejak pandemi Covid-19 selesai, Kemenkes sudah mulai fokus ke penanganan TB. Kita lihat masalah utamanya karena skriningnya yang kurang,&#8221; ujar Budi dalam peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Kamis (22\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/937845\/who-terima-berkas-enam-calon-dirjen-baru-menkes-salah-satunya\" title=\"WHO Terima Berkas Enam Calon Dirjen Baru, Menkes Salah Satunya\" target=\"_blank\">WHO Terima Berkas Enam Calon Dirjen Baru, Menkes Salah Satunya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menkes\" title=\"Menkes\">Menkes<\/a> membandingkan data tahun 2020, di mana dari estimasi 824.000 insiden TB, kurang dari 400.000 kasus yang berhasil ditemukan. Kondisi tersebut menyebabkan lebih dari 50% penderita tidak terdeteksi, tetap beraktivitas di ruang publik, dan berisiko tinggi menularkan penyakit kepada orang lain hingga menyebabkan kematian.<\/p>\n<p>Pemerintah kemudian mengambil langkah agresif dengan meningkatkan penemuan kasus secara masif. Sejak 2022, jumlah kasus yang ditemukan meningkat signifikan dari 440.000 menjadi 856.000 kasus. Peningkatan cakupan (coverage) ini memastikan pasien yang ditemukan langsung mendapatkan pengobatan sehingga rantai penularan terputus.<\/p>\n<p>Kemenkes menetapkan target performa 90-95-90, yakni minimal 90% kasus ditemukan, 95% dari kasus tersebut diobati, dan 90% dari yang diobati mencapai kesuksesan kesembuhan. Budi menekankan pentingnya kepatuhan pasien karena pengobatan TB memerlukan waktu minimal empat bulan dengan konsumsi obat setiap hari.<\/p>\n<p>Untuk mencapai target tersebut, skrining dilakukan secara agresif melibatkan puskesmas, komunitas, hingga lintas kementerian dengan capaian hingga 1 juta skrining dalam waktu singkat. Salah satu upaya terbaru dilakukan di Lapas Nusa Kambangan, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin saya ke Lapas Nusa Kambangan, kita lakukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/skrining-tb\" title=\"skrining Tb\">skrining TB<\/a> di sana. Banyak ditemukan kasus karena mereka tidurnya rapat-rapat, biasanya begitu,&#8221; pungkas Budi. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/947581\/menkes-budi-gunadi-estimasi-kasus-tuberkulosis-di-indonesia-mulai-menurun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi.(Dok. MetroTv) MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia mulai menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir. Tren ini memutus siklus kenaikan estimasi insiden yang terus terjadi sepanjang periode 2020 hingga 2024. Budi menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak dari fokus Kementerian Kesehatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122994\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}