{"id":122962,"date":"2026-10-22T18:20:02","date_gmt":"2026-10-22T11:20:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kasus-ispa-akibat-karhutla-capai-333-470\/"},"modified":"2026-10-22T18:20:02","modified_gmt":"2026-10-22T11:20:02","slug":"kasus-ispa-akibat-karhutla-capai-333-470","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kasus-ispa-akibat-karhutla-capai-333-470\/","title":{"rendered":"Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333.470"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792667727_655f09320d66a05aeb00.jpg\" alt=\"Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333.470\"\/><figcaption>Dokter memeriksa kesehatan pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kelurahan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (4\/9\/2023).(ANTARA\/AULIYA RAHMAN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-kesehatan\" title=\"Kementerian Kesehatan\">KEMENTERIAN Kesehatan<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a>) mencatat sebanyak 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ispa\" title=\"ISPA\">ISPA<\/a>) secara kumulatif di wilayah terdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-hutan\" title=\"Kebakaran Hutan\">kebakaran hutan<\/a> dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>). Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.522 kasus masih tercatat dalam laporan harian.<\/p>\n<p>Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya penanganan dampak kesehatan akibat karhutla, mulai dari pemantauan kualitas udara, edukasi masyarakat, hingga penyiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Strategi pengendalian dampak kesehatan akibat karhutla terus kami lakukan, seperti upaya promotif dan preventif melalui pembagian masker, edukasi, serta promosi pengurangan risiko krisis kesehatan akibat karhutla kepada masyarakat,&#8221; kata Then dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936376\/kemenkes-catat-40363-balita-terkena-ispa-di-wilayah-terdampak-karhutla\" title=\"Kemenkes Catat 40.363 Balita Terkena ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla\" target=\"_blank\">Kemenkes Catat 40.363 Balita Terkena ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan data Kemenkes, dari total <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kasus-ispa\" title=\"kasus ispa\">kasus ISPA<\/a> secara kumulatif tersebut, sebanyak 75.172 kasus terjadi pada kelompok usia di bawah lima tahun atau balita, sedangkan 258.298 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.<\/p>\n<p>Kemenkes juga memantau kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah terdampak. Di Kalimantan Tengah, terdapat tujuh kawasan dengan kategori udara berbahaya. Sementara itu, di Sumatera Selatan, tiga wilayah masuk kategori berbahaya, yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kota Pagar Alam, sedangkan Kabupaten Ogan Ilir berada dalam kategori sangat tidak sehat.<\/p>\n<p>Di Jambi, sejumlah wilayah juga mengalami penurunan kualitas udara, termasuk Muaro Jambi, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur. Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Selatan, dengan Kabupaten Tabalong masuk kategori berbahaya dan Barito Kuala dalam kategori sangat tidak sehat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/932145\/kemenkes-25-ribu-penyintas-gempa-ntt-terserang-ispa\" title=\"Kemenkes: 25 Ribu Penyintas Gempa NTT Terserang ISPA\" target=\"_blank\">Kemenkes: 25 Ribu Penyintas Gempa NTT Terserang ISPA<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Barat tercatat memiliki kualitas udara kategori berbahaya, sementara tiga wilayah lainnya berada dalam kategori tidak sehat. Adapun di Kalimantan Barat, Kota Pontianak masuk kategori berbahaya. Sementara itu, di Riau terdapat empat wilayah dengan kualitas udara kategori sangat tidak sehat.<\/p>\n<p>Then menjelaskan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik lain yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.<\/p>\n<p>Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain ISPA, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan pada mata dan kulit. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja luar ruangan, menjadi perhatian khusus dalam penanganan dampak kesehatan tersebut.<\/p>\n<p>Dalam upaya pengendalian dampak kesehatan, Kemenkes melakukan pemantauan kualitas udara dalam ruang dan dampak kesehatan di permukiman. Pemantauan penyakit juga dilakukan terhadap ISPA, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.<\/p>\n<p>Selain itu, ia menyebut Kemenkes memastikan ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), dan alat kesehatan yang dibutuhkan oleh daerah terdampak. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.<\/p>\n<p>Kemenkes turut menyurati Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kualitas udara memburuk.<\/p>\n<p>Sebanyak 1.691 puskesmas di wilayah terdampak. Kesiapan rumah sakit rujukan, mobilisasi bantuan logistik, laboratorium kesehatan, serta sumber daya manusia kesehatan juga terus dipantau. Ia mengatakan pemerintah daerah turut menyiapkan 491 rumah oksigen untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara.<\/p>\n<p>Then mengimbau masyarakat untuk memantau kualitas udara secara berkala melalui aplikasi Satu Sehat maupun ISPU Net milik Kementerian Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat atau berbahaya, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diminta mengurangi masuknya asap ke dalam rumah serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan, masyarakat diharapkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin,&#8221; ucapnya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947557\/kasus-ispa-akibat-karhutla-capai-333470\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dokter memeriksa kesehatan pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kelurahan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (4\/9\/2023).(ANTARA\/AULIYA RAHMAN) KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.522 kasus masih tercatat dalam laporan harian. Direktur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122963,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122962"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122962\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}