{"id":122892,"date":"2026-10-22T15:22:02","date_gmt":"2026-10-22T08:22:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/ikhtiar-ojk-menutup-gap-literasi-keuangan-dan-menguatkan-ekonomi-kerakyatan\/"},"modified":"2026-10-22T15:22:02","modified_gmt":"2026-10-22T08:22:02","slug":"ikhtiar-ojk-menutup-gap-literasi-keuangan-dan-menguatkan-ekonomi-kerakyatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/ikhtiar-ojk-menutup-gap-literasi-keuangan-dan-menguatkan-ekonomi-kerakyatan\/","title":{"rendered":"Ikhtiar OJK Menutup Gap Literasi Keuangan dan Menguatkan Ekonomi Kerakyatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792656517_cca7470e78dc7e59eb5d.jpg\" alt=\"Ikhtiar OJK Menutup Gap Literasi Keuangan dan Menguatkan Ekonomi Kerakyatan\"\/><figcaption>Pengunjung Fin Expo (Financial Expo) 2026 mendatangi stan jasa keuanga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di TSM Makassar awal Okotober lalu.(MI\/Lina Herlina)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WARGA Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berkunjung di Trans Studio Mall, terlihat memadati atrium pusat perbelanjaan yang dipenuhi sejumlah stan layanan keuangan, dalam rangka Fin Expo (Financial Expo) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ojk\" title=\"OJK\">OJK<\/a>), awal Oktober lalu.<\/p>\n<p>Sebagian dari mereka ada yang membuka rekening, bertanya tentang produk investasi, dan juga ikut sesi edukasi keuangan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Suasana atrium siang itu memang bukan sekadar pameran. Di antara kerumunan pengunjung, seorang pengunjung tampak serius mendengarkan penjelasan petugas bank tentang cara menabung yang aman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/937751\/inklusi-dana-pensiun-2026-baru-5-persen-ojk-dorong-perluasan-kepesertaan\" title=\"Inklusi Dana Pensiun 2026 Baru 5 Persen, OJK Dorong Perluasan Kepesertaan\" target=\"_blank\">Inklusi Dana Pensiun 2026 Baru 5 Persen, OJK Dorong Perluasan Kepesertaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di stan sebelah, sekelompok sosialita membahas tentang investasi yang legal. &#8220;Kita mau belajar soal investasi, kita tahu sekarang banyak investasi bodong. Dari sini kita bisa tahu yang mana asli, dilindungi dan diawasi oleh OJK, dan mana yang tidak,&#8221; kata Maharani, mewakili rekan-rekannya.<\/p>\n<h3>Fin Expo, Jembatan Literasi dan Inklusi<\/h3>\n<p>Fin Expo adalah pameran layanan jasa keuangan yang diadakan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, karena memang ada kesenjangan antara inklusi dan literasi.<\/p>\n<p>Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi yang membuka FIN Expo, Bulan Inklusi Keuangan 2026 dengan tema &#8220;Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera&#8221;, menegaskan bahwa akses keuangan yang inklusif sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan, utamanya bagi para pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Sulsel.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/930433\/ojk-canangkan-bulan-dana-pensiun-2026-perkuat-literasi-keuangan\" title=\"OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026 Perkuat Literasi Keuangan\" target=\"_blank\">OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026 Perkuat Literasi Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Inklusi keuangan menjadi peran yang sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman, khususnya bagi para pelaku UMKM. Lewat FIN Expo ini, kita berharap gap antara tingkat inklusi dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/literasi-keuangan\" title=\"literasi keuangan\">literasi keuangan<\/a> masyarakat bisa makin diperkecil,&#8221; ujar Fatmawati.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan pesan kepada para pelaku industri jasa keuangan agar terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah, termasuk menghadirkan inovasi produk yang inklusif dan ramah masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Mari terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok serta menghadirkan inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta berkelanjutan di Sulsel,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ketua Panitia FIN Expo BIK 2026 yang juga RCEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, menambahkan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fin-expo-2026\" title=\"Fin Expo 2026\">FIN Expo 2026<\/a> bukan hanya menjadi ajang pameran produk jasa keuangan.<\/p>\n<p>Kegiatan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, serta memahami manfaat dan risiko dari setiap produk keuangan.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini diisi oleh 28 tenant jasa keuangan yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menjadi wadah edukasi, konsultasi, dan komunikasi interaktif dengan masyarakat,&#8221; ujar Riza.<\/p>\n<h3>Ruang yang Masih Harus Diisi<\/h3>\n<p>Berdasarkan data OJK, tingkat inklusi keuangan di Sulsel sudah mencapai sekitar 94 persen, namun tingkat literasi keuangan masih berada di angka 63%.<\/p>\n<p>Artinya, masih ada ruang bagi sekitar 31%\u00a0masyarakat Sulsel yang telah menggunakan layanan keuangan atau memiliki rekening, mengakses kredit, atau menggunakan produk keuangan lainnya untuk lebih memahami secara optimal produk dan layanan yang mereka gunakan.<\/p>\n<p>Ini menjadi wajah dari perjalanan panjang OJK dalam mengawal sektor jasa keuangan Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Hal itu juga menjadi perhatian anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris. Ia menilai\u00a0meski ada <em>gap <\/em>(celah), tapi sudah\u00a0banyak masyarakat yang memanfaatkan platform digital.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi itu, masih ada yang tidak paham cara menilai risikonya. Makanya, saya bersama OJK selalu kegiatan literasi keuangan bersama di sejumlah kampus-kampus dan universitas, seperti yang digelar di Unhas,&#8221; katanya, Selasa (20\/10) di Unhas.<\/p>\n<h3>Dari Literasi ke Pembiayaan<\/h3>\n<p>Menyadari besarnya tantangan tersebut, OJK Sulselbar bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Selatan telah menjalankan berbagai program yang menyasar kelompok masyarakat paling beragam.<\/p>\n<p>Sepanjang 2026 hingga triwulan II, TPAKD Sulsel telah melaksanakan 198 kegiatan literasi keuangan dengan jangkauan 2.204.391 peserta. Kegiatan tersebut menyasar pelajar, mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas, hingga masyarakat pedesaan.<\/p>\n<p>Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar, menyatakan bahwa FIN Expo 2026 merupakan bagian dari upaya mempersempit kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah memberikan literasi keuangan kepada masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain literasi, berbagai program juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat. Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) telah mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan 34.084 debitur.<\/p>\n<p>Termasuk untuk pemberdayaan UMKM melalui klasterisasi; sejak 2022 hingga 2025 telah terbentuk 1.611 klaster dengan 22.275 debitur dan plafon kredit Rp644,46 miliar.<\/p>\n<p>Di sektor digitalisasi keuangan, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 1,5 juta merchant. Sementara program budaya menabung pelajar melalui KEJAR atau <em>One Student One Account<\/em> (OSOA) telah mencapai 2.187.810 rekening dengan nominal Rp412,38 miliar.<\/p>\n<p>OJK sendiri telah melaksanakan 1.896 kegiatan literasi keuangan sepanjang Januari hingga Desember 2025, menjangkau 1,83 juta peserta di 30 kabupaten\/kota. Hingga Maret 2026, OJK telah melaksanakan kurang lebih 456 kegiatan edukasi hanya dalam waktu tiga bulan.<\/p>\n<p>Berbagai ikhtiar ini menunjukkan komitmen yang terus berjalan untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang memadai. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK Sulselbar menerima 1.941 layanan konsumen, dengan sektor fintech sebagai penyumbang terbanyak.<\/p>\n<p>Kehadiran layanan konsumen ini menjadi pengingat bahwa literasi keuangan adalah kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan aman dan bijak.<\/p>\n<h3>Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Geopolitik<\/h3>\n<p>Stabilitas sektor jasa keuangan di Sulsel tidak datang tanpa ujian. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi yang meningkat, OJK Sulselbar mencatat kinerja sektor jasa keuangan yang tetap solid pada triwulan I 2026.<\/p>\n<p>Muchlasin melaporkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 6,88%, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,61%.<\/p>\n<p>Angka ini bukan hanya dalam statistik. Di baliknya terdapat aliran kredit yang tersalurkan ke sektor-sektor produktif, pembiayaan dari industri keuangan non-bank yang terus tumbuh, dan semakin beragamnya akses layanan keuangan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulsel mencatat pertumbuhan positif di berbagai sektor. Penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tercatat Rp19,27 triliun, tumbuh 1,23%\u00a0secara tahunan.<\/p>\n<p>Pembiayaan fintech <em>peer-to-peer lending<\/em> mencapai Rp2,52 triliun, tumbuh signifikan 32,26%, sementara industri pergadaian melonjak 61,08% dengan total pembiayaan Rp12,57 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan pembiayaan pada berbagai sektor mencerminkan semakin beragamnya alternatif akses pendanaan bagi masyarakat dan pelaku usaha,&#8221; ujar Muchlasin.<\/p>\n<h3>Inovasi dari Timur<\/h3>\n<p>Sebelumnya, pada Juli 2026, di Kantor OJK Sulselbar Makassar, sebuah diskusi kelompok terarah mulai membahas tokenisasi <em>Real World Assets<\/em> (RWA), sebuah inovasi yang memungkinkan aset fisik seperti resi gudang beras, produksi kakao, hingga kontrak pembelian komoditas dikonversi menjadi aset digital yang dapat diperdagangkan.<\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa inovasi ini bukan hanya proyek teknologi.<\/p>\n<p>&#8220;Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi regional dan nasional,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Yang menarik, OJK telah meluluskan sejumlah penyelenggara melalui <em>Regulatory Sandbox <\/em>dengan model bisnis baru, mulai dari tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui Kontrak Pengelolaan Dana, hingga penerbitan <em>stablecoin<\/em> Rupiah.<\/p>\n<p>Ini menandakan bahwa inovasi sektor keuangan digital mulai memasuki tahap implementasi pasar, bukan lagi hanya wacana.<\/p>\n<p>Bagi Sulsel, inovasi ini memiliki relevansi langsung. Komoditas unggulan daerah seperti beras, kakao, dan hasil perikanan dapat menjadi basis tokenisasi yang memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.<\/p>\n<p>Sejak lahirnya OJK 15 tahun lalu, ada capaian yang membanggakan, khususnya di Sulsel, yaitu pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, inovasi keuangan digital yang mulai menemukan bentuknya, dan inklusi keuangan yang menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat. Dan tetap memastikan bahwa setiap orang yang telah memiliki akses juga memiliki pemahaman, sehingga inklusi keuangan benar-benar berarti pemberdayaan. (LN\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947452\/ikhtiar-ojk-menutup-gap-literasi-keuangan-dan-menguatkan-ekonomi-kerakyatan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengunjung Fin Expo (Financial Expo) 2026 mendatangi stan jasa keuanga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di TSM Makassar awal Okotober lalu.(MI\/Lina Herlina) WARGA Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berkunjung di Trans Studio Mall, terlihat memadati atrium pusat perbelanjaan yang dipenuhi sejumlah stan layanan keuangan, dalam rangka Fin Expo (Financial Expo) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}