{"id":122774,"date":"2026-10-22T10:16:54","date_gmt":"2026-10-22T03:16:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kekeringan-kebumen-warga-tempuh-3-km-cari-air-gunung\/"},"modified":"2026-10-22T10:16:54","modified_gmt":"2026-10-22T03:16:54","slug":"kekeringan-kebumen-warga-tempuh-3-km-cari-air-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kekeringan-kebumen-warga-tempuh-3-km-cari-air-gunung\/","title":{"rendered":"Kekeringan Kebumen Warga Tempuh 3 Km Cari Air Gunung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792638400_99a12c9f2d7a0907c1b3.jpg\" alt=\"Kekeringan Kebumen: Warga Tempuh 3 Km Cari Air Gunung\"\/><figcaption>Warga Kebumen.(Pemkab Kebumen)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">KEKERINGAN<\/a>\u00a0ekstrem yang melanda Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebumen\" title=\"Kebumen\">Kebumen<\/a>, Jawa Tengah, memaksa warga berjuang ekstra untuk mendapatkan air bersih. Di Dukuh Kalipranji, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/desa-giritirto\" title=\"Desa Giritirto\">Desa Giritirto<\/a>, Kecamatan Karanggayam, sejumlah warga harus menempuh perjalanan hingga 3 kilometer (km) menuju kawasan pegunungan demi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.<\/p>\n<p>Kondisi sulit ini telah dialami sekitar 30 keluarga sejak Agustus 2026. Kemarau panjang menyebabkan sumber air di permukiman mengering, sehingga warga tidak memiliki pilihan selain mencari sumber mata air yang masih tersisa di dataran tinggi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Marsih, salah seorang warga Desa Giritirto, mengungkapkan bahwa jarak yang jauh menjadi tantangan utama bagi warga. &#8220;Kalau air sudah sulit, kami harus mencari sampai ke gunung. Jaraknya cukup jauh, hampir tiga kilometer. Air yang didapat pun harus digunakan sehemat mungkin agar cukup untuk kebutuhan keluarga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947064\/kekeringan-ekstrem-landa-8-wilayah-ntt-embung-di-kupang-mulai-mengering\" title=\"Kekeringan Ekstrem Landa 8 Wilayah NTT, Embung di Kupang Mulai Mengering\" target=\"_blank\">Kekeringan Ekstrem Landa 8 Wilayah NTT, Embung di Kupang Mulai Mengering<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk meringankan beban masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen\u00a0mulai menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 5.000 liter air dikirimkan ke wilayah terdampak, tetapi\u00a0jumlah tersebut harus dibagi rata kepada banyak keluarga.<\/p>\n<p>Setiap keluarga diperkirakan hanya mendapatkan jatah sekitar 20 hingga 30 liter air per distribusi. Dengan jeda penyaluran yang bisa mencapai dua pekan, warga dipaksa untuk sangat ketat dalam mengatur penggunaan air, terutama untuk keperluan memasak, mandi, dan mencuci.<\/p>\n<p>Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan persediaan air yang ada. Selain krisis air, ia juga mengingatkan potensi bahaya lain yang menyertai musim kemarau.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946942\/pemkab-tegal-salurkan-air-bersih-ke-enam-titik-terdampak-kekeringan\" title=\"Pemkab Tegal Salurkan Air Bersih ke Enam Titik Terdampak Kekeringan\" target=\"_blank\">Pemkab Tegal Salurkan Air Bersih ke Enam Titik Terdampak Kekeringan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan selama musim kemarau. Upaya bersama diperlukan agar dampak kekeringan tidak semakin berat, sekaligus mencegah kebakaran lahan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan,&#8221; tegas Lilis.<\/p>\n<div style=\"padding: 15px; border: 1px solid #ccc; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Data Dampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan-kebumen\" title=\"Kekeringan Kebumen\">Kekeringan Kebumen<\/a>:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Jumlah Desa Terdampak: 67 Desa<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jumlah Kecamatan Terdampak: 17 Kecamatan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Estimasi Bantuan: 5.000 liter per titik distribusi<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jarak Tempuh Warga ke Sumber Air: \u00b1 3 Kilometer<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa cakupan kekeringan tahun ini cukup luas, mencakup 67 desa di 17 kecamatan. Mengingat luasnya wilayah terdampak, Pemkab Kebumen menyadari bahwa distribusi air bersih melalui truk tangki hanyalah solusi jangka pendek.<\/p>\n<p>Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah daerah berencana memperkuat infrastruktur air melalui perluasan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) serta pembangunan jaringan perpipaan. Selain itu, pembangunan tampungan air seperti embung atau waduk kecil menjadi prioritas untuk menampung air hujan sebagai cadangan saat musim kemarau kembali melanda di masa depan. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947341\/kekeringan-kebumen-warga-tempuh-3-km-cari-air-gunung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Kebumen.(Pemkab Kebumen) KEKERINGAN\u00a0ekstrem yang melanda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memaksa warga berjuang ekstra untuk mendapatkan air bersih. Di Dukuh Kalipranji, Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, sejumlah warga harus menempuh perjalanan hingga 3 kilometer (km) menuju kawasan pegunungan demi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Kondisi sulit ini telah dialami sekitar 30 keluarga sejak Agustus 2026. Kemarau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122774"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122774\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}