{"id":122728,"date":"2026-10-22T08:18:57","date_gmt":"2026-10-22T01:18:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/php2shell-bug-ai-ancam-70-persen-situs-web-global\/"},"modified":"2026-10-22T08:18:57","modified_gmt":"2026-10-22T01:18:57","slug":"php2shell-bug-ai-ancam-70-persen-situs-web-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/php2shell-bug-ai-ancam-70-persen-situs-web-global\/","title":{"rendered":"PHP2Shell Bug AI Ancam 70 Persen Situs Web Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792631527_02d4f7a29b8ac7cf034b.jpg\" alt=\"PHP2Shell: Bug AI Ancam 70 Persen Situs Web Global\"\/><figcaption>Volker Dusch ialah seorang insinyur keamanan di yayasan nirlaba yang mengelola proyek PHP.(WSJ\/Marzena Skubatz)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DUNIA siber saat ini\u00a0menghadapi situasi darurat setelah ditemukan\u00a0kerentanan keamanan kritis pada PHP, teknologi yang menjadi tulang punggung bagi sekitar 70% situs web di seluruh dunia. Masalah keamanan yang dijuluki <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/php2shell\" title=\"PHP2Shell\">PHP2Shell<\/a><\/strong> ini ditemukan melalui bantuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecerdasan-buatan\" title=\"Kecerdasan Buatan\">kecerdasan buatan<\/a> (AI) dan berpotensi memungkinkan peretas mengambil alih kendali sistem secara penuh.<\/p>\n<p>Para pencipta PHP mengungkapkan bahwa celah ini sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan untuk mencuri informasi sensitif atau meluncurkan serangan siber kepada siapa pun yang mengunjungi situs web yang disusupi. Skala ancaman ini membuat para administrator web bergegas melakukan pengamanan, bahkan beberapa di antaranya memilih untuk mematikan situs mereka sementara waktu.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Ancaman Terburuk dalam Satu Dekade<\/h2>\n<p>Volker Dusch, insinyur keamanan dari yayasan nirlaba yang mengelola proyek PHP, menyatakan bahwa PHP2Shell ialah masalah keamanan paling parah yang dihadapi PHP dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Ia menyamakan urgensi situasi ini dengan peristiwa <em>Heartbleed<\/em> yang terjadi satu dekade lalu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/944753\/era-kata-sandi-segera-berakhir-diganti-standar-keamanan-baru\" title=\"Era Kata Sandi Segera Berakhir Diganti Standar Keamanan Baru\" target=\"_blank\">Era Kata Sandi Segera Berakhir Diganti Standar Keamanan Baru<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kerentanan ini berkaitan dengan cara PHP mengelola memori komputer. Peretas dapat mengeksploitasi celah ini hanya dalam hitungan detik pada sistem kecil, atau beberapa jam pada sistem yang lebih kompleks, guna menjalankan perangkat lunak tidak sah di server web yang belum ditambal (<em>unpatched<\/em>).<\/p>\n<h2>Peran AI: Pedang Bermata Dua<\/h2>\n<p>Celah keamanan ini ditemukan oleh Ryan Austin, seorang peneliti di perusahaan keamanan Calif, dengan bantuan <strong>GPT-5.6 Sol<\/strong>&#8211;salah satu model AI paling canggih dari OpenAI. Penemuan ini merupakan bagian dari audit kode sumber PHP yang didanai oleh OpenAI untuk membantu proyek sumber terbuka (<em>open-source<\/em>) mengatasi kerentanan yang kini mulai terdeteksi oleh sistem AI.<\/p>\n<p>Ironisnya, meski AI membantu menemukan bug tersebut, teknologi yang sama juga bisa digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mengeksploitasi celah tersebut dengan kecepatan yang melampaui kemampuan manusia. &#8220;Seseorang di Twitter bisa mengambil <em>patch<\/em> (tambalan), menjalankannya melalui AI, dan mengunggah skrip eksploitasi. Kekacauan besar bisa terjadi,&#8221; ujar Thai Duong, CEO Calif.<\/p>\n<p><strong>Catatan Keamanan:<\/strong> PHP2Shell sebenarnya tersembunyi dalam kode sumber PHP selama bertahun-tahun. Meskipun pernah ditandai sebagai area bermasalah beberapa dekade lalu, celah ini dianggap terlalu sulit untuk dieksploitasi oleh manusia hingga akhirnya AI menemukan caranya.<\/p>\n<h2>Upaya Perbaikan Massal<\/h2>\n<p>Sejak penemuan pada Agustus lalu, kelompok kerja informal yang terdiri dari peneliti keamanan dan insinyur perangkat lunak bekerja secara rahasia untuk menyiapkan perbaikan. Upaya ini melibatkan perbaikan pada hampir 200 file dan penulisan lebih dari 10.000 baris kode baru.<\/p>\n<p>Ami Luttwak, pendiri perusahaan keamanan Wiz, menyebut PHP2Shell sebagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kerentanan-ai\" title=\"kerentanan AI\">kerentanan AI<\/a> paling parah yang pernah ditemukan.\u00a0Karena informasi mengenai rencana perbaikan sempat bocor di forum <em>Hacker News<\/em>, tim pengembang PHP memutuskan untuk mempercepat rilis tambalan keamanan pada Rabu (21\/10) guna memberikan perlindungan segera bagi para pengelola situs web di seluruh dunia.\u00a0(The Wall Street Journal\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/947309\/php2shell-bug-ai-ancam-70-persen-situs-web-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Volker Dusch ialah seorang insinyur keamanan di yayasan nirlaba yang mengelola proyek PHP.(WSJ\/Marzena Skubatz) DUNIA siber saat ini\u00a0menghadapi situasi darurat setelah ditemukan\u00a0kerentanan keamanan kritis pada PHP, teknologi yang menjadi tulang punggung bagi sekitar 70% situs web di seluruh dunia. Masalah keamanan yang dijuluki PHP2Shell ini ditemukan melalui bantuan kecerdasan buatan (AI) dan berpotensi memungkinkan peretas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122729,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122728"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122728\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}