{"id":122702,"date":"2026-10-22T06:51:02","date_gmt":"2026-10-21T23:51:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/emmanuel-macron-kecam-komentar-konyol-donald-trump-soal-kerusuhan-prancis\/"},"modified":"2026-10-22T06:51:02","modified_gmt":"2026-10-21T23:51:02","slug":"emmanuel-macron-kecam-komentar-konyol-donald-trump-soal-kerusuhan-prancis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/emmanuel-macron-kecam-komentar-konyol-donald-trump-soal-kerusuhan-prancis\/","title":{"rendered":"Emmanuel Macron Kecam Komentar Konyol Donald Trump Soal Kerusuhan Prancis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/22\/1792626134_bed1701b1cee2ddab0fd.jpg\" alt=\"Emmanuel Macron Kecam Komentar 'Konyol' Donald Trump Soal Kerusuhan Prancis\"\/><figcaption>Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam Donald Trump dan pemimpin dunia atas komentar konyol terkait kerusuhan Prancis menjelang aksi protes susulan.(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN Prancis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/emmanuel-macron\" title=\"Emmanuel Macron\">Emmanuel Macron<\/a> mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> dan sejumlah pemimpin negara asing terkait kerusuhan jalanan yang melanda Prancis. Macron menilai komentar-komentar tersebut konyol dan sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan politik elektoral mereka.<\/p>\n<p>Saat berbicara dalam kunjungannya ke Qatar, Macron menyatakan bahwa &#8220;manipulasi informasi&#8221; pasca-kerusuhan telah memicu munculnya komentar dari berbagai pihak yang tidak dapat diterima. Ketika ditanya apakah pernyataan tersebut ditujukan kepada Donald Trump, Macron menjawab singkat, &#8220;Antara lain.&#8221;<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Gelombang tuduhan tersebut mengemuka setelah Trump mengaitkan aksi kekerasan di Prancis dengan keberadaan &#8220;migran, jihadis, dan komunis&#8221; di tengah kampanyenya bersama Partai Republik untuk pemilu sela. Tak hanya Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi pemilu juga melontarkan klaim senada bahwa Prancis telah dihantam oleh &#8220;invasi Islam ekstremis&#8221;. Namun, para analis dengan tegas membantah klaim yang menyebutkan isu migran sebagai faktor utama penyebab unjuk rasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/946282\/trump-tuding-imigrasi-jadi-pemicu-kerusuhan-prancis-desak-macron-tutup-perbatasan\" title=\"Trump Tuding Imigrasi Jadi Pemicu Kerusuhan Prancis, Desak Macron Tutup Perbatasan\" target=\"_blank\">Trump Tuding Imigrasi Jadi Pemicu Kerusuhan Prancis, Desak Macron Tutup Perbatasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Macron menegaskan sejumlah pemimpin asing &#8220;di tengah kampanye pemilu, baik di wilayah ini maupun di seberang Atlantik&#8221; telah &#8220;secara naif menyebarkan narasi yang jelas-jelas berusaha dipromosikan kalangan tertentu&#8221;. Menurutnya, para pemimpin tersebut &#8220;menggunakan negara kami untuk kampanye politik mereka sendiri. Dan kami tidak membutuhkan itu. Kami sudah memiliki kesulitan sendiri untuk ditangani.&#8221;<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti maraknya penyebaran konten hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI) di media sosial. Gambar-gambar buatan AI merebak dengan &#8220;menampilkan adegan-adegan yang sebenarnya tidak pernah terjadi di Prancis. Ada orang-orang yang mengklaim bahwa kami diinvasi oleh gerombolan migran dan Islamis, yang seluruhnya tidak benar.&#8221;<\/p>\n<p>Pemerintah Prancis saat ini tengah berjuang keras mengendalikan krisis sosial yang meletus enam bulan menjelang pemilu presiden. Pemerintah mengakui sempat &#8220;kehilangan kendali&#8221; atas riak kerusuhan yang meluas. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai menyuarakan tuntutan biaya hidup mendadak berubah menjadi aksi kekerasan dan penjarahan hebat di Paris, Marseille, Lyon, hingga Limoges, di mana gedung balai kota dibakar dan rusak sebagian.<\/p>\n<p>Guna mengantisipasi eskalasi, kepolisian mengumumkan larangan berdemonstrasi di sejumlah titik wilayah Paris. Langkah pengamanan ketat diambil seiring imbauan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan beberapa negara serta gejolak di pasar keuangan, yang ditandai dengan melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun melampaui 5%, rekor tertinggi sejak 2002.<\/p>\n<p>Kondisi ini menjadi ujian berat bagi pemerintahan Macron. Gerakan protes akar rumput gilets jaunes (rompi kuning) telah mengagendakan aksi demonstrasi di pusat kota Paris untuk menghidupkan kembali gerakan nasional tahun 2018 melawan kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik. Aksi tersebut diprediksi akan makin membesar seiring seruan kelompok mahasiswa yang turut merencanakan unjuk rasa di hari yang sama untuk menuntut peningkatan investasi di bidang pendidikan. (The Guardian\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/947277\/emmanuel-macron-kecam-komentar-konyol-donald-trump-soal-kerusuhan-prancis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam Donald Trump dan pemimpin dunia atas komentar konyol terkait kerusuhan Prancis menjelang aksi protes susulan.(AFP) PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara asing terkait kerusuhan jalanan yang melanda Prancis. Macron menilai komentar-komentar tersebut konyol dan sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan politik elektoral [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122703,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}