{"id":122662,"date":"2026-10-22T05:07:57","date_gmt":"2026-10-21T22:07:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/guntur-soekarno-bertutur\/"},"modified":"2026-10-22T05:07:57","modified_gmt":"2026-10-21T22:07:57","slug":"guntur-soekarno-bertutur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/guntur-soekarno-bertutur\/","title":{"rendered":"Guntur Soekarno Bertutur"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792588731_33f02862d7ba7427d5b5.jpg\" alt=\"Guntur Soekarno Bertutur\"\/><figcaption>(MI\/Seno)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><strong>TUTUR I<\/strong><\/p>\n<p>BEBERAPA waktu yang lalu penulis menonton tayangan di TV tentang &#8216;Vila&#8217; Sukarno (Bung Karno) di kawasan Riung Gunung Puncak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Sejauh yang penulis ketahui, sejak masa mudanya kemudian menjadi Presiden Pertama RI sampai dengan wafatnya pada 21 Juni 1970, Bung Karno tidak pernah mempunyai rumah, apalagi sebuah vila seperti yang ditayangkan di media TV.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/936200\/berubah-itu-tidak-mudah\" title=\"Berubah Itu tidak Mudah\" target=\"_blank\">Berubah Itu tidak Mudah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jangankan sebuah rumah atau vila, sebidang tanah pun nihil. Bahkan dalam suatu perjalanan menuju Istana Cipanas di kawasan Riung Gunung mobil kepresidenan Indonesia I mogok. Sambil menunggu mobil diperbaiki, Bung Karno jalan-jalan di kawasan Riung Gunung dan mendapat ilham. Bila di bukit Riung Gunung dibangun sebuah bangunan serbaguna untuk khalayak ramai, akan sangat bermanfaat. Segera Bung Karno sebagai presiden memutuskan agar di sebuah bukit di kawasan Riung Gunung dibangun sebuah bangunan serbaguna sesuai dengan ilhamnya.<\/p>\n<p>Bangunan tersebut meliputi sebuah restoran bertaraf internasional. Teras bangunannya untuk minum-minum kopi, teh, dan lain sebagainya, kamar istirahat lengkap dengan toilet, kamar mandi dan seterusnya juga disediakan.<\/p>\n<p>Untuk menuju bangunan tersebut, dibuat tempat parkir dan sebuah jembatan melengkung dari beton lengkap dengan anak tangganya menuju bangunan. Setelah jadi, bangunan tersebut diserahkan kepada siapa untuk dikelola penulis agak lupa, apakah pemda setempat, Dinas Pariwisata Pusat. Yang pasti bukan milik Bung Karno!<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/927958\/menuju-6-persen-membangun-mesin-pertumbuhan-baru-indonesia-pidato-kenegaraan-14-agustus-2026\" title=\"Menuju 6 Persen, Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia: Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026\" target=\"_blank\">Menuju 6 Persen, Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia: Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sejauh ini penulis hanya sekali pernah ke sana, sedangkan yang sering ialah Ibu Negara Fatmawati, dokter-dokter pribadi, para menteri kabinet dan sudah barang tentu khalayak ramai. Lebih-lebih di hari libur belasan kendaraan terparkir rapi di tempat parkir.<\/p>\n<p>Jadi, yang pasti bangunan serbaguna tersebut bukan milik pribadi Bung Karno, melainkan milik negara.<\/p>\n<p>Entah di era Reformasi saat ini<\/p>\n<p><em>Wallahu a&#8217;lam!<\/em><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>TUTUR II<\/strong><\/p>\n<p>Setiap penulis melihat tayangan Presiden Prabowo Subianto di media TV maupun media cetak, penulis selalu teringat pertama kali berkenalan dengan Dik Bowo. Begitu penulis menyapanya.<\/p>\n<p>Ketika itu Dik Bowo masih bertubuh atletis, ramah penuh senyum, asyik jadi teman <em>ngobrol<\/em>. Kisahnya, satu saat junior penulis di Band Aneka Nada Iwan Abdurahman, pemain elektrik bas sekaligus tokoh pendiri Wanadri yang sangat piawai panjat tebing dan <em>survival,<\/em> mengutarakan dia akan memperkenalkan Dik Bowo kepada penulis. Dengan gembira hati penulis katakan, \u201cSilakan saja Wan, atur waktunya.\u201d<\/p>\n<p>Penulis juga utarakan sekalian saja sambil makan siang di restoran Korea Arirang Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Sesuai dengan perjanjian pada saat pertama kali pertemuan dengan Dik Bowo, penulis dan Iwan makan dengan lahap masakan Korea di Restoran Arirang.<\/p>\n<p>Ada foto yang dibuat Iwan dengan arahan penulis. Saat ini foto aslinya berukuran 40 x 60 cm lengkap dengan bingkai masih ada dan siap untuk dipamerkan bila penulis mengadakan pameran fotografi lagi.<\/p>\n<p>Sejak perkenalan tersebut, penulis kerap kali diundang Dik Bowo untuk hadir pada hari ulang tahun RPKAD (Kopassus) dengan atraksi terjun payungnya. Sampai dengan Dik Bowo jadi menteri pertahanan, penulis masih rutin bertemu.<\/p>\n<p>Pernah di Istana Cipanas kawasan Puncak malam hari. Dik Bowo bertandang juga dengan ADC Teddy makan di rumah penulis Jl Kemang Timur. Dalam kesibukan kesibukan kami berdua, penulis bertemu dengan Dik Bowo di Istana Merdeka pada HUT kemerdekaan RI 2023. Di situ Dik Bowo pesan: \u201cMas, nanti kalau saya jadi presiden, kita <em>ketemuan<\/em> ya.\u201d<\/p>\n<p>Beres, Dik!<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/947150\/guntur-soekarno-bertutur\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(MI\/Seno) TUTUR I BEBERAPA waktu yang lalu penulis menonton tayangan di TV tentang &#8216;Vila&#8217; Sukarno (Bung Karno) di kawasan Riung Gunung Puncak. Sejauh yang penulis ketahui, sejak masa mudanya kemudian menjadi Presiden Pertama RI sampai dengan wafatnya pada 21 Juni 1970, Bung Karno tidak pernah mempunyai rumah, apalagi sebuah vila seperti yang ditayangkan di media [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122663,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122662"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122662\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}