{"id":122570,"date":"2026-10-22T01:06:54","date_gmt":"2026-10-21T18:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kekeringan-di-banyumas-meluas-112-desa-terdampak-dan-92-760-warga-kesulitan-air-bersih\/"},"modified":"2026-10-22T01:06:54","modified_gmt":"2026-10-21T18:06:54","slug":"kekeringan-di-banyumas-meluas-112-desa-terdampak-dan-92-760-warga-kesulitan-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kekeringan-di-banyumas-meluas-112-desa-terdampak-dan-92-760-warga-kesulitan-air-bersih\/","title":{"rendered":"Kekeringan di Banyumas Meluas, 112 Desa Terdampak dan 92.760 Warga Kesulitan Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792597784_db0f079d5db2e59c232e.jpg\" alt=\"Kekeringan di Banyumas Meluas, 112 Desa Terdampak dan 92.760 Warga Kesulitan Air Bersih\"\/><figcaption>Kekeringan di Banyumas makin parah, 112 desa dan kelurahan krisis air bersih.(MI\/Lilik Darmawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DAMPAK <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a> di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabupaten-banyumas\" title=\"Kabupaten Banyumas\">Kabupaten Banyumas<\/a>, Jawa Tengah, semakin parah. Hingga kini, sebanyak 112 desa\/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan terdampak kekeringan. Dengan demikian, hanya dua kecamatan yang belum mengalami dampak kekeringan.<\/p>\n<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bpbd-banyumas\" title=\"BPBD Banyumas\">BPBD Banyumas<\/a>, Abdul Ladjis, mengatakan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, jumlah desa\/kelurahan terdampak bertambah 15 dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 97 desa\/kelurahan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Perluasan wilayah terdampak tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin mendesak. BPBD Banyumas terus melakukan distribusi air bersih untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/939299\/kekeringan-di-banyumas-meluas-77-desa-di-21-kecamatan-terdampak\" title=\"Kekeringan di Banyumas Meluas, 77 Desa di 21 Kecamatan Terdampak\" target=\"_blank\">Kekeringan di Banyumas Meluas, 77 Desa di 21 Kecamatan Terdampak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDalam sepekan ini kekeringan semakin meluas. Sekarang sudah ada 112 desa\/kelurahan di 25 kecamatan yang terdampak. Berarti sisa dua kecamatan yang belum terdampak,\u201d ujar Ladjis.<\/p>\n<p>Berdasarkan pendataan BPBD Banyumas, jumlah warga yang terdampak mencapai 92.760 jiwa atau 26.025 kepala keluarga (KK). Mereka masih membutuhkan bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.<\/p>\n<p>Sampai sekarang, BPBD Banyumas telah menyalurkan sebanyak 8.415.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak. Pengiriman dilakukan secara bertahap dan rutin sesuai kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/938198\/dampak-kemarau-di-banyumas-meluas-54-ribu-warga-krisis-air-bersih\" title=\"Dampak Kemarau di Banyumas Meluas, 54 Ribu Warga Krisis Air Bersih\" target=\"_blank\">Dampak Kemarau di Banyumas Meluas, 54 Ribu Warga Krisis Air Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Abdul menyebut Kecamatan Cilongok dan Sumpiuh menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak. Masing-masing kecamatan memiliki 10 desa yang membutuhkan bantuan air bersih.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini memang harus lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Setiap pagi kami sudah mulai melakukan dropping air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Banyumas telah melaksanakan 1.670 ritase pengiriman air bersih. Distribusi tersebut masih terus dilakukan seiring bertambahnya wilayah terdampak dan tingginya kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, penambahan 15 desa\/kelurahan hanya dalam satu hari menunjukkan bahwa dampak kekeringan di Banyumas masih terjadi.<\/p>\n<p>\u201cBPBD terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi,\u201d tambahnya. (LD)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947225\/kekeringan-di-banyumas-meluas-112-desa-terdampak-dan-92760-warga-kesulitan-air-bersih\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekeringan di Banyumas makin parah, 112 desa dan kelurahan krisis air bersih.(MI\/Lilik Darmawan) DAMPAK kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semakin parah. Hingga kini, sebanyak 112 desa\/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan terdampak kekeringan. Dengan demikian, hanya dua kecamatan yang belum mengalami dampak kekeringan. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan berdasarkan data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}