{"id":122560,"date":"2026-10-22T00:39:57","date_gmt":"2026-10-21T17:39:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kolaborasi-filantropi-dan-pemerintah-jadi-kunci-pengembangan-anak-usia-dini\/"},"modified":"2026-10-22T00:39:57","modified_gmt":"2026-10-21T17:39:57","slug":"kolaborasi-filantropi-dan-pemerintah-jadi-kunci-pengembangan-anak-usia-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/22\/kolaborasi-filantropi-dan-pemerintah-jadi-kunci-pengembangan-anak-usia-dini\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Filantropi dan Pemerintah Jadi Kunci Pengembangan Anak Usia Dini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792598985_9f077218354ed6f2bca3.jpg\" alt=\"Kolaborasi Filantropi dan Pemerintah Jadi Kunci Pengembangan Anak Usia Dini\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/filantropi\" title=\"filantropi\">Filantropi<\/a> memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak-usia-dini\" title=\"Anak Usia Dini\">anak usia dini<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/early-childhood-development\" title=\"Early Childhood Development\">Early Childhood Development<\/a>\/ECD), tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga dengan memperkuat kualitas layanan, kapasitas institusi, dan kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Head of Policy &amp; Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menilai bahwa tantangan ECD di kawasan Asia Pasifik bukan sekadar menyediakan intervensi yang efektif, tetapi memastikan layanan tersebut terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Kesenjangan akses terhadap pendidikan prasekolah, kesehatan, dan pemenuhan gizi masih menjadi tantangan di berbagai negara.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Pertarungan ini bukan hanya apakah kita memiliki intervensi yang efektif. Ini adalah apakah intervensi-intervensi tersebut terjangkau, didanai dengan cukup, diberikan dengan kualitas yang baik, dan dipertahankan dari waktu ke waktu,&#8221; kata Eddy, Rabu (21\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947073\/timothy-ronald-bangun-sekolah-ke-6-targetkan-1000-sekolah-di-indonesia\" title=\"Timothy Ronald Bangun Sekolah ke-6, Targetkan 1.000 Sekolah di Indonesia\" target=\"_blank\">Timothy Ronald Bangun Sekolah ke-6, Targetkan 1.000 Sekolah di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Menurutnya, pengembangan anak usia dini membutuhkan pendekatan terpadu yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, gizi, dan pengasuhan. Karena itu, investasi ECD perlu mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan tenaga pendidik dan kesehatan, dukungan bagi orang tua, serta perbaikan koordinasi dan sistem data.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Eddy menegaskan, filantropi dapat melengkapi peran pemerintah melalui fleksibilitas dalam mengembangkan inovasi, menguji pendekatan baru, dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah memiliki jangkauan layanan yang luas, sementara filantropi dapat membantu mengembangkan solusi berbasis bukti untuk diterapkan secara lebih luas.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Kontribusi terbaik filantropi bukanlah berapa banyak uang yang kita bawa ke meja, melainkan apa yang bisa kita lakukan dengan uang kita,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946676\/-pakar-internasional-dorong-pemanfaatan-ai-dan-data-lokal-untuk-lindungi-anak-usia-dini-dari-krisis-iklim-dan-ketimpangan-pendid\" title=\" Pakar Internasional Dorong Pemanfaatan AI dan Data Lokal untuk Lindungi Anak Usia Dini dari Krisis Iklim dan Ketimpangan Pendidikan\" target=\"_blank\"> Pakar Internasional Dorong Pemanfaatan AI dan Data Lokal untuk Lindungi Anak Usia Dini dari Krisis Iklim dan Ketimpangan Pendidikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Ia menambahkan, dukungan filantropi harus melampaui pelaksanaan proyek, mulai dari pengembangan bukti dan pengujian program hingga penguatan institusi, kebijakan, serta pembiayaan publik. Aspek keberlanjutan perlu direncanakan sejak awal agar program tetap berjalan dan kualitas layanan terjaga setelah pendanaan berakhir.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Salah satu contoh kolaborasi tersebut adalah Program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia), yang melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, filantropi, dan sektor swasta untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya tujuan bersama, kontribusi yang saling melengkapi, fleksibilitas, dan komitmen jangka panjang.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Sejalan dengan upaya tersebut, Tanoto Foundation tengah mendorong pengembangan ECED Collaborative di Indonesia, sebuah platform untuk mempertemukan organisasi filantropi, dunia usaha, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat kolaborasi serta solusi berbasis bukti bagi pengembangan anak usia dini.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Eddy menekankan bahwa keberhasilan filantropi tidak cukup diukur dari jumlah proyek atau penerima manfaat, tetapi juga dari kemampuannya memperkuat sistem dan memperluas akses terhadap layanan berkualitas.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Ambisi kita seharusnya bukan hanya memperbesar proyek filantropi secara langsung, tetapi membantu solusi yang efektif menjadi bagian dari sistem publik yang lebih kuat dan berkelanjutan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Ke depan, filantropi diharapkan semakin strategis dan kolaboratif dalam mendukung ECD, sehingga investasi yang dilakukan dapat memperkuat kapasitas pemerintah dan menciptakan sistem layanan yang berkelanjutan bagi anak dan keluarga.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Bagi Eddy, keberhasilan jangka panjang filantropi terletak pada seberapa kuat sistem pengembangan anak usia dini yang dibangun, termasuk kemampuannya menyediakan layanan berkualitas bahkan setelah dukungan pendanaan filantropi berakhir. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/947233\/kolaborasi-filantropi-dan-pemerintah-jadi-kunci-pengembangan-anak-usia-dini\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Filantropi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan anak usia dini (Early Childhood Development\/ECD), tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga dengan memperkuat kualitas layanan, kapasitas institusi, dan kolaborasi lintas sektor. Head of Policy &amp; Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menilai bahwa tantangan ECD di kawasan Asia Pasifik bukan sekadar menyediakan intervensi yang efektif, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122560\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}