{"id":122462,"date":"2026-10-21T20:25:54","date_gmt":"2026-10-21T13:25:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/rano-karno-ungkap-tantangan-pengembangan-industri-film-di-dki-jakarta\/"},"modified":"2026-10-21T20:25:54","modified_gmt":"2026-10-21T13:25:54","slug":"rano-karno-ungkap-tantangan-pengembangan-industri-film-di-dki-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/rano-karno-ungkap-tantangan-pengembangan-industri-film-di-dki-jakarta\/","title":{"rendered":"Rano Karno Ungkap Tantangan Pengembangan Industri Film di DKI Jakarta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792588792_b4b89ad932b87fc184be.jpg\" alt=\"Rano Karno Ungkap Tantangan Pengembangan Industri Film di DKI Jakarta\"\/><figcaption>Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) di Jakarta Film Summit(Dok.Pemprov DKI Jakarta)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WAKIL Gubernur <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dki-jakarta\" title=\"DKI Jakarta\">DKI Jakarta<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rano-karno\" title=\"Rano Karno\">Rano Karno<\/a> menyampakan pengembangan industri perfilman di DKI Jakarta membutuhkan proses panjang. Salah satu tantangannya ialah menyamakan persepsi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) mengenai peran industri <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/film\" title=\"Film\">film<\/a> dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.<\/p>\n<p>\u201cIni pasti akan membutuhkan waktu yang lama. Untuk mempersamakan persepsi saja memerlukan waktu. Tapi sekarang sudah mulai paham, sudah mulai tahu apa fungsi film di sebuah kota,\u201d kata Rano dalam penutupan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jakarta-film-summit\" title=\"Jakarta Film Summit\">Jakarta Film Summit<\/a> (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 di Hotel Park Hyatt, Jakarta, Rabu (21\/10).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Rano, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-film\" title=\"industri film\">industri film<\/a> merupakan sektor yang perlu terus diperkenalkan di lingkungan pemerintah daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, insan perfilman, dan pelaku industri diperlukan untuk membuka peluang produksi serta memperkuat ekosistem perfilman di Jakarta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/942251\/dki-jakarta-dan-busan-jajaki-kerja-sama-industri-perfilman\" title=\"DKI Jakarta dan Busan Jajaki Kerja Sama Industri Perfilman\" target=\"_blank\">DKI Jakarta dan Busan Jajaki Kerja Sama Industri Perfilman<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selama dua hari penyelenggaraan, JFS 2026 mempertemukan lebih dari 500 peserta, mulai dari insan perfilman, pelaku industri, investor, hingga mitra internasional. Forum tersebut menghadirkan 40 pembicara dari 10 negara untuk membahas kolaborasi internasional, kemudahan perizinan, dan peluang pembiayaan film berskala global.<\/p>\n<p>Penguatan industri perfilman juga ditandai dengan kesepakatan Joint Communiqu\u00e9 yang memuat tiga prioritas. Ketiganya ialah memperluas akses pembiayaan, termasuk melalui pemanfaatan nilai ekonomi kekayaan intelektual; menyederhanakan perizinan produksi film; serta memperkuat ekosistem dan basis data industri perfilman untuk mendukung kebijakan, pengembangan bisnis, dan investasi.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut ditandatangani Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan, Rano Karno, dan peserta JEF Policy Lab dalam seremoni penutupan JFS x JEF 2026.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/926602\/pengendalian-penduduk-jangan-berhenti-pada-wacana-hunian-layak-harus-jadi-prioritas\" title=\"Pengendalian Penduduk Jangan Berhenti pada Wacana, Hunian Layak Harus Jadi Prioritas\" target=\"_blank\">Pengendalian Penduduk Jangan Berhenti pada Wacana, Hunian Layak Harus Jadi Prioritas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Iwan mengatakan, industri film memiliki dampak ekonomi yang melampaui sektor hiburan. Aktivitas produksi dan distribusi film dapat menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, makanan dan minuman, pariwisata, teknologi digital, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).<\/p>\n<p>Keberhasilan sejumlah film nasional meraih pendapatan tinggi dan melibatkan kreator lokal, menurut dia, menunjukkan potensi industri berbasis kekayaan intelektual dalam menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.<\/p>\n<p>Lebih jauh disampaikannya, dalam forum hari kedua, regulator, perbankan, lembaga penjaminan, investor, dan pelaku industri juga membahas skema pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik industri film. Pembahasan mencakup instrumen pembiayaan, ekuitas, penjaminan, mitigasi risiko, serta keterhubungan antara produksi, pendanaan, dan akses pasar.<\/p>\n<p>Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan<em> Netflix<\/em> menandatangani kerja sama strategis terkait rencana produksi sejumlah film di Jakarta. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat sektor pariwisata dan industri kreatif. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/947151\/rano-karno-ungkap-tantangan-pengembangan-industri-film-di-dki-jakarta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) di Jakarta Film Summit(Dok.Pemprov DKI Jakarta) WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampakan pengembangan industri perfilman di DKI Jakarta membutuhkan proses panjang. Salah satu tantangannya ialah menyamakan persepsi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) mengenai peran industri film dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota. \u201cIni pasti akan membutuhkan waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122462\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}