{"id":122404,"date":"2026-10-21T17:53:54","date_gmt":"2026-10-21T10:53:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/operasional-sppg-kalijaga-cirebon-dihentikan-akibat-insiden-keracunan\/"},"modified":"2026-10-21T17:53:54","modified_gmt":"2026-10-21T10:53:54","slug":"operasional-sppg-kalijaga-cirebon-dihentikan-akibat-insiden-keracunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/operasional-sppg-kalijaga-cirebon-dihentikan-akibat-insiden-keracunan\/","title":{"rendered":"Operasional SPPG Kalijaga Cirebon Dihentikan Akibat Insiden Keracunan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792579754_3d27e978cda5b1d095d6.jpg\" alt=\"\u00a0Operasional SPPG \u00a0Kalijaga Cirebon Dihentikan Akibat Insiden Keracunan\"\/><figcaption>Korban yang diduga keracunan menu program MBG yang disediakan SPPG Kalijaga, Cirebon(MI\/Nurul Hidayah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cirebon\" title=\"Cirebon\">Cirebon<\/a> dihentikan operasionalnya menyusul kasus dugaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keracunan\" title=\"Keracunan\">keracunan<\/a> menu program makan bergizi gratis (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mbg\" title=\"MBG\">MBG<\/a>). Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, menjelaskan operasional <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sppg-kalijaga\" title=\"SPPG Kalijaga\">SPPG Kalijaga<\/a> Kecamatan Harjamukti, dihentikan sementara.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Mulai malam ini SPPG tersebut sudah kami <em>suspend <\/em>sampai batas waktunya yang belum ditentukan,&#8221; tutur Yulian, Selasa (20\/10) malam.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SPPG tersebut melayani \u00a0sekitar 2.500 penerima manfaat yang tersebar di SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, TK Bina Bangsa dan posyandu.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942160\/bpom-ungkap-penyebab-keracunan-mbg--pelanggaran-sop\" title=\"BPOM Ungkap Penyebab Keracunan MBG : Pelanggaran SOP\" target=\"_blank\">BPOM Ungkap Penyebab Keracunan MBG : Pelanggaran SOP<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Yulian mengakui adanya dugaan ratusan siswa yang mengalami keracunan menu MBG pada Selasa (20\/10). Anak anak tersebut mengalami gejala yang sama yaitu mual dan muntah muntah. Namun, kata dia, untuk penyebab pastinya hingga kini masih dalam pemeriksaan dan sampel makanan sudah dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Menunya memang sayur sop dan ada telur puyuh,* ungkap Yulian.<\/p>\n<p>Yulian menambahkan bahwa seluruh biaya rumah sakit korban dugaan keracunan menu MBG ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Soal isu ada korban yang kritis, Yulian pun membantah. Kondisi siswa, ujar dia, stabil.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/937453\/polisi-lakukan-penyelidikan-dugaan-keracunan-massal-mbg-di-batang\" title=\"Polisi Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Massal MBG di Batang\" target=\"_blank\">Polisi Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Massal MBG di Batang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati menjadi salah satu rumah sakit yang merawat korban dugaan keracunan menu MBG. Hingga Rabu (21\/10) pukul 09.00 WIB, sebanyak 62 pasien telah mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, dua pasien kembali datang sehingga total pasien yang ditangani mencapai 64 orang.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dari 62 semalam sampai jam 09.00 pagi, setelahnya datang lagi dua orang,&#8221; tutur Direktur Utama RSD Gunung Jati, Katibi, Rabu (21\/10).\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Katibi, pasien yang diduga keracunan MBG mulai berdatangan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Selasa (20\/10) sekitar pukul 17.50 WIB. Selanjutnya dari 62 pasien yang datang hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 47 pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani penanganan medis. Sementara itu, 11 pasien menjalani perawatan inap dan empat pasien lain masih menjalani observasi di IGD.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dari 62 pasien, yang masih observasi di IGD ada empat orang dengan komposisi tiga anak dan satu dewasa. Yang dirawat 11 orang, sementara 47 orang sudah bisa pulang,&#8221; jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Mayoritas pasien dugaan keracunan, kata dia, datang dengan keluhan mual dan muntah. Tim medis fokus menangani gejala yang muncul sekaligus mencegah kondisi pasien memburuk akibat dehidrasi.<\/p>\n<p>Berdasarkan data rumah sakit, pasien yang ditangani terdiri atas berbagai kelompok usia dan profesi yang berkaitan dengan program MBG yakni anak TK sebanyak 30 orang, guru dua orang, dari SPPG dua orang, dan orang tua peserta didik empat orang. \u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Namun tidak ada korban meninggal di RSD Gunung Jati. Yang dirawat semuanya di ruang rawat inap, tidak ada yang dirawat di ICU,&#8221; ungkap Katibi. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/947057\/operasional-sppg-kalijaga-cirebon-dihentikan-akibat-insiden-keracunan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korban yang diduga keracunan menu program MBG yang disediakan SPPG Kalijaga, Cirebon(MI\/Nurul Hidayah) SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon dihentikan operasionalnya menyusul kasus dugaan keracunan menu program makan bergizi gratis (MBG). Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, menjelaskan operasional SPPG Kalijaga Kecamatan Harjamukti, dihentikan sementara.\u00a0 &#8220;Mulai malam ini SPPG tersebut sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122404"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122404\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}