{"id":122224,"date":"2026-10-21T10:17:07","date_gmt":"2026-10-21T03:17:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/daging-ayam-vs-udang-mana-yang-lebih-baik-untuk-kolesterol-anda\/"},"modified":"2026-10-21T10:17:07","modified_gmt":"2026-10-21T03:17:07","slug":"daging-ayam-vs-udang-mana-yang-lebih-baik-untuk-kolesterol-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/daging-ayam-vs-udang-mana-yang-lebih-baik-untuk-kolesterol-anda\/","title":{"rendered":"Daging Ayam vs Udang Mana yang Lebih Baik untuk Kolesterol Anda"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792542334_79af1e463791f8995835.jpg\" alt=\"Daging Ayam vs Udang: Mana yang Lebih Baik untuk Kolesterol Anda?\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/AI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;MAU makan malam apa?&#8221; kerap menjadi pertanyaan sehari-hari. Bagi kebanyakan orang, daging <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ayam\" title=\"Ayam\">ayam<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/udang\" title=\"Udang\">udang<\/a> menjadi dua opsi protein yang praktis, lezat, dan serbaguna. Namun, jika Anda sedang memantau kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kolesterol\" title=\"kolesterol\">kolesterol<\/a>, Anda mungkin bertanya-tanya mana di antara keduanya yang lebih aman untuk dikonsumsi.<\/p>\n<p>Para ahli gizi membeberkan fakta mengenai pengaruh daging ayam dan udang terhadap kolesterol serta menentukan pilihan mana yang lebih tepat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Pengaruh Daging Ayam terhadap Kolesterol<\/h2>\n<p>Sebagian orang mengira mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi secara langsung melonjakkan kolesterol darah. Padahal, bagi kebanyakan orang, lemak jenuh memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap peningkatan kolesterol darah dibandingkan kolesterol dari makanan itu sendiri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/945980\/ubi-jalar-jadi-sayuran-terbaik-untuk-menurunkan-kolesterol-ini-penjelasan-dokter-jantung\" title=\"Ubi Jalar Jadi Sayuran Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Dokter Jantung\" target=\"_blank\">Ubi Jalar Jadi Sayuran Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Dokter Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Daging ayam sendiri tidak &#8216;menurunkan kolesterol&#8217;,&#8221; jelas Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN. &#8220;Manfaatnya terutama berasal dari apa yang digantikan oleh daging ayam tersebut. Jika daging ayam tanpa kulit menggantikan makanan bergizi tinggi lemak jenuh seperti daging sapi berlemak atau daging olahan, kadar LDL (kolesterol jahat) dapat membaik. Jika menggantikan ikan, kacang-kacangan, atau protein murni lainnya, Anda tidak selalu mendapatkan manfaat kolesterol tambahan.&#8221;<\/p>\n<p>Bagian potongan dan cara memasaknya pun sangat menentukan. Dada ayam tanpa kulit sangat rendah lemak jenuh, sedangkan paha ayam dengan kulit mengandung lebih banyak lemak jenuh.<\/p>\n<p>&#8220;Ayam tanpa kulit yang diproses secara minimal bisa menjadi pilihan rendah lemak jenuh, tetapi cara Anda menyiapkannya sangat berpengaruh,&#8221; kata Routhenstein. &#8220;Menggoreng, melapisi dengan tepung roti, membiarkan kulitnya, atau menambahkan mentega dan saus krim dapat meningkatkan lemak jenuh secara signifikan. Jadi, ayam yang dipanggang, dibakar, atau dimasak dengan air-fryer umumnya merupakan pilihan yang lebih baik untuk mengelola kolesterol LDL.&#8221;<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945123\/manfaat-dan-risiko-ampela-ayam-bagi-kesehatan-menurut-ahli-gizi-\" title=\"Manfaat dan Risiko Ampela Ayam bagi Kesehatan Menurut Ahli Gizi \" target=\"_blank\">Manfaat dan Risiko Ampela Ayam bagi Kesehatan Menurut Ahli Gizi <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Renee Korczak, Ph.D., RDN, menambahkan bahwa konsumsi daging ayam secara teratur tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengganti daging merah atau daging olahan dengan daging unggas berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.<\/p>\n<h2>Pengaruh Udang terhadap Kolesterol<\/h2>\n<p>Udang terkadang mendapat reputasi buruk karena kandungan kolesterolnya. Dalam satu porsi udang ukuran 3 ons (sekitar 85 gram), terdapat sekitar 161 miligram kolesterol, namun hampir tidak mengandung lemak jenuh.<\/p>\n<p>&#8220;Udang mengandung kolesterol makanan, tetapi rendah lemak jenuh. Bagi kebanyakan orang, lemak jenuh dan pola makan secara keseluruhan lebih penting bagi kadar LDL daripada hanya berfokus pada kandungan kolesterol udang saja,&#8221; tegas Korczak. Udang juga memberikan sedikit asam lemak omega-3 yang bersifat antiinflamasi serta membantu menurunkan trigliserida.<\/p>\n<p>Efek udang terhadap kolesterol juga bervariasi pada setiap orang. Routhenstein menjelaskan bahwa udang dapat meningkatkan LDL lebih banyak pada individu yang termasuk kategori hyperresponder (orang yang mengalami lonjakan kolesterol darah lebih besar saat mengonsumsi kolesterol makanan). Penderita familial hypercholesterolemia (kondisi genetis kolesterol tinggi) juga disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengatur pola makan.<\/p>\n<p>Sama seperti ayam, cara pengolahan udang sangat krusial. Menggoreng dengan tepung atau memasaknya dengan saus berbahan mentega dan krim akan menambah lemak jenuh. Opsi yang lebih sehat bagi jantung adalah membakar, memanggang, mengukus, atau menumis udang dengan sedikit minyak tak jenuh seperti minyak zaitun.<\/p>\n<h2>Hasil Perbandingan: Ayam vs Udang<\/h2>\n<p>Tidak ada pemenang mutlak di antara keduanya. Keduanya bisa masuk ke dalam pola makan sehat untuk jantung.<\/p>\n<p>&#8220;Jika tujuan spesifiknya adalah meminimalkan kolesterol makanan, dada ayam tanpa kulit umumnya lebih unggul. Jika tujuannya adalah meminimalkan lemak jenuh sambil mendapatkan protein berkualitas tinggi, udang polos bisa menjadi pilihan yang baik,&#8221; ungkap Routhenstein.<\/p>\n<h2>Tips Mengolah Ayam dan Udang agar Tetap Sehat<\/h2>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pilih Opsi Murni: Pilih dada ayam tanpa kulit dan buang lemak yang terlihat. Untuk udang, pilih udang mentah atau beku tanpa baluran tepung atau saus siap pakai.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gunakan Lemak Sehat: Gunakan minyak tak jenuh seperti minyak zaitun, alpukat, atau kanola alih-alih mentega atau margarin.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pilih Metode Masak yang Tepat: Gunakan teknik memanggang, membakar, mengukus, atau menumis tipis daripada menggoreng (deep-frying).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Batasi Saus Tinggi Lemak: Gunakan rempah-rempah, perasan jeruk, atau bumbu marinasi berbasis minyak dibanding saus krim atau mentega cair.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Sandingkan dengan Makanan Kaya Serat: Lengkapi sajian dengan sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh untuk mendukung kadar kolesterol yang sehat.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/946815\/daging-ayam-vs-udang-mana-yang-lebih-baik-untuk-kolesterol-anda\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/AI) &#8220;MAU makan malam apa?&#8221; kerap menjadi pertanyaan sehari-hari. Bagi kebanyakan orang, daging ayam dan udang menjadi dua opsi protein yang praktis, lezat, dan serbaguna. Namun, jika Anda sedang memantau kadar kolesterol, Anda mungkin bertanya-tanya mana di antara keduanya yang lebih aman untuk dikonsumsi. Para ahli gizi membeberkan fakta mengenai pengaruh daging ayam dan udang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122225,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}