{"id":122212,"date":"2026-10-21T09:46:53","date_gmt":"2026-10-21T02:46:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/asteroid-apophis-dekati-bumi-pada-2029-ilmuan-siap-mengamatinya\/"},"modified":"2026-10-21T09:46:53","modified_gmt":"2026-10-21T02:46:53","slug":"asteroid-apophis-dekati-bumi-pada-2029-ilmuan-siap-mengamatinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/asteroid-apophis-dekati-bumi-pada-2029-ilmuan-siap-mengamatinya\/","title":{"rendered":"Asteroid Apophis Dekati Bumi pada 2029, Ilmuan Siap Mengamatinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792550245_555b93d4f19e3c5107db.jpeg\" alt=\"Asteroid Apophis Dekati Bumi pada 2029, Ilmuan Siap Mengamatinya\"\/><figcaption>Ilustrasi(space)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asteroid-apophis\" title=\"Asteroid Apophis\">ASTEROID Apophis<\/a> dijadwalkan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. Peristiwa ini menjadi kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari asteroid berukuran besar ketika melintas dalam jarak relatif dekat dengan planet kita.<\/p>\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a>, Apophis akan melintas sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak tersebut bahkan lebih dekat daripada ketinggian sebagian satelit yang berada di orbit geosinkron.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Meski tergolong asteroid yang berpotensi berbahaya, NASA memastikan Apophis tidak akan menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan berdasarkan perhitungan orbit terkini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/909930\/fenomena-langka-2029-asteroid-apophis-melintas-dekat-bumi-tanpa-teleskop\" title=\"Fenomena Langka 2029: Asteroid Apophis Melintas Dekat Bumi tanpa Teleskop\" target=\"_blank\">Fenomena Langka 2029: Asteroid Apophis Melintas Dekat Bumi tanpa Teleskop<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Berukuran Ratusan Meter dan Melintas Dekat Bumi<\/h2>\n<p>Apophis merupakan asteroid dekat Bumi yang memiliki diameter rata-rata sekitar 340 meter. Panjang sumbu terbesarnya diperkirakan mencapai sedikitnya 450 meter, menjadikannya objek berukuran besar yang menarik perhatian para peneliti.<\/p>\n<p>NASA menjelaskan lintasan dekat Apophis pada 2029 merupakan peristiwa langka. Asteroid sebesar ini diperkirakan hanya melintas sedekat itu dengan Bumi rata-rata sekali dalam beberapa ribu tahun.<\/p>\n<p>Peristiwa tersebut juga istimewa karena manusia kini memiliki teknologi untuk mengamati perubahan asteroid ketika melewati pengaruh gravitasi Bumi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/883628\/apophis-2029-asteroid-raksasa-dekati-bumi-tanpa-ancaman-tabrakan\" title=\"Apophis 2029, Asteroid Raksasa Dekati Bumi Tanpa Ancaman Tabrakan\" target=\"_blank\">Apophis 2029, Asteroid Raksasa Dekati Bumi Tanpa Ancaman Tabrakan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Wahana Antariksa Akan Mempelajari Apophis<\/h2>\n<p>NASA mengarahkan wahana OSIRIS-REx, yang kemudian berganti nama menjadi OSIRIS-APEX, untuk mempelajari Apophis setelah asteroid tersebut melintas dekat Bumi pada 2029.<\/p>\n<p>Selain itu, Badan Antariksa Eropa (ESA) menyiapkan misi Ramses untuk mendekati dan mendampingi Apophis selama perlintasan dekatnya dengan Bumi.<\/p>\n<p>Pengamatan akan dilakukan menggunakan teleskop di Bumi maupun instrumen pada wahana antariksa. Para ilmuwan akan mempelajari bentuk, rotasi, orbit, dan karakteristik permukaan asteroid tersebut.<\/p>\n<h2>Gravitasi Bumi Bisa Mengubah Kondisi Asteroid<\/h2>\n<p>Ketika melintas dekat Bumi, Apophis akan mengalami pengaruh gravitasi yang dapat mengubah orbit dan kecepatan rotasinya. Gaya gravitasi juga berpotensi menyebabkan pergerakan material di permukaan asteroid, termasuk longsoran kecil di bagian yang curam.<\/p>\n<p>Para ilmuwan akan mengamati perubahan tersebut untuk memahami struktur internal dan material penyusun Apophis. Hasil pengamatan diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang asteroid dekat Bumi serta sejarah awal tata surya.<\/p>\n<p>Meski peristiwa ini menarik perhatian dunia sains, NASA menegaskan bahwa Apophis tidak menimbulkan ancaman tabrakan terhadap Bumi pada 2029. Perlintasan tersebut justru menjadi peluang penting untuk mempelajari asteroid dari jarak yang sangat dekat. (NASA\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/946848\/asteroid-apophis-dekati-bumi-pada-2029-ilmuan-siap-mengamatinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(space) ASTEROID Apophis dijadwalkan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. Peristiwa ini menjadi kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari asteroid berukuran besar ketika melintas dalam jarak relatif dekat dengan planet kita. Menurut NASA, Apophis akan melintas sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak tersebut bahkan lebih dekat daripada ketinggian sebagian satelit yang berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122213,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122212\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}