{"id":122154,"date":"2026-10-21T07:18:52","date_gmt":"2026-10-21T00:18:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-21-oktober-2026-hujan-di-enam-daerah\/"},"modified":"2026-10-21T07:18:52","modified_gmt":"2026-10-21T00:18:52","slug":"prakiraan-cuaca-jawa-tengah-21-oktober-2026-hujan-di-enam-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-21-oktober-2026-hujan-di-enam-daerah\/","title":{"rendered":"Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 21 Oktober 2026 Hujan di Enam Daerah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792541880_1570e25dedfbdbc310a4.jpg\" alt=\"Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 21 Oktober 2026: Hujan di Enam Daerah\"\/><figcaption>Cuaca Kabupaten Demak berawan Rabu (21\/10) pagi, tetapi air laut pasang (rob) masih berlangsung hingga merendam kawasan pesisir.(MI\/Akhmad Safuan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN\u00a0Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>) memprakirakan hujan ringan masih berpeluang turun di enam daerah di Jawa Tengah pada Rabu (21\/10\/2026). Selain potensi hujan, warga diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan serta fenomena air laut pasang (rob) yang masih melanda kawasan pesisir utara.<\/p>\n<p>Kondisi cuaca di Jawa Tengah secara umum diprediksi berawan sejak pagi hingga siang hari. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpotensi turun di wilayah bagian tengah, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Fenomena ini membuat suhu udara terasa lebih hangat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/semarang\" title=\"Semarang\">Semarang<\/a>, Arif N, menjelaskan bahwa enam daerah yang berpeluang diguyur hujan ringan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, dan Magelang. Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah umumnya akan berawan sepanjang hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/930315\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-6-september-2026-waspada-banjir-rob-dan-karhutla\" title=\"Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 September 2026: Waspada Banjir Rob dan Karhutla\" target=\"_blank\">Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 September 2026: Waspada Banjir Rob dan Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Waspadai juga potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, karena di musim kemarau yang masih berlangsung ini banyak tanaman kering,&#8221; ujar Arif, Rabu (21\/10).<\/p>\n<p>Terkait kondisi angin, BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-35 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16 hingga 37 derajat celsius dengan kelembapan udara 35-95 persen. Suhu maksimal mencapai 37 derajat celsius berpotensi terjadi di Jepara dan Demak, yang memicu cuaca panas terik di kawasan pesisir.<\/p>\n<p>&#8220;Potensi angin kencang hingga 35 kilometer per jam perlu diwaspadai di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Wonogiri,&#8221; tambah Arif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/916771\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-31-juli-2026-hujan-di-lima-daerah-dan-waspada-rob\" title=\"Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 31 Juli 2026: Hujan di Lima Daerah dan Waspada Rob\" target=\"_blank\">Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 31 Juli 2026: Hujan di Lima Daerah dan Waspada Rob<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Gelombang Tinggi dan Ancaman Rob<\/h2>\n<p>Di sektor perairan, cuaca secara umum diprediksi cerah hingga cerah berawan. Namun, ancaman gelombang tinggi dan banjir rob masih menjadi perhatian serius bagi aktivitas pelayaran dan warga pesisir.<\/p>\n<p>Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhilla, mengungkapkan bahwa gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah, mulai dari Cilacap hingga Purworejo, masih bertahan di kisaran 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi kapal nelayan, tongkang, hingga kapal barang dan penumpang.<\/p>\n<p>&#8220;Waspadai kondisi gelombang tinggi tersebut bagi aktivitas pelayaran, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot untuk kapal nelayan, di atas 16 knot untuk kapal tongkang, dan di atas 20 knot untuk kapal barang serta penumpang,&#8221; tegas Shafira.<\/p>\n<p>Sementara itu, di perairan utara Jawa Tengah, ketinggian gelombang laut relatif lebih rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, ancaman banjir rob dengan ketinggian maksimum 1 meter diprediksi terjadi pada pukul 02.00-06.00 WIB.<\/p>\n<p>Sejumlah daerah di Pantura yang terdampak rob meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Banjir rob ini berpotensi mengganggu mobilitas warga, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, hingga sektor perikanan darat dan petani garam. &#8220;Waspada saat kedatangan rob pada dini hari tersebut,&#8221; pungkasnya. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946810\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-21-oktober-2026-hujan-di-enam-daerah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cuaca Kabupaten Demak berawan Rabu (21\/10) pagi, tetapi air laut pasang (rob) masih berlangsung hingga merendam kawasan pesisir.(MI\/Akhmad Safuan) BADAN\u00a0Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan masih berpeluang turun di enam daerah di Jawa Tengah pada Rabu (21\/10\/2026). Selain potensi hujan, warga diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan serta fenomena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122155,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122154\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}