{"id":122033,"date":"2026-10-21T01:52:55","date_gmt":"2026-10-20T18:52:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/kebakaran-hutan-gunung-lawu-meluas-490-hektare-pemkab-karanganyar-minta-modifikasi-cuaca\/"},"modified":"2026-10-21T01:52:55","modified_gmt":"2026-10-20T18:52:55","slug":"kebakaran-hutan-gunung-lawu-meluas-490-hektare-pemkab-karanganyar-minta-modifikasi-cuaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/kebakaran-hutan-gunung-lawu-meluas-490-hektare-pemkab-karanganyar-minta-modifikasi-cuaca\/","title":{"rendered":"Kebakaran Hutan Gunung Lawu Meluas 490 Hektare, Pemkab Karanganyar Minta Modifikasi Cuaca"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792509830_ce82eb8d8c06e4a1c9a1.jpg\" alt=\"Kebakaran Hutan Gunung Lawu Meluas 490 Hektare, Pemkab Karanganyar Minta Modifikasi Cuaca\"\/><figcaption>Pemadaman kebakaran hutan Lawu Gondosuli lewat water bombing tidak efektif karena gangguan cuaca, kabut dan angin kencang.(MI\/Widjajadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>CUACA kering dan kabut tebal masih menjadi penghalang utama dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-lawu\" title=\"Gunung Lawu\">Gunung Lawu<\/a>, Gondosuli, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hingga hari keenam, Selasa (20\/10\/2026) sore, api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 490 hektare lahan.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yang telah menetapkan status darurat penanggulangan kebakaran, kini mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera melakukan modifikasi cuaca. Langkah ini dinilai mendesak karena upaya pemadaman lewat udara maupun darat belum membuahkan hasil signifikan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Upaya <em>water bombing<\/em> yang dikerahkan menggunakan helikopter milik TNI AU dan TNI AD terkendala cuaca ekstrem. Angin kencang dan kabut tebal membuat operasional udara tidak maksimal, sehingga api terus meluas dan merayap di medan yang sulit dijangkau.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946715\/kebakaran-di-gunung-lawu-dan-sumbing-meluas-gubernur-minta-dukungan-pemadaman-udara\" title=\"Kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing Meluas, Gubernur Minta Dukungan Pemadaman Udara\" target=\"_blank\">Kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing Meluas, Gubernur Minta Dukungan Pemadaman Udara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami terus menyiapkan <em>water bombing<\/em> di samping tim gabungan darat. Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Karanganyar, Rober Christanto, intinya meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,&#8221; ujar Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dikonfirmasi Selasa (20\/10\/2026) malam.<\/p>\n<p>Sugiharjo menjelaskan bahwa dari empat sorti pemadaman udara yang direncanakan, hanya satu sorti yang berhasil terlaksana. Gangguan cuaca memaksa helikopter ditarik kembali ke pangkalan, meski armada tetap dalam posisi siap beroperasi jika kondisi memungkinkan.<\/p>\n<h3>Penyekatan Jalur Darat dan Pengamanan Pipa Air<\/h3>\n<p>Di sektor darat, tim gabungan yang terdiri dari relawan, TNI, Polri, dan Perhutani terus melakukan pemadaman secara manual. Fokus utama saat ini adalah pembuatan sekat bakar atau &#8220;ilar-ilaran&#8221; untuk memutus penjalaran api agar tidak mendekati permukiman warga.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946112\/terhalang-kabut-tebal-heli-water-bombing-gagal-terbang-ke-pusat-api-lawu\" title=\"Terhalang Kabut Tebal, Heli Water Bombing Gagal Terbang ke Pusat Api Lawu\" target=\"_blank\">Terhalang Kabut Tebal, Heli Water Bombing Gagal Terbang ke Pusat Api Lawu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain memadamkan api, petugas juga memprioritaskan pengamanan pipa air bersih milik warga. Pipa-pipa tersebut sangat vital bagi pasokan air masyarakat di lereng Gondosuli hingga kawasan Candi Ceto.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti di Posko pendakian Cemorokandang, dilakukan penyekatan di bawah Pos 1 agar api tidak meluas ke objek wisata. Sementara di Posko Ceto, kami menambah satu posko lagi khusus untuk pengamanan pipa air warga,&#8221; tambah Sugiharjo.<\/p>\n<p>Rencananya, pada Rabu (21\/10\/2026), upaya pemadaman gotong royong lewat jalur darat akan kembali diintensifkan. Pihak BPBD menekankan bahwa dalam kondisi kekeringan ekstrem seperti saat ini, bantuan hujan melalui modifikasi cuaca menjadi solusi paling efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Hanya hujan yang akan efektif membantu pemadaman pada situasi seperti sekarang ini,&#8221; pungkasnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946724\/kebakaran-hutan-gunung-lawu-meluas-490-hektare-pemkab-karanganyar-minta-modifikasi-cuaca\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemadaman kebakaran hutan Lawu Gondosuli lewat water bombing tidak efektif karena gangguan cuaca, kabut dan angin kencang.(MI\/Widjajadi) CUACA kering dan kabut tebal masih menjadi penghalang utama dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, Gondosuli, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hingga hari keenam, Selasa (20\/10\/2026) sore, api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 490 hektare lahan. Pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}