{"id":122020,"date":"2026-10-21T01:16:57","date_gmt":"2026-10-20T18:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/ketahanan-ekonomi-masyarakat-adat-diperkuat-lewat-pembentukan-kelompok-tani\/"},"modified":"2026-10-21T01:16:57","modified_gmt":"2026-10-20T18:16:57","slug":"ketahanan-ekonomi-masyarakat-adat-diperkuat-lewat-pembentukan-kelompok-tani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/ketahanan-ekonomi-masyarakat-adat-diperkuat-lewat-pembentukan-kelompok-tani\/","title":{"rendered":"Ketahanan Ekonomi Masyarakat Adat Diperkuat lewat Pembentukan Kelompok Tani"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/21\/1792519948_a3c0b1afbd6738b9abb7.jpg\" alt=\"Ketahanan Ekonomi Masyarakat Adat Diperkuat lewat Pembentukan Kelompok Tani\"\/><figcaption>Penguatan ekonomi masyarakat adat di Kampung Wanam mulai diarahkan melalui pengembangan pertanian.(MPSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penguatan ekonomi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/masyarakat-adat\" title=\"masyarakat adat\">masyarakat adat<\/a> di Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/merauke\" title=\"merauke\">Merauke<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/papua\" title=\"Papua\">Papua<\/a> Selatan, mulai diarahkan melalui pengembangan pertanian berbasis kerja sama. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan enam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kelompok-tani\" title=\"Kelompok Tani\">kelompok tani<\/a> perempuan dalam kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis kemandirian pertanian terintegrasi.<\/p>\n<p>Ketua Adat Kalai Woyu Maklew, Yohanis Agabi Mahuze, mengatakan pengelolaan potensi alam perlu dilakukan secara bersama agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan tidak bisa dibebankan kepada individu, melainkan membutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPersoalan ekonomi masyarakat adat di bidang pertanian adalah masalah kita bersama. Tugas ini tidak semudah membalik telapak tangan. Karena itu, mari kita bekerja bersama-sama,\u201d kata Yohanis dalam kegiatan yang diselenggarakan Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) di Aula Kampung Wanam, Senin (19\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/931603\/masyarakat-diminta-jaga-dan-wariskan-nilai-adat-malind-maklew\" title=\"Masyarakat Diminta Jaga dan Wariskan Nilai Adat Malind Maklew\" target=\"_blank\">Masyarakat Diminta Jaga dan Wariskan Nilai Adat Malind Maklew<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di hadapan peserta yang didominasi perempuan, Yohanis mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada keberadaan sumber daya alam, tetapi mulai mengelolanya menjadi sumber penghidupan. Pertanian, menurutnya, dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat adat.<\/p>\n<p>Ia mendorong masyarakat Kalai Woyu Maklew membangun kerja sama sejak proses penanaman, perawatan tanaman, hingga pemasaran hasil panen. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan kolektif agar potensi pertanian dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cJangan biarkan potensi alam yang kita miliki berlalu begitu saja. Mari kita manfaatkan bersama untuk kehidupan masyarakat dan masa depan anak-anak kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934879\/perlindungan-masyarakat-adat-malind-perlu-dukungan-dokumentasi-budaya\" title=\"Perlindungan Masyarakat Adat Malind Perlu Dukungan Dokumentasi Budaya\" target=\"_blank\">Perlindungan Masyarakat Adat Malind Perlu Dukungan Dokumentasi Budaya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kelompok Perempuan Jadi Penggerak Pertanian<\/h3>\n<p>Pembentukan enam kelompok tani perempuan menjadi salah satu hasil kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis tersebut. Kelompok-kelompok ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pertanian secara terorganisasi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.<\/p>\n<p>Namun, pembentukan kelompok merupakan tahap awal. Keberlanjutan program akan bergantung pada dukungan pendampingan, ketersediaan sarana produksi, kesesuaian komoditas dengan kondisi setempat, serta akses terhadap pasar bagi hasil pertanian.<\/p>\n<p>Bagi Yohanis, penguatan ekonomi juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga adat dan budaya. Pemanfaatan sumber daya alam, menurutnya, tidak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan identitas yang diwariskan antargenerasi. Dengan kerja sama dalam pengembangan pertanian dan pelestarian bahasa daerah, masyarakat Kalai Woyu Maklew diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih mandiri tanpa kehilangan jati diri. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/946767\/ketahanan-ekonomi-masyarakat-adat-diperkuat-lewat-pembentukan-kelompok-tani\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penguatan ekonomi masyarakat adat di Kampung Wanam mulai diarahkan melalui pengembangan pertanian.(MPSI) Penguatan ekonomi masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai diarahkan melalui pengembangan pertanian berbasis kerja sama. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan enam kelompok tani perempuan dalam kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis kemandirian pertanian terintegrasi. Ketua Adat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122021,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122020"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122020\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122021"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}