{"id":122010,"date":"2026-10-21T00:51:05","date_gmt":"2026-10-20T17:51:05","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/dorong-pengelolaan-sampah-organik-horeka-berbasis-ekonomi-sirkular\/"},"modified":"2026-10-21T00:51:05","modified_gmt":"2026-10-20T17:51:05","slug":"dorong-pengelolaan-sampah-organik-horeka-berbasis-ekonomi-sirkular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/21\/dorong-pengelolaan-sampah-organik-horeka-berbasis-ekonomi-sirkular\/","title":{"rendered":"Dorong Pengelolaan Sampah Organik Horeka Berbasis Ekonomi Sirkular"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792511522_a7ef8c4fb95b00985327.jpg\" alt=\"Dorong Pengelolaan Sampah Organik Horeka Berbasis Ekonomi Sirkular\"\/><figcaption>Ketua Tim Peneliti Unpad, Prof. Tomy Perdana(Dok Unpad)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan sampah organik di Kota Bandung diperkuat melalui peluncuran inisiatif Cyclow. Program yang dipimpin akademisi Universitas Padjadjaran (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/unpad\" title=\"unpad\">Unpad<\/a>) Prof. Tomy Perdana dan Dr. Gemilang Lara Utama Saripudin itu berfokus pada transformasi pengelolaan sampah dari sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/horeka\" title=\"horeka\">HOREKA<\/a>) berbasis circular bioeconomy atau ekonomi hayati sirkular.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Inisiatif tersebut resmi dimulai melalui kick-off meeting di Hotel The Luxton Bandung, Jumat (16\/10). Pertemuan ini menjadi langkah awal pelaksanaan riset bertajuk \u201cTransformasi Sampah Organik HOREKA Berbasis Circular Bioeconomy untuk Pengurangan Emisi dan Ketahanan Lingkungan Kota Bandung\u201d.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Riset tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sampah organik, mulai dari pemilahan di sumber yang belum konsisten, rantai pengelolaan yang belum terintegrasi, hingga terbatasnya keterkaitan antara pengolahan sampah dan sistem pangan lokal. Padahal, Kota Bandung telah memiliki sejumlah program pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan, seperti Kang Pisman, Buruan SAE, dan DASHAT. Program-program tersebut dinilai berpotensi diperkuat melalui pemanfaatan sampah organik untuk mendukung ekonomi sirkular, mengurangi emisi karbon, dan memperkokoh ketahanan pangan daerah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/944819\/unpad-dan-pemkab-sumedang-siap-dokumentasikan-pengetahuan-lokal-cegah-kepunahan-pangan-tradisional\" title=\"Unpad dan Pemkab Sumedang Siap Dokumentasikan Pengetahuan Lokal, Cegah Kepunahan Pangan Tradisional\" target=\"_blank\">Unpad dan Pemkab Sumedang Siap Dokumentasikan Pengetahuan Lokal, Cegah Kepunahan Pangan Tradisional<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Ketua Tim Peneliti Unpad, Prof. Tomy Perdana, mengatakan keterlibatan aktif pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pengelolaan sampah pangan yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kajian mengenai skema insentif yang dapat mendorong perubahan perilaku dan partisipasi berbagai pihak.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">\u201cPengelolaan sampah pangan membutuhkan mekanisme yang mampu mendorong partisipasi pelaku usaha dan pemangku kepentingan secara berkelanjutan. Pengembangan insentif perlu dikaji agar dapat mendukung praktik pengelolaan sampah yang lebih baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Menurut Tomy, selain mendorong pemilahan sampah langsung dari sumbernya, Cyclow memprioritaskan integrasi data dan informasi dengan berbagai sistem yang telah tersedia, termasuk KARASA dan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).<br \/>&#13;<br \/>\nPengembangan solusi juga diarahkan agar mudah diterapkan oleh pelaku usaha tanpa menambah beban operasional yang tidak perlu.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/943318\/phe-gelar-upstream-youth-champs-2026-di-unpad-dorong-mahasiswa-sampaikan-gagasan-kreatif-masa-depan-energi\" title=\"PHE Gelar Upstream Youth Champs 2026 di Unpad, Dorong Mahasiswa Sampaikan Gagasan Kreatif Masa Depan Energi\" target=\"_blank\">PHE Gelar Upstream Youth Champs 2026 di Unpad, Dorong Mahasiswa Sampaikan Gagasan Kreatif Masa Depan Energi<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">&#8220;Aspek lain yang dikaji meliputi penguatan edukasi lintas sektor, mekanisme insentif, serta pemanfaatan sirkular limbah makanan untuk berbagai kebutuhan, seperti pakan ternak, biogas, dan pupuk organik,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Dr. Gemilang Lara Utama Saripudin menekankan pentingnya keterpaduan data dalam mendukung perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">\u201cIntegrasi data menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah. Data yang saling terhubung dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan akan membantu pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan,\u201d paparnya.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Dalam pelaksanaannya kata Gemilang, riset Cyclow menggunakan pendekatan co-design, yakni proses perumusan masalah dan pengembangan solusi secara bersama-sama oleh para pemangku kepentingan. Pendekatan ini diharapkan memastikan solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Pertemuan perdana tersebut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, beserta perwakilan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Diskominfo, Bapperida Kota Bandung, Disbudpar, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Bapenda. Hadir pula perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Jawa Barat, Akar PHRI, Pertamina, Unpad, serta pemangku kepentingan dari lima kecamatan, yakni Coblong, Sumur Bandung, Bandung Wetan, Cidadap, dan Lengkong.<\/p>\n<p data-v-db2235c1=\"\">Melalui kolaborasi tersebut, Cyclow diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang terintegrasi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah menuju Bandung yang lebih rendah emisi, tangguh terhadap persoalan lingkungan, dan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi sirkular.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946740\/dorong-pengelolaan-sampah-organik-horeka-berbasis-ekonomi-sirkular\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Tim Peneliti Unpad, Prof. Tomy Perdana(Dok Unpad) Kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan sampah organik di Kota Bandung diperkuat melalui peluncuran inisiatif Cyclow. Program yang dipimpin akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Tomy Perdana dan Dr. Gemilang Lara Utama Saripudin itu berfokus pada transformasi pengelolaan sampah dari sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (HOREKA) berbasis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":122011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-122010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}