{"id":121940,"date":"2026-10-20T21:47:54","date_gmt":"2026-10-20T14:47:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/den-soroti-menu-dan-sasaran-mbg\/"},"modified":"2026-10-20T21:47:54","modified_gmt":"2026-10-20T14:47:54","slug":"den-soroti-menu-dan-sasaran-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/den-soroti-menu-dan-sasaran-mbg\/","title":{"rendered":"DEN Soroti Menu dan Sasaran MBG"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792507345_2341edff2226a1aeeeb2.png\" alt=\"DEN Soroti Menu dan Sasaran MBG\"\/><figcaption>MBG.(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ANGGOTA Dewan Ekonomi Nasional (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/den\" title=\"DEN\">DEN<\/a>) Firman Hidayat merekomendasikan perbaikan kualitas menu dan pemerataan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.\u00a0<\/p>\n<p>Rekomendasi itu didasarkan pada kajian yang menunjukkan kualitas makanan berkaitan dengan semangat belajar siswa, sementara distribusi program masih lebih banyak menjangkau siswa di perkotaan dan kelompok ekonomi mampu.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menu-mbg\" title=\"Menu MBG\">menu MBG<\/a> gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,&#8221; kata Firman usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/919803\/pemprov-kalsel-dorong-pangan-lokal-jadi-menu-makan-bergizi-gratis\" title=\"Pemprov Kalsel Dorong Pangan Lokal Jadi Menu Makan Bergizi Gratis\" target=\"_blank\">Pemprov Kalsel Dorong Pangan Lokal Jadi Menu Makan Bergizi Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Firman menjelaskan, DEN bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain menyusun modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mengukur dampak program MBG. Pengumpulan data tersebut mulai dilakukan pada September tahun lalu dengan cakupan seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Kajian itu menelaah sejumlah indikator, yakni kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, dan rasa lapar. Hasilnya menunjukkan penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang belum menerima program tersebut.<\/p>\n<p>Perbedaan kehadiran itu terlihat cukup besar pada kelompok ekonomi terbawah atau desil 1. Siswa dari kelompok paling miskin yang tidak menerima MBG lebih sering absen dibandingkan mereka yang memperoleh makanan dari program tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915328\/bgn-siapkan-portal-digital-mbg-orangtua-bisa-pantau-menu-harian-dari-sppg-real-time\" title=\"BGN Siapkan Portal Digital MBG, Orangtua Bisa Pantau Menu Harian dari SPPG Real-time\" target=\"_blank\">BGN Siapkan Portal Digital MBG, Orangtua Bisa Pantau Menu Harian dari SPPG Real-time<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Firman juga menyebut penurunan ketidakhadiran siswa terlihat semakin besar seiring dengan meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah. Temuan tersebut menjadi salah satu indikasi manfaat program terhadap partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.<\/p>\n<p>Selain kehadiran, kualitas menu menjadi faktor yang berkaitan dengan semangat belajar siswa. Berdasarkan hasil kajian DEN, siswa penerima MBG cenderung melaporkan peningkatan semangat belajar ketika makanan yang diberikan memiliki kualitas baik.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika kualitas menunya sangat baik, 95% siswa penerima MBG mengatakan mereka semangat belajarnya lebih lebih tinggi,&#8221; ujar Firman.<\/p>\n<p>Sebaliknya, angka tersebut turun tajam ketika kualitas menu dinilai buruk. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan program saja belum cukup untuk menjamin manfaat yang optimal, karena mutu makanan yang diterima siswa turut menentukan hasil yang dirasakan.<\/p>\n<p>Karena itu, DEN menilai evaluasi MBG perlu memperhatikan kualitas makanan yang disajikan, bukan hanya jumlah penerima atau luasnya jangkauan program. Pemenuhan kebutuhan gizi dan kelayakan menu menjadi bagian penting agar program dapat mendukung kondisi fisik serta kegiatan belajar siswa.<\/p>\n<p>Di sisi lain, data distribusi penerima per September menunjukkan penyaluran MBG masih lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan. Penerima dari kelompok ekonomi mampu juga masih lebih banyak dibandingkan siswa dari kelompok miskin.<\/p>\n<p>Firman menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam menentukan prioritas perluasan program. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat miskin, wilayah perdesaan, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).<\/p>\n<p>&#8220;Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,&#8221; kata Firman. (Mir\/P-3)<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/946711\/den-soroti-menu-dan-sasaran-mbg\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MBG.(MI\/Usman Iskandar) ANGGOTA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Firman Hidayat merekomendasikan perbaikan kualitas menu dan pemerataan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.\u00a0 Rekomendasi itu didasarkan pada kajian yang menunjukkan kualitas makanan berkaitan dengan semangat belajar siswa, sementara distribusi program masih lebih banyak menjangkau siswa di perkotaan dan kelompok ekonomi mampu. &#8220;Artinya memang salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121940"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121940\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}