{"id":121892,"date":"2026-10-20T19:44:10","date_gmt":"2026-10-20T12:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/kebakaran-hutan-pinus-di-lembang-diduga-akibat-kelalaian-manusia-dua-hektare-terdampak\/"},"modified":"2026-10-20T19:44:10","modified_gmt":"2026-10-20T12:44:10","slug":"kebakaran-hutan-pinus-di-lembang-diduga-akibat-kelalaian-manusia-dua-hektare-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/kebakaran-hutan-pinus-di-lembang-diduga-akibat-kelalaian-manusia-dua-hektare-terdampak\/","title":{"rendered":"Kebakaran Hutan Pinus di Lembang Diduga akibat Kelalaian Manusia, Dua Hektare Terdampak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792500036_eabaad9104e9576a3528.jpg\" alt=\"Kebakaran Hutan Pinus di Lembang Diduga akibat Kelalaian Manusia, Dua Hektare Terdampak\"\/><figcaption>Petugas melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan pinus Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.(MI\/Depi Gunawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-hutan-pinus\" title=\"kebakaran hutan pinus\">KEBAKARAN hutan pinus<\/a> di Desa Cikahuripan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kecamatan-lembang\" title=\"Kecamatan Lembang\">Kecamatan Lembang<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabupaten-bandung-barat\" title=\"kabupaten Bandung Barat\">Kabupaten Bandung Barat<\/a>, diduga dipicu kelalaian manusia atau unsur kesengajaan.\u00a0<\/p>\n<p>Pasalnya, petugas menemukan sisa pembakaran yang diduga ditinggalkan hingga bara api memicu kebakaran dan merembet ke kawasan hutan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Cucu Supriatna mengatakan, kebakaran tersebut diduga bukan disebabkan faktor alam, melainkan aktivitas manusia yang meninggalkan bara api.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/910457\/aksi-curanmor-di-lembang-terekam-cctv-pelaku-ditangkap-warga-saat-hendak-kabur\" title=\"Aksi Curanmor di Lembang Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap Warga saat Hendak Kabur\" target=\"_blank\">Aksi Curanmor di Lembang Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap Warga saat Hendak Kabur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Diduga ada unsur kesengajaan, orang yang nakal meninggalkan bekas pembakaran. Kalau alam mah enggak mungkin. Enggak tahu iseng atau apa,&#8221; kata Cucu, Selasa (20\/10).<\/p>\n<p>Akibat kebakaran tersebut, sekitar dua hektare lahan hutan pinus terdampak. Sejumlah pohon, baik tegakan muda maupun tua, terancam mati akibat ranting dan daunnya terbakar.<\/p>\n<p>Menurut Cucu, pohon pinus yang mengalami kebakaran cukup rentan mengalami kematian. Namun, dampak kerusakan terhadap pohon-pohon tersebut baru dapat dipastikan dalam beberapa bulan ke depan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/944322\/warga-gagalkan-pembegalan-di-cikalongwetan-bandung-barat-pelaku-babak-belur-dihajar-massa\" title=\"Warga Gagalkan Pembegalan di Cikalongwetan Bandung Barat, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa\" target=\"_blank\">Warga Gagalkan Pembegalan di Cikalongwetan Bandung Barat, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ada yang sudah tegakan tua, ada tegakan muda. Sebagian juga masih tanaman kecil. Kalau pinus rentan, kalau sudah terbakar ranting sama daunnya biasanya mati. Kejelasan matinya biasanya beberapa bulan ke depan baru terlihat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terulang, Perhutani meningkatkan patroli dan pengawasan dengan melibatkan polisi hutan (Polhut), petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).<\/p>\n<p>&#8220;Perhutani juga memasang papan peringatan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama warga yang menggarap lahan di kawasan hutan. Upaya tersebut akan ditingkatkan menjelang musim kemarau,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan terjadi pada Sabtu (17\/10) sekitar pukul 12.30 WIB di petak 60 O, kawasan hutan yang berada di bawah pengelolaan RPH Cisarua, BKPH Lembang, KPH Bandung Utara.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga dipicu bara api dari kebakaran sebelumnya yang terjadi pada Jumat (16\/10) di petak 45C, wilayah RPH Lembang.<\/p>\n<p>Bara api yang tertiup angin kencang, ditambah kondisi cuaca yang panas, diduga menyebabkan api kembali menyala dan merembet ke kawasan hutan di petak 60 O. Total dua hektare lahan berisi pohon pinus terbakar dalam peristiwa tersebut. (DG)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/946624\/kebakaran-hutan-pinus-di-lembang-diduga-akibat-kelalaian-manusia-dua-hektare-terdampak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas melakukan pendinginan di lokasi kebakaran hutan pinus Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.(MI\/Depi Gunawan) KEBAKARAN hutan pinus di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diduga dipicu kelalaian manusia atau unsur kesengajaan.\u00a0 Pasalnya, petugas menemukan sisa pembakaran yang diduga ditinggalkan hingga bara api memicu kebakaran dan merembet ke kawasan hutan. Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}