{"id":121829,"date":"2026-10-20T16:57:54","date_gmt":"2026-10-20T09:57:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/pertumbuhan-ekonomi-6-persen-pada-2027-butuh-optimalisasi-peran-swasta\/"},"modified":"2026-10-20T16:57:54","modified_gmt":"2026-10-20T09:57:54","slug":"pertumbuhan-ekonomi-6-persen-pada-2027-butuh-optimalisasi-peran-swasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/pertumbuhan-ekonomi-6-persen-pada-2027-butuh-optimalisasi-peran-swasta\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027 Butuh Optimalisasi Peran Swasta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792489693_4ee43aaf6b58f967ccda.png\" alt=\"Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027 Butuh Optimalisasi Peran Swasta\"\/><figcaption>Pertumbuhan ekonomi Indonesia.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TARGET pertumbuhan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekonomi-indonesia\" title=\"Ekonomi Indonesia\">ekonomi Indonesia<\/a> sebesar 6% pada 2027 dinilai membutuhkan keterlibatan sektor swasta yang lebih optimal. Penguatan permintaan domestik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya permintaan di sejumlah negara mitra dagang utama.<\/p>\n<p>Tenaga Ahli Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luthfi Ridho menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 cenderung tidak jauh berbeda dari kondisi saat ini. Menurut dia, belum terlihat sumber pertumbuhan baru yang cukup kuat untuk mendorong akselerasi ekonomi secara signifikan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cKalau kita bicara 2027, sampai pada saat ini memang arahnya itu at best sama. Kalau misalkan pun ada pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun 2027, kita tidak melihat sumbernya,\u201d kata Luthfi di Jakarta, Selasa (20\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/931022\/purbaya-pertumbuhan-ekonomi-6-persen-di-depan-mata\" title=\"Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di Depan Mata\" target=\"_blank\">Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di Depan Mata<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menyoroti kondisi ekonomi Tiongkok yang masih menghadapi tekanan pada permintaan domestik, meskipun kinerja ekspornya relatif baik. Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, pelemahan permintaan dalam negeri Tiongkok berpotensi memengaruhi peluang peningkatan ekspor Indonesia.<\/p>\n<p>Luthfi menjelaskan, kinerja ekspor Tiongkok saat ini turut ditopang produk-produk terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, kondisi tersebut belum mencerminkan penguatan permintaan domestik negara itu secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cMasalahnya, Tiongkok itu our main trading partner saat ini. Kalau misalkan mereka domestiknya lagi lemah, kita punya demand untuk barang-barang kita, kemungkinan besar akan meningkat,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/942136\/banyak-disebut-akan-kolaps-prabowo-masa-depan-indonesia-cerah\" title=\"Banyak Disebut akan Kolaps, Prabowo: Masa Depan Indonesia Cerah\" target=\"_blank\">Banyak Disebut akan Kolaps, Prabowo: Masa Depan Indonesia Cerah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam situasi tersebut, Luthfi menilai negara dengan permintaan domestik yang kuat memiliki peluang lebih baik untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada tahun depan. Indonesia dinilai memiliki modal berupa besarnya pasar domestik yang dapat menopang aktivitas ekonomi ketika permintaan eksternal menghadapi tekanan.<\/p>\n<p>Menurut dia, skala ekonomi Indonesia juga membuat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) cenderung relatif stabil. Pelemahan pada satu komponen pertumbuhan, seperti konsumsi, masih berpeluang diimbangi peningkatan pada komponen lain, termasuk investasi.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, kontraksi ekonomi yang terjadi secara bersamaan di berbagai sektor relatif jarang terjadi. Pengalaman krisis ekonomi pada 1998 dan pandemi Covid-19 menjadi contoh ketika tekanan ekonomi berlangsung secara luas.<\/p>\n<p>Meski demikian, Luthfi mengingatkan bahwa stabilitas pertumbuhan tidak seharusnya membuat pemerintah dan pelaku usaha mengabaikan berbagai persoalan struktural yang masih perlu dibenahi.<\/p>\n<p>Ia menilai pemerintah perlu segera memperbaiki sejumlah aspek yang dapat menghambat pertumbuhan, sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan investasi.<\/p>\n<p>Luthfi berharap target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dapat tercapai apabila keterlibatan sektor swasta dioptimalkan. Peran dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat investasi, mendorong aktivitas produksi, serta memperluas kesempatan kerja.<\/p>\n<p>\u201cMenurut kita, ini ada beberapa hal yang harus segera kita benahi. Mudah-mudahan tahun 2027 itu memang bisa bertumbuh di angka 6% apabila keterlibatan swastanya dioptimalkan,\u201d pungkasnya. (Fal\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/946518\/pertumbuhan-ekonomi-6-persen-pada-2027-butuh-optimalisasi-peran-swasta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia.(MI) TARGET pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 dinilai membutuhkan keterlibatan sektor swasta yang lebih optimal. Penguatan permintaan domestik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya permintaan di sejumlah negara mitra dagang utama. Tenaga Ahli Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luthfi Ridho menilai prospek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121829\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}