{"id":121821,"date":"2026-10-20T16:38:16","date_gmt":"2026-10-20T09:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/ribuan-orang-meditasi-peringati-hari-kesehatan-jiwa\/"},"modified":"2026-10-20T16:38:16","modified_gmt":"2026-10-20T09:38:16","slug":"ribuan-orang-meditasi-peringati-hari-kesehatan-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/ribuan-orang-meditasi-peringati-hari-kesehatan-jiwa\/","title":{"rendered":"Ribuan Orang Meditasi Peringati Hari Kesehatan Jiwa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792488883_0f02e3aca788d2902b28.jpeg\" alt=\"Ribuan Orang Meditasi Peringati Hari Kesehatan Jiwa\"\/><figcaption>Ribuan peserta dari 13 negara mengikuti meditasi massal Tata Hati untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.(Dok. MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBANYAK 5.204 orang mengikuti kegiatan temu wicara dan meditasi bersama dalam Tata Hati Indonesia-Yogyakarta di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ugm\" title=\"UGM\">UGM<\/a>), Sabtu (10\/10) lalu. Peserta berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan 13 negara, mengikuti kegiatan yang digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bertepatan dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hari-kesehatan-jiwa-sedunia\" title=\"hari kesehatan jiwa sedunia\">Hari Kesehatan Jiwa Sedunia<\/a>.<\/p>\n<p>Pendiri YCCK, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bunda-arsaningsih\" title=\"Bunda Arsaningsih\">Bunda Arsaningsih<\/a>, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenali dan mengelola perasaan serta persoalan batin yang dihadapi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut data penyelenggara, dari total peserta terdaftar, sebanyak 3.105 orang mengikuti kegiatan secara langsung di GSP, sedangkan 2.099 lainnya berpartisipasi secara daring melalui Zoom. Peserta terbanyak berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 1.776 orang, disusul Bali sebanyak 948 orang dan Jawa Tengah sebanyak 720 orang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916610\/kesehatan-mental-remaja-psikolog-ugm-tekankan-pentingnya-mendengarkan-tanpa-menghakimi\" title=\"Kesehatan Mental Remaja: Psikolog UGM Tekankan Pentingnya Mendengarkan tanpa Menghakimi\" target=\"_blank\">Kesehatan Mental Remaja: Psikolog UGM Tekankan Pentingnya Mendengarkan tanpa Menghakimi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni temu wicara dan meditasi Soul (<em>Spirit of Universal Life)<\/em>. Dalam sesi temu wicara, sejumlah peserta dipilih secara acak untuk menceritakan persoalan yang sedang mereka hadapi dan berdialog dengan Bunda Arsaningsih serta dr. Rastho Mahotama.<\/p>\n<p>Sesi berikutnya diisi meditasi yang mengajak peserta mengenali perasaan negatif dan luka batin yang mereka rasakan, kemudian melakukan refleksi dan membangun afirmasi positif. Menurut penyelenggara, pendekatan ini terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang agama.<\/p>\n<p>YCCK menyebut pendekatan tersebut berkaitan dengan konsep ngelerem ati atau menenangkan hati dan ngoreksi batin dalam tradisi Jawa. Praktiknya menekankan sikap eling, nerimo, dan waspodo sebagai bagian dari proses refleksi diri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/867054\/mekanisme-otak-saat-emosi-jadi-kekerasan-penjelasan-psikolog-ugm\" title=\"Mekanisme Otak saat Emosi jadi Kekerasan: Penjelasan Psikolog UGM\" target=\"_blank\">Mekanisme Otak saat Emosi jadi Kekerasan: Penjelasan Psikolog UGM<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Yogyakarta menjadi lokasi penyelenggaraan Tata Hati yang ke-11. Rangkaian kegiatan ini bermula dari kelas Menata Hati di Denpasar pada Februari 2025 dan kemudian digelar di sejumlah kota di Indonesia maupun luar negeri, termasuk Paris, Brussels, Den Haag, Wellington, dan Melbourne.<\/p>\n<p>Penyelenggara membuka kegiatan untuk umum tanpa biaya dan hanya menerima donasi sukarela. Acara di Yogyakarta juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk UGM, pemerintah daerah, komunitas, dan perusahaan.<\/p>\n<p>YCCK menegaskan bahwa kegiatan meditasi tersebut merupakan ruang refleksi dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan kesehatan jiwa profesional. Masyarakat yang membutuhkan dukungan dapat mengakses layanan konseling Kementerian Kesehatan melalui Healing119.id. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946511\/ribuan-orang-meditasi-peringati-hari-kesehatan-jiwa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ribuan peserta dari 13 negara mengikuti meditasi massal Tata Hati untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.(Dok. MI) SEBANYAK 5.204 orang mengikuti kegiatan temu wicara dan meditasi bersama dalam Tata Hati Indonesia-Yogyakarta di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (10\/10) lalu. Peserta berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan 13 negara, mengikuti kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}