{"id":121645,"date":"2026-10-20T09:12:59","date_gmt":"2026-10-20T02:12:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/indonesia-memiliki-tantangan-berat-dalam-pelestarian-bahasa-daerah\/"},"modified":"2026-10-20T09:12:59","modified_gmt":"2026-10-20T02:12:59","slug":"indonesia-memiliki-tantangan-berat-dalam-pelestarian-bahasa-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/indonesia-memiliki-tantangan-berat-dalam-pelestarian-bahasa-daerah\/","title":{"rendered":"Indonesia Memiliki Tantangan Berat dalam Pelestarian Bahasa Daerah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/20\/1792461833_5cf8976c7fbf56175899.jpeg\" alt=\"Indonesia Memiliki Tantangan Berat dalam Pelestarian Bahasa Daerah\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/DESPIAN NURHIDAYAT)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPN\/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan bahwa saat ini Indonesia tercatat memiliki 718 <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bahasa-daerah\" title=\"Bahasa Daerah\">bahasa daerah<\/a>. Namun, 26 di antaranya berstatus terancam punah, 8 kritis, dan 5 sudah punah.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Hal ini tentu menjadi tantangan bagi seluruh pihak untuk bagaimana melestarikan bahasa daerah dan mencegah bertambahnya kepunahan terhadap bahasa daerah yang ada di Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Pungkas mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki tantangan yang berat dalam isu bahasa dan sastra terutama minat masyarakat yang melemah dan sastra belum kokoh sebagai muatan kurikulum pembelajaran terutama ketika bicara mengenai bahasa daerah.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943243\/festival-tunas-bahasa-ibu-2026-upaya-kemendikdasmen-lestarikan-bahasa-jawa\" title=\"Festival Tunas Bahasa Ibu 2026: Upaya Kemendikdasmen Lestarikan Bahasa Jawa\" target=\"_blank\">Festival Tunas Bahasa Ibu 2026: Upaya Kemendikdasmen Lestarikan Bahasa Jawa<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cMungkin jarang sekali memiliki kurikulum yang lengkap, mungkin hanya bahasa Jawa, Sunda, yang lain belum ada. Lalu pelestarian bahasa dan aksara daerah belum maksimal dan sinergi bahasa dan sastra yang belum dikembangkan secara optimal,\u201d ungkapnya dalam acara Kongres Bahasa Daerah 2026 di Jayapura, Papua, Senin (19\/10) malam waktu setempat.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Lebih lanjut, kondisi saat ini sebanyak 40% anak-anak di Indonesia mempelajari bahasa ibu mereka sudah bukan lagi bahasa daerah, melainkan bahasa Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cSaya kira ini banyak terjadi di kota-kota besar di mana walaupun orangtuanya bisa berbahasa daerah, anaknya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama,\u201d ujar Pungkas.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/745783\/hari-bahasa-ibu-internasional-2025-kajian-ungkap-manfaat-bahasa-daerah-pada-anak\" title=\"Hari Bahasa Ibu Internasional 2025, Kajian Ungkap Manfaat Bahasa Daerah pada Anak\" target=\"_blank\">Hari Bahasa Ibu Internasional 2025, Kajian Ungkap Manfaat Bahasa Daerah pada Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Padahal, kemampuan berbahasa daerah dan kemampuan literasi dikatakan memiliki korelasi yang positif, di mana jika anak memiliki kemampuan daerah yang tinggi, maka kemampuan literasinya juga dikatakan tinggi.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Pungkas pun memaparkan data daerah mana saja yang tercatat memiliki <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelestarian-bahasa-daerah\" title=\"pelestarian bahasa daerah\">pelestarian bahasa daerah<\/a> yang tergolong rendah.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cPelestarian bahasa daerah di Jakarta dan Papua Pegunungan menjadi daerah ekstrem yang rendah dalam hal pelestarian. Sementara daerah tertinggi yaitu Banten, DI Yogyakarta dan Bengkulu yang menunjukkan pelestarian bahasa daerah tumbuh ketika pemerintah daerah dan masyarakat bergerak bersama,\u201d tegasnya.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Dari sisi pemerintah, menurutnya hal yang harus dilakukan saat ini ialah bagaimana bahasa daerah dapat menjadi gerakan kolektif yang dilakukan lintas sektor.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cKami di Bappenas sudah merumuskan bahwa pembangunan bahasa dan sastra perlu berpijak pada wilayah. Jadi fokus 2025-2029 berpijak pada tiga hal yaitu pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, literasi dan kesetaraan bahasa, dan pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah. Di sini jelas bahwa bahasa daerah menjadi salah satu arah pembangunan bahasa di 2025-2029,\u201d jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cTinggal bagaimana implementasinya terutama dalam hal pelestarian bahasa, sastra dan aksara daerah, bagaimana kita merevitalisasi bahasa dan aksara daerah, pemberdayaan komunitas sastra, pemetaan bahasa, aksara dan jumlah penutur di wilayah, serta pengembangan teknologi digital. Jadi ini sebenarnya kebijakan yang hulu ke hilir. Dari hulu mulai dari pemetaan sampai ke hilirnya itu pengembangan dan pelestarian di tingkat masyarakat,\u201d tutup Pungkas.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946354\/indonesia-memiliki-tantangan-berat-dalam-pelestarian-bahasa-daerah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/DESPIAN NURHIDAYAT) Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPN\/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan bahwa saat ini Indonesia tercatat memiliki 718 bahasa daerah. Namun, 26 di antaranya berstatus terancam punah, 8 kritis, dan 5 sudah punah.\u00a0 Hal ini tentu menjadi tantangan bagi seluruh pihak untuk bagaimana melestarikan bahasa daerah dan mencegah bertambahnya kepunahan terhadap bahasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}