{"id":121601,"date":"2026-10-20T07:20:08","date_gmt":"2026-10-20T00:20:08","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/investasi-berkualitas-mulai-berdatangan\/"},"modified":"2026-10-20T07:20:08","modified_gmt":"2026-10-20T00:20:08","slug":"investasi-berkualitas-mulai-berdatangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/20\/investasi-berkualitas-mulai-berdatangan\/","title":{"rendered":"Investasi Berkualitas Mulai Berdatangan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792400837_fb4435abdd74fb5c8388.jpeg\" alt=\"Investasi Berkualitas Mulai Berdatangan\"\/><figcaption>Kawasan smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (29\/8\/2026).(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/investasi\" title=\"investasi\">Investasi<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hilirisasi\" title=\"hilirisasi\">Hilirisasi<\/a> Rosan Perkasa Roeslani menyebut Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp13 ribu triliun lebih untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8% pada 2029. Untuk itu, dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka fokus pada transformasi regulasi dan lembaga agar iklim investasi Tanah Air semakin menjanjikan bagi investor.<\/p>\n<p>Hasilnya, kata Rosan, kontribusi sektor investasi terhadap perekonomian Indonesia terus menunjukkan peningkatan pada dua tahun pertama pemerintahan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita lihat, pada tahun-tahun sebelumnya, kontribusi dari investasi itu rata-rata di 28% dan juga 29%, terbesar masih dari domestic consumption. Sekarang, kontribusi dari investasi ini sudah mendekati 38% sampai 39%,&#8221; katanya di Jakarta, Rabu (7\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/926153\/investasi-tumbuh-danantara-perkuat-dampak-ekonomi-nasional-secara-terukur\" target=\"_blank\" title=\"Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur\">Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rosan menyatakan pada 2024 realisasi investasi kurang lebih Rp1.714 triliun dan pada 2025 meningkat menjadi Rp1.931 triliun. Investasi yang masuk tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, imbuhnya, investasi harus berkualitas.<\/p>\n<p>&#8220;Poin yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu 2,4 juta orang. Tentunya investasi yang kita incar adalah investasi yang berkualitas,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/905710\/lonjakan-laba-bumn-bukti-transformasi-ekonomi-nasional-dan-kepemimpinan-danantara-berjalan-efektif\" target=\"_blank\" title=\"Lonjakan Laba BUMN Bukti Transformasi Ekonomi Nasional dan Kepemimpinan Danantara Berjalan Efektif\">Lonjakan Laba BUMN Bukti Transformasi Ekonomi Nasional dan Kepemimpinan Danantara Berjalan Efektif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>DIPERCAYA INVESTOR<\/p>\n<p>Pada semester I 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan (yoy). Realisasi tersebut berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, meningkat 15% (<em>yoy<\/em>).<\/p>\n<p>Angka capaian realisasi investasi itu telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.<\/p>\n<p>Rosan menyampaikan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional.<\/p>\n<p>Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sebagai strategi utama transformasi ekonomi nasional. Pada semester 2026, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, atau 29,7% dari total investasi nasional.<\/p>\n<p>Investasi hilirisasi masih didominasi komoditas mineral, khususnya bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika, yang menjadi penggerak peningkatan nilai tambah industri nasional.\u00a0<\/p>\n<p>EKOSISTEM INVESTASI<\/p>\n<p>Rosan menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha, penguatan ekosistem investasi, percepatan pembangunan kawasan industri dan hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.<\/p>\n<p>Target investasi Indonesia pada 2027 sebesar Rp2.322 triliun. Angka itu mencerminkan kenaikan sebesar 13,8% jika dibandingkan dengan target tahun ini yang dipatok Rp2.041 triliun.<\/p>\n<p>Peningkatan target itu didorong kontribusi investasi yang semakin dominan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\u00a0<\/p>\n<p>Pada triwulan II 2026, investasi menyumbang sekitar 39% terhadap pertumbuhan ekonomi, melampaui kisaran normal di angka 28%-29%. Sektor investasi juga tumbuh 6,87%, lebih tinggi daripada pertumbuhan konsumsi yang tercatat 5,06%.<\/p>\n<p>DORONG SWASTA<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi menjadi kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kalau ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sering kali banyak yang percaya bahwa ini memang harus didorong investasi dulu, termasuk nanti dampaknya ke lapangan kerja, juga ke konsumsi. Jadi, harapannya di situ,&#8221; ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14\/10).<\/p>\n<p>Menurut Faisal, pertumbuhan investasi selama kuartal pertama 2025 hingga kuartal II tahun ini rata-rata 5,5%. Pertumbuhan rata-rata itu terbilang bagus kendati perlu digenjot lagi agar dapat mencapai target pertumbuhan 8% pada 2029.<\/p>\n<p>Faisal mengatakan investasi paling besar saat ini datang dari pemerintah dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bumn\" title=\"BUMN\">BUMN<\/a>, sementara pertumbuhan investasi dari swasta perlu didorong. Optimalisasi investasi dari tiga sektor itu diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja formal yang lebih luas.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, semuanya itu didorong sehingga lapangan pekerjaan yang formal lebih banyak sehingga ada dampak terhadap konsumsi dan juga terhadap kinerja ekspor nantinya,&#8221; kata Faisal.<\/p>\n<p>ENERGI TERBARUKAN<\/p>\n<p>Di sisi lain, Direktur Kolaborasi Internasional Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin Abdullah menilai investasi energi terbarukan menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun, sekaligus memperbaiki kualitas investasi nasional.<\/p>\n<p>Menurut Imaduddin, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi dalam jumlah besar, tetapi juga perlu meningkatkan kualitas investasi agar memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita lihat investasi global antara fossil fuel dan clean energy, sejak 2018 itu sudah bergeser. Mungkin 10 tahun lalu kita akan bicara banyak fossil fuel untuk investasi, tapi sekarang kita bicaranya clean energy,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Imaduddin mengatakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6%-8% untuk dapat mencapai target menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045. Namun, tantangan tersebut semakin besar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini cenderung stagnan di kisaran 5%.<\/p>\n<p>Dalam konteks tersebut, Imaduddin menilai energi terbarukan menjadi salah satu sektor yang strategis untuk didorong.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menjelaskan tren investasi energi global telah bergeser dari energi fosil menuju energi bersih. Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan energi terbarukan tidak lagi semata-mata agenda lingkungan, tetapi juga telah menjadi bagian dari strategi ekonomi dan ketahanan energi negara.<\/p>\n<p>Selain mendorong investasi dalam jumlah besar, pengembangan energi terbarukan dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik.\u00a0<\/p>\n<p>Imaduddin mengatakan diversifikasi sumber energi melalui energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terdampak oleh gejolak global.<\/p>\n<p>&#8220;Energi hijau itu tidak lagi berbicara mengenai lingkungan, tapi juga soal ekonomi kita,&#8221; ujarnya. (E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/946102\/investasi-berkualitas-mulai-berdatangan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kawasan smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (29\/8\/2026).(Dok. Antara) MENTERI Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp13 ribu triliun lebih untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8% pada 2029. Untuk itu, dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka fokus pada transformasi regulasi dan lembaga agar iklim investasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121601"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121601\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}