{"id":121275,"date":"2026-10-19T16:37:54","date_gmt":"2026-10-19T09:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/terhalang-kabut-tebal-heli-water-bombing-gagal-terbang-ke-pusat-api-lawu\/"},"modified":"2026-10-19T16:37:54","modified_gmt":"2026-10-19T09:37:54","slug":"terhalang-kabut-tebal-heli-water-bombing-gagal-terbang-ke-pusat-api-lawu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/terhalang-kabut-tebal-heli-water-bombing-gagal-terbang-ke-pusat-api-lawu\/","title":{"rendered":"Terhalang Kabut Tebal, Heli Water Bombing Gagal Terbang ke Pusat Api Lawu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792402100_a8da12a206fa612ab765.jpg\" alt=\"Terhalang Kabut Tebal, Heli Water Bombing Gagal Terbang ke Pusat Api Lawu\"\/><figcaption>Situasi asap membumbung dan kabut yang bergerak, menyulitkan uoaya pemadaman karhutla Lawu.(MI\/Widjajadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>API masih berkobar di lereng <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-lawu\" title=\"Gunung Lawu\">Gunung Lawu<\/a>, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah. Bupati Karangayar Robber Christanto mengeluarkan status tanggap darurat bencana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran\" title=\"Kebakaran\">kebakaran<\/a> hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>)\u00a0untuk 14 hari kedepan. Operasi pemadaman di Gunung Lawu dilakukan lewat jalur udara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/water-bombing\" title=\"Water bombing\">water bombing<\/a>) untuk mempercepat penanganan. Namun, dua helikopter milik BNPB dan TNI AU disiagakan\u00a0tertahan sejak pagi akibat tidak bisa terbang terhlalang kabut. Padahal, helikopter berkapasitas 2.000 liter air berhasil melakukan tiga kali pengambilan air (water intake) di Waduk Gondang.<\/p>\n<p>Dua armada udara yang mencoba merapat ke titik api, namun Gunung Lawu mendadak tertutup awan gelap dan kabut pekat. Jarak pandang runtuh drastis dan bisa membahayakan tim water bombing.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Untuk mengantisipasi berbahaya atau menghindari risiko keselamatan penerbangan, helikopter ditarik mundur dan kembali disiagakan di Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Boyolali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/618914\/kabut-tutupi-titik-api-di-gunung-lawu-water-bombing-batal\" title=\"Kabut Tutupi Titik Api di Gunung Lawu, Water Bombing Batal\" target=\"_blank\">Kabut Tutupi Titik Api di Gunung Lawu, Water Bombing Batal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Helikopter sudah berhasil mengambil air beberapa kali dari Waduk Gondang. Tetapi ketika hendak mendekati titik lokasi kebakaran, awan dan kabutnya masih sangat tebal sehingga helikopter tidak berani mendekat. Jadi helikopter terpaksa kembali parkir di Adi Soemarmo sambil menunggu jendela cuaca membaik,&#8221; terang Bupati Rober Christanto di Karangayar, Senin (19\/10).<\/p>\n<p>Secara kuantitatif, saat ini masih tersisa dua titik api. Terpaan angin kencang, kawasan puncak terus memicu perambatan api. Hal ini dikhawatirkan semakin mendekati area Pos 4 jalur pendakian.<\/p>\n<p>Vegetasi kering akibat kemarau panjang membuat kawasan hutan Lawu seperti tumpukan bahan bakar yang siap dilahap si jago merah kapan saja,&#8221; ujar Rober.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935053\/karhutla-gunung-buthak-dan-kawinajang-capai-1000-hektare-bpbd-jatim-kerahkan-water-bombing\" title=\"Karhutla Gunung Buthak dan Kawinajang Capai 1.000 Hektare, BPBD Jatim Kerahkan Water Bombing\" target=\"_blank\">Karhutla Gunung Buthak dan Kawinajang Capai 1.000 Hektare, BPBD Jatim Kerahkan Water Bombing<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan dengan status tanggap darurat, operasi pemadaman secara masif dialihkan penuh ke jalur darat untuk saat ini.<\/p>\n<p>Ia mengapresiasi tim gabungan dari \u00a0TNI, Polri, Brimob, hingga relawan dan masyarakat peduli api, bergerak tidak kenal lelah menembus medan terjal. \u00a0Pasalnya, tim terus bergerak memantau, menyekat, dan melokalisasi pergerakan api agar tidak kian meluas.<\/p>\n<p>Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti pada kesempatan terpisah mengatakan, keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama di tengah medan yang berisiko tinggi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Pergerakan api sangat cepat akibat tiupan angin kencang, jadi tim darat harus hati-hati di lapangan,&#8221; ujar Arman\u00a0<\/p>\n<p>Pada bagian lain terkait penyebab kebakaran yang hanpir menyentuh jalur pendakian. Jalur pendakian Gunung Lawu kini resmi ditutup sementara sampai situasi benar benar padam.<\/p>\n<p>&#8220;Proses penyelidikan terus berjalan. Mengingat musim kemarau dan kekeringan yang cukup panjang, kondisi vegetasi di puncak memang sangat kering dan sangat rentan terpicu api, jalur pendakian ditutup,&#8221; pungkas Kapolres. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/946112\/terhalang-kabut-tebal-heli-water-bombing-gagal-terbang-ke-pusat-api-lawu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Situasi asap membumbung dan kabut yang bergerak, menyulitkan uoaya pemadaman karhutla Lawu.(MI\/Widjajadi) API masih berkobar di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah. Bupati Karangayar Robber Christanto mengeluarkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)\u00a0untuk 14 hari kedepan. Operasi pemadaman di Gunung Lawu dilakukan lewat jalur udara (water bombing) untuk mempercepat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121275\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}