{"id":121263,"date":"2026-10-19T16:06:51","date_gmt":"2026-10-19T09:06:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/waspada-makan-larut-malam-tingkatkan-risiko-perlemakan-hati-hingga-36-persen\/"},"modified":"2026-10-19T16:06:51","modified_gmt":"2026-10-19T09:06:51","slug":"waspada-makan-larut-malam-tingkatkan-risiko-perlemakan-hati-hingga-36-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/waspada-makan-larut-malam-tingkatkan-risiko-perlemakan-hati-hingga-36-persen\/","title":{"rendered":"Waspada Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Perlemakan Hati hingga 36 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792390194_223f19251a0160ba99ce.jpg\" alt=\"Waspada! Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Perlemakan Hati hingga 36 Persen\"\/><figcaption>Makan larut malam meningkatkan risiko perlemakan hati hingga 36% dan sirosis 28%.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEBIASAAN makan atau ngemil larut malam ternyata bukan sekadar masalah berat badan, melainkan ancaman serius bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-hati\" title=\"kesehatan hati\">kesehatan hati<\/a>. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal <i>Clinical Gastroenterology and Hepatology<\/i> pada Oktober 2026 mengungkapkan bahwa waktu makan yang mendekati jam tidur berkaitan erat dengan peningkatan risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-liver\" title=\"penyakit liver\">penyakit liver<\/a> kronis.<\/p>\n<p>Studi yang dipimpin oleh Wilechansky dkk. ini menganalisis data hampir 200.000 peserta selama 16 tahun. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan malam hari dengan dua jenis gangguan hati utama:<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>1. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perlemakan-hati\" title=\"perlemakan hati\">Perlemakan Hati<\/a> (MASLD)<\/h3>\n<p>Penelitian menemukan bahwa kelompok yang terbiasa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-larut-malam\" title=\"Makan larut malam\">makan larut malam<\/a> memiliki risiko 36% lebih tinggi terkena <i>Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease<\/i> (MASLD). Kondisi ini ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di hati yang dipicu oleh gangguan metabolisme seperti resistensi insulin dan obesitas. Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/944977\/studi-makan-larut-malam-tingkatkan-risiko-penyakit-liver-hingga-30-persen\" title=\"Studi: Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Penyakit Liver hingga 30 Persen\" target=\"_blank\">Studi: Makan Larut Malam Tingkatkan Risiko Penyakit Liver hingga 30 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sirosis\" title=\"sirosis\">Sirosis<\/a> Hati<\/h3>\n<p>Selain perlemakan hati, risiko sirosis hati juga meningkat sebesar 28% pada mereka yang sering ngemil di malam hari. Sirosis adalah kerusakan hati kronis di mana jaringan sehat digantikan oleh jaringan parut. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu gagal hati hingga kanker hati.<\/p>\n<h2><strong>Mengapa Malam Hari Berbahaya bagi Liver?<\/strong><\/h2>\n<p>Hati memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur metabolisme lemak dan glukosa. Makan saat tubuh seharusnya beristirahat mengganggu sinkronisasi metabolisme tersebut. Selain itu, camilan malam hari cenderung tinggi gula dan kalori, yang memperburuk resistensi insulin.<\/p>\n<p>Meskipun penelitian ini bersifat observasional dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, para ahli menyarankan langkah preventif untuk menjaga kesehatan metabolisme hati:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Selesaikan makan malam beberapa jam sebelum waktu tidur.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Batasi konsumsi camilan tinggi gula, minuman manis, dan lemak jenuh di malam hari.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pertahankan berat badan ideal dan rutin melakukan aktivitas fisik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hindari konsumsi alkohol yang dapat mempercepat kerusakan sel hati.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi penderita diabetes atau obesitas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Kesimpulannya, mengatur waktu makan menjadi faktor krusial dalam perlindungan organ hati. Menghindari makan larut malam adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk mencegah risiko perlemakan hati dan sirosis di masa depan. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946034\/waspada-makan-larut-malam-tingkatkan-risiko-perlemakan-hati-hingga-36-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makan larut malam meningkatkan risiko perlemakan hati hingga 36% dan sirosis 28%.(Dok. Magnific) KEBIASAAN makan atau ngemil larut malam ternyata bukan sekadar masalah berat badan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan hati. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology pada Oktober 2026 mengungkapkan bahwa waktu makan yang mendekati jam tidur berkaitan erat dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121263"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121263\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}